Masalah Umum Kesehatan Gigi Anak dan Cara Mencegahnya
Gigi berlubang pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dikeluhkan oleh orang tua. Banyak dari mereka menganggap kondisi ini sepele, padahal jika dibiarkan, gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi, hingga pembengkakan pada wajah anak.
Dokter gigi spesialis anak, drg Andya Karisaputri, Sp.KGA, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus gigi berlubang sebenarnya dapat dicegah dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak dini. “Kalau sudah datang dengan pipi bengkak, itu artinya giginya sudah bolong dan didiamkan terlalu lama sampai terjadi infeksi atau abses. Kasus seperti ini masih paling sering saya temui pada anak-anak,” ujar drg Andya.
Penyebab Umum Gigi Anak Berlubang
Sebelum mengetahui cara mencegahnya, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab gigi anak berlubang. Berikut beberapa faktor utamanya:
-
Kebiasaan Konsumsi Makanan Manis dan Lengket
Cokelat, permen, dan makanan manis memang meningkatkan risiko gigi berlubang. Namun menurut drg Andya, faktor ini bukan satu-satunya penyebab utama. “Cokelat memang meningkatkan faktor risiko karies, tapi bukan berarti anak harus dilarang total. Yang lebih penting adalah perawatannya setelah makan,” jelasnya. -
Cara Menyikat Gigi yang Salah
Banyak anak mengaku rajin menyikat gigi, tetapi tekniknya belum benar sehingga sisa makanan masih tertinggal. “Mau sikat gigi sampai empat atau lima kali sehari, tapi kalau caranya salah, gigi tetap bisa bolong,” kata pemilik dari Kidsmile Family Dental tersebut. -
Kurangnya Peran Orang Tua
Anak-anak belum mampu bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan giginya. “Kuncinya itu ada di orang tua. Anak-anak hampir semuanya tidak mau sikat gigi. Tapi kalau anak tidak mau mandi atau sekolah, kan tetap harus dilakukan,” tegas drg Andya.
Cara Mencegah Gigi Anak Berlubang Menurut Dokter Gigi Anak
Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif untuk mencegah gigi berlubang pada anak:
-
Sikat Gigi Dua Kali Sehari Secara Teratur
Anak dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. “Tidak perlu sikat gigi mahal atau pasta gigi impor. Pasta gigi apa pun yang mengandung fluoride sudah cukup,” jelas drg Andya. -
Ajarkan Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Frekuensi saja tidak cukup, teknik menyikat gigi juga harus diperhatikan. Pastikan semua permukaan gigi tersikat, terutama gigi belakang yang sering terlewat. -
Jangan Larang Anak Makan Manis, Tapi Dampingi
Alih-alih melarang, orang tua sebaiknya membiasakan anak untuk berkumur dan menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan manis. “Kasihan kalau anak dilarang total makan cokelat. Namanya anak-anak. Yang penting setelah itu sikat gigi dengan benar,” ujar drg Andya. -
Orang Tua Harus Memberi Contoh
Anak akan lebih mudah meniru kebiasaan orang tua. “Orang tua bisa sikat gigi bareng anak, ajak kakaknya, kasih distraksi atau reward kecil. Mendisiplinkan itu berbeda dengan memaksa,” tambahnya. -
Rutin Periksa Gigi ke Dokter
Pemeriksaan gigi secara rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum menjadi lebih serius.
Edukasi dan Pemeriksaan Gigi Gratis oleh Klinik Gigi Kidsmile
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan gigi anak, Klinik Gigi Kidsmile menggelar kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak panti asuhan dalam rangka ulang tahun Kidsmile yang ke-7.
Sekitar 30 anak berusia 6 hingga 23 tahun dari dua panti asuhan mengikuti pemeriksaan gigi serta aplikasi fluoride. “Saya cukup kaget dan senang karena secara keseluruhan kondisi gigi anak-anak ini cukup bagus. Artinya sudah ada awareness dan perawatan yang baik dari panti asuhannya,” ungkap drg Andya.
Melalui kegiatan ini, Kidsmile berharap semakin banyak anak mendapatkan edukasi dan akses perawatan gigi sejak dini agar terhindar dari masalah gigi berlubang di kemudian hari.












