Perjalanan Sejarah Dzurriyah NU dalam Napak Tilas
Napak Tilas merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengingatkan para anggota NU akan perjuangan dan dedikasi para pendiri organisasi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir jam’iyyah NU secara hijriyah, yaitu pada 16 Rajab 1344 H. Rombongan akan berangkat dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Demangan, Bangkalan, Madura, menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Perjalanan ini mencakup beberapa moda transportasi, mulai dari jalur laut menggunakan kapal penyeberangan Selat Madura hingga jalur darat dengan kereta api.
Simbol Historis yang Diserahkan
Inisiatif kegiatan ini digagas oleh para dzurriyah muassis NU, termasuk cicit Syaikhona Kholil, KH Ali Kholil, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Timur. Tujuan dari Napak Tilas adalah untuk mengajak warga NU mengenang perjuangan para pendiri, merawat ingatan sejarah, serta meneguhkan khidmah NU untuk umat dan bangsa.
Puncak prosesi Napak Tilas ditandai dengan penyerahan simbol historis berupa tongkat dan tasbih. Tongkat dan tasbih tersebut diserahkan oleh perwakilan cicit Syaikhona Kholil, KH Fachruyddin Aschol, kepada KH Azaim Ibrohimi, cucu Kiai As’ad Samsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Selanjutnya, simbol tersebut akan dibawa ke Tebuireng untuk diserahkan kepada KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi, cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
Rombongan Napak Tilas dijadwalkan berangkat pada pukul 06.00 WIB pada Minggu (4/1/2026) dari Bangkalan dan diperkirakan tiba di Tebuireng sekitar pukul 21.00 WIB.
Rangkaian Perjalanan yang Menarik
Dari Demangan, peserta akan menuju Pelabuhan Kamal untuk menyeberang ke Pelabuhan Ujung, Surabaya. Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel, sebelum bertolak menggunakan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Jombang. Pada beberapa titik, peserta juga akan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.
Setibanya di Jombang, warga NU setempat diharapkan turut berpartisipasi. Peserta lokal direncanakan berkumpul di Alun-alun Jombang pada Minggu (4/1/2026) pukul 17.00 WIB dan melanjutkan Napak Tilas dengan berjalan kaki sejauh 6,0 kilometer menuju Pondok Pesantren Tebuireng yang berada di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Persiapan dan Pengamanan yang Matang
Wakil Ketua PCNU Jombang sekaligus Ketua Koordinator Napak Tilas wilayah Jombang, KH Haris Munawir atau Gus Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda resmi PBNU, PWNU, maupun PCNU. Namun, pengurus PCNU Jombang diminta membantu persiapan dan penyambutan peserta. “PCNU Jombang bertugas menyambut peserta yang terdaftar secara resmi, sekitar seribu orang. Mereka akan tiba di Jombang sekitar pukul 19.15 WIB dan transit di Pendopo Kabupaten Jombang sebelum diberangkatkan bersama rombongan menuju Tebuireng,” ucap KH Haris Munawir usai rapat persiapan, di Zam-zam Restoran di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Jumat (2/1/2026) sore.
Ia menambahkan, persiapan teknis di Jombang telah mencapai sekitar 99 persen. Panitia telah menyiapkan konsumsi, air minum ribuan botol. Pihaknya juga telah berkoordinasi terkait pengamanan bersama Polres Jombang, Dishub, Satpol PP, serta dukungan Banser, Pagar Nusa, dan Lembaga Kesehatan NU.
Keikutsertaan Peserta yang Besar
Terkait pengaturan lalu lintas, panitia menegaskan tidak akan menutup jalan secara total. “Penggunaan badan jalan hanya sebagian, dengan pengamanan dari Banser untuk memastikan kegiatan tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ungkapnya melanjutkan.
Jumlah peserta resmi Napak Tilas tercatat sekitar seribu orang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Selain itu, diperkirakan ribuan peserta nonterdaftar juga akan turut mengikuti rombongan di sepanjang perjalanan.
“Kami berharap melalui Napak Tilas ini, warga NU semakin memahami jerih payah para muassis dalam mendirikan NU, serta menumbuhkan semangat persatuan dan khidmah,” pungkas KH Haris Munawir.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












