Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang Menyimpan Pesona Alam dan Budaya
Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keindahan alam yang menarik perhatian banyak wisatawan. Mulai dari pemandangan pantai yang memukau hingga pegunungan yang menjulang tinggi, serta peninggalan budaya yang masih terjaga dengan baik. Selama bertahun-tahun, wisatawan yang berkunjung ke pulau ini biasanya hanya melintasi Jalan Trans Flores di pantai selatan (pansel). Di sepanjang jalan tersebut, pengunjung sering mengunjungi obyek wisata seperti Larantuka dan Maumere, termasuk tempat-tempat budaya, alam, dan rumah adat.
Misalnya, wisatawan bisa mengunjungi Danau Tiga Warna Kelimutu atau mampir ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende. Selain itu, ada juga objek wisata seperti Kampung Adat Ruteng Puu, Sawah Jaring Laba-laba di sekitar Kota Ruteng, Liang Bua, dan Kampung Adat Wae Rebo.
Kini, dengan akses jalan yang semakin baik di Trans Pantai Utara (pantura), para pelaku wisata dan agen perjalanan mulai mempromosikan paket perjalanan wisata di sepanjang pantura, mulai dari Flores Timur hingga Labuan Bajo. Meskipun begitu, akses jalan dari Kabupaten Manggarai ke Manggarai Barat masih belum sepenuhnya terbuka, sehingga perjalanan wisata hanya sampai di Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, lalu berbelok ke Ruteng dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.
“Beberapa ruas jalan masih belum diaspal. Semoga pemerintah segera meningkatkan perbaikan jalan hotmix sepanjang Jalan Trans Flores pantura,” ujar Helmus Deornay, warga Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Jika Jalan Trans Flores pansela cenderung berkelok-kelok, maka Trans Pantai Utara tidak demikian. Tanjakan sangat sedikit, dan wisatawan yang melewatinya punya lebih banyak kesempatan untuk menikmati panorama pantai dan laut di sepanjang jalan.
Obyek Wisata di Jalan Trans Pantai Utara
Di pesisir utara Labuan Bajo, wisatawan bisa mampir ke Pulau Longos dan Pantai Bari. Tempat ini menjadi habitat ribuan kalong dan sarang burung wotong.
Selanjutnya, jika berwisata ke utara Kabupaten Manggarai, pengunjung bisa melihat keindahan Pantai Torong Besi, sekaligus melihat goa dengan patung Bunda Maria. Ada juga beberapa pantai lain yang bisa dikunjungi.
Jika pergi ke bagian utara Manggarai Timur, wisatawan bisa bermain ke Pantai Dampek, Pantai Nanga Lirang, SUT, dan lainnya. Tak ketinggalan, juga melihat komodo berjemur di Pantai Pasir Putih Laing Lewe dan Pantai Watu Payung. Di Pantai Watu Payung, sudah dibangun tempat istirahat yang cukup memadai bagi wisatawan.
Sementara itu, jika berkunjung ke bagian utara Kabupaten Ngada, wisatawan bisa datang ke 17 Pulau Riung dan melihat komodo di Pulau Ontoloe, atau ke Pulau Rii Ta dan Pulau Kinde di Kabupaten Nagekeo.
Di bagian utara Kabupaten Ende, ada Pantai Keburea dan Marole, serta Pantai Magepanda, Pulau Tanjung, Pulau Palue, dan sejumlah pulau lain di Kabupaten Sikka.
Tips Berkunjung ke Jalan Trans Pantai Utara
Agar lebih leluasa dan bisa lebih menikmati pemandangan, menjelajahi rute ini sambil naik motor lebih disarankan. Dalam sehari, kita bisa menghampiri empat sampai lima tempat, namun tergantung durasi kunjungan di masing-masing lokasi.
Sayangnya, akses tempat makan masih sangat minim. Meskipun begitu, pengunjung yang datang ke obyek-obyek di atas bisa mampir ke warung yang tersedia di sekitarnya. Jika khawatir tak menemukan tempat makan yang nyaman, kamu bisa membawa bekal dalam perjalanan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan.












