Perubahan Kepemimpinan di Kantor Imigrasi Atambua
Jabatan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua kini telah berganti. Jusup Pehulisa Ginting menggantikan Putu Agus Eka Putra, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kantor tersebut. Perpindahan jabatan ini dilakukan melalui proses serah terima jabatan yang dipimpin oleh Arvin Gumilang, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT.
Dalam acara serah terima jabatan tersebut, lima pejabat struktural baru juga dilantik di lingkungan Kantor Imigrasi Atambua. Proses pelantikan ini menunjukkan komitmen pihak terkait untuk memperkuat pengelolaan dan operasional kantor imigrasi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Arvin Gumilang menyampaikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi Putu Agus Eka Putra selama menjabat. Ia menilai berbagai capaian yang diraih oleh Putu memberikan kontribusi positif dalam penguatan fungsi keimigrasian di wilayah perbatasan. Ia menekankan bahwa Kantor Imigrasi Atambua memiliki peran strategis sebagai garda terdepan negara.
“Atambua adalah pos terdepan negara. Tantangannya sangat kompleks, mulai dari lalu lintas perbatasan hingga potensi kerawanan imigrasi. Saya percaya kepemimpinan yang baru dapat membawa inovasi dan integritas untuk menjawab semua tantangan itu,” ujar Arvin Gumilang.
Putu Agus Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama selama masa tugasnya. Ia menyebut keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja tim yang solid dan sinergis. Putu juga menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru mampu membawa Kantor Imigrasi Atambua ke arah yang lebih baik.
“Prestasi yang ada adalah hasil kerja keras dan sinergi tim yang solid di Kantor Imigrasi Atambua. Saya percaya dan menyerahkan kepemimpinan ke tangan yang tepat, kepada Bapak Jusup, untuk membawa Imigrasi Atambua melangkah lebih maju,” ucap Putu.
Sementara itu, Jusup Pehulisa Ginting menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Imigrasi Atambua. Ia menegaskan akan memimpin dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan penguatan pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
“Saya menerima amanah ini dengan penuh khidmat. Fokus kami ke depan adalah optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pengawasan di garis perbatasan, dengan tetap mengedepankan keamanan dan kedaulatan negara. Saya akan berusaha melanjutkan dan membangun apa yang telah dicapai oleh pendahulu,” tegas Jusup.
Selama dipimpin oleh Putu Agus Eka Putra, Kantor Imigrasi Atambua mencatat sejumlah capaian seperti peningkatan kualitas pelayanan publik diwujudkan melalui digitalisasi dan inovasi. Salah satunya adalah layanan “Eazy Paspor” untuk paspor biasa dengan biaya PNBP Rp 350.000. Layanan ini menjadi solusi responsif guna meringankan masyarakat setelah tarif PNBP paspor baru ditetapkan menjadi Rp 650.000 per 1 September 2025.
Di bidang penegakan hukum dan pengawasan, kinerja operasional ditandai dengan penggagalan sejumlah aksi kejahatan lintas negara, termasuk keterlibatan dalam mengagalkan penyelundupan rokok ilegal yang diduga menyebabkan kerugian negara puluhan miliar rupiah, serta menggagalkan upaya penyelundupan 8 Warga Negara Uzbekistan.
Dalam tata kelola administrasi, kantor ini meraih penghargaan atas pencapaian target implementasi Kartu Kredit Pemerintahan (KKP) tahun 2025 oleh Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT.
Pada kesempatan yang sama, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT turut melantik lima pejabat struktural di lingkungan Kantor Imigrasi Atambua, yaitu:
- Elmi sebagai Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian
- Hendhy Alfian Zanitra sebagai Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian
- Reza Surya Nugraha sebagai Kepala Subseksi Teknologi Informasi Keimigrasian
- Agiel Bagus Widianto sebagai Kepala Subseksi Penindakan Keimigrasian
- Jonathan Marcopolo sebagai Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












