Budaya  

Profil Jaya Arjuna, Penulis yang Berani Kritik Kerusakan Lingkungan Sumatera Utara

Profil Jaya Arjuna: Seorang Akademisi, Penulis Cerpen, dan Pengamat Lingkungan

Jaya Arjuna adalah sosok yang cukup dikenal di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Ia memiliki latar belakang pendidikan teknik, sekaligus dikenal sebagai penulis cerpen dan pengamat lingkungan. Selama bertahun-tahun, ia aktif dalam memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait dengan isu lingkungan.

Kiprah Jaya Arjuna dalam Dunia Lingkungan

Sebagai pengamat lingkungan, Jaya Arjuna sering kali menyampaikan pandangan tajam mengenai berbagai masalah yang terjadi di wilayah Sumatera Utara. Salah satu peristiwa yang menjadi sorotannya adalah banjir besar pada November 2025. Ia sempat melontarkan kritik pedas terhadap penanganan hukum terkait peristiwa tersebut. Dalam unggahan di media sosial Facebook, ia menulis:

“Aku yakin sampai pertengahan 2026 tak akan ada yang ditangkap sebagai pelaku perusak lingkungan penyebab banjir. Bukan tukang chainsaw dan supir excavator ya. Pemilik perusahaan tidak tersentuh hukum yang riil. Ecek-ecek bisalah.”

Ia juga menyampaikan kritik terhadap Wali Kota Medan, Rico Waas, yang dinilainya hanya pandai bicara tanpa menunjukkan kinerja nyata dalam mengatasi banjir.

Penyebab Banjir di Kota Medan

Dalam sebuah wawancara, Jaya Arjuna pernah menjelaskan penyebab banjir di Kota Medan. Menurutnya, banjir datang dari Sungai Deli dan Sungai Babura, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dari daerah Karo dan Deliserdang. Kerusakan hutan dan lahan DAS menjadi faktor utama munculnya banjir yang mengakibatkan masyarakat tenggelam seperti di Kampung Aur.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar lahan di Kota Medan sudah menjadi lahan kedap air akibat bangunan aspal beton. Hal ini menyebabkan air hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah. Saluran drainase juga tidak berfungsi optimal karena terisi sedimen. Kanal yang dibangun untuk mengeringkan lahan perkebunan dan kemukiman juga sudah hampir tidak berfungsi.

Oleh karena itu, Jaya Arjuna menyarankan agar dilakukan pendalaman saluran air dan pemeriksaan serta pemeliharaan drainase menjadi kunci utama mengatasi banjir di Kota Medan.

Profil Lengkap Jaya Arjuna

Ir. Jaya Arjuna, M.Sc., lahir pada tahun 1953 di Medan. Ia pertama kali mempublikasikan karyanya pada tahun 1973 di Harian Mimbar Umum, kemudian meluncurkan kumpulan cerpen berjudul “Kapsul Api Cinta” pada 2014.

Selain sebagai penulis cerpen, Jaya Arjuna juga dikenal sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, dengan spesialisasi di bidang teknik lingkungan. Meskipun detail pendidikan lengkap tidak tersedia secara rinci, ia menyandang gelar Insinyur (Ir.) dan Magister Sains (M.Sc.), yang menunjukkan latar belakang pendidikan teknik dan studi lanjut di bidang terkait.

Ia aktif sebagai pengamat lingkungan sejak 1980, menggabungkan latar belakang teknik mesin untuk praktik pengelolaan lingkungan. Penelitiannya mencakup topik seperti performansi mesin Otto berbahan bakar biogas dan pemanfaatan alat Hippo Roller untuk masyarakat.

Kontribusi dalam Penelitian dan Kegiatan Akademik

Jaya Arjuna juga terlibat dalam berbagai kegiatan universitas, termasuk webinar nasional dan pengabdian masyarakat. Ia pernah menjadi dosen pembimbing dan pembanding skripsi di Departemen Teknik Mesin USU. Beberapa penelitiannya mencakup topik teknik lingkungan dan energi terapan.

Salah satu penelitiannya yang terkenal adalah “Environmental Information System for Tanjung Mulia Village, Medan” (1996).

Kematian Jaya Arjuna

Jaya Arjuna meninggal dunia pada Sabtu, 2 Januari 2026. Kabar duka ini sempat beredar di kalangan jurnalis. Selama hidupnya, ia dikenal dekat dengan kalangan wartawan di Kota Medan. Ia sering dimintai pendapatnya tentang kondisi lingkungan di Kota Medan dan Sumatera Utara secara umum.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Jaya Arjuna berpulang sekira pukul 05.10 WIB di Kota Medan.

Biodata Jaya Arjuna

  • Nama: Ir. Jaya Arjuna, M.Sc.
  • Tempat/Tahun Lahir: Medan, 1953
  • Profesi: Dosen, pengamat lingkungan, penulis cerpen
  • Bidang Keahlian: Teknik lingkungan, teknik mesin, dan pengelolaan lingkungan hidup.
  • Pendidikan: Menyandang gelar Insinyur (Ir.) dan Magister Sains (M.Sc.) di bidang teknik.
  • Karier Akademik: Dosen di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, khususnya di Departemen Teknik Mesin.
  • Aktivitas Profesional: Aktif sebagai pengamat lingkungan sejak 1980.
  • Karya Sastra: Penulis cerpen; karya pertama dipublikasikan pada 1973 di Harian Mimbar Umum. Menerbitkan kumpulan cerpen “Kapsul Api Cinta” pada 2014.
Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *