Tidak Ingin Dipoligami, Wardatina Tetap Mau Diceraikan, Tegaskan Tak Ingin Hidup Bersama Inara Rusli

Kehidupan Rumah Tangga Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi yang Penuh Kontroversi

Kabar tentang kisruh rumah tangga antara konten kreator Wardatina Mawa dan pengusaha Insanul Fahmi terus menghebohkan publik. Setelah beberapa waktu lalu dikabarkan melakukan pernikahan siri dengan Inara Rusli, kini hubungan mereka semakin memanas. Pasangan yang telah menikah selama tujuh tahun ini kini berada di ambang perceraian.

Perkawinan siri tersebut dilakukan tanpa restu dari istri pertama, yaitu Wardatina Mawa. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi Mawa, yang sebelumnya telah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Insan. Meski Insan dikabarkan ingin mempertahankan kedua pernikahannya, permintaan itu ditolak keras oleh Mawa. Ia tetap bersikukuh untuk bercerai dengan suaminya tersebut.

Menanggapi isu ini, kuasa hukum Insanul Fahmi, Dedy DJ, memberikan respons. Menurut Dedy, keputusan Mawa untuk bercerai adalah haknya sendiri. Ia menyatakan bahwa Mawa memiliki alasan pribadi untuk tidak ingin dipoligami. “Kalau itu kan kembali lagi kepada Mbak Mawa sendiri. Saya katakan dari awal bahwa Mbak Mawa di sini kan lagi mencari keadilan, mencari kepastian itu kan haknya dia,” ujarnya.

Dedy juga menyampaikan bahwa Insan akan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Wardatina Mawa telah melaporkan Insan dan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025, terkait dugaan perzinaan. “Ya, dengan dia merasa dirinya terzalimi kemudian dia mencoba untuk mencari satu kepastian hukum ya kita harus menghormati proses itu,” tambahnya.

Langkah Tegas Mawa untuk Bercerai

Wardatina Mawa akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengajukan gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi. Ia memilih untuk bercerai setelah menolak dipoligami dengan Inara Rusli. Kuasa hukum Mawa, Darma Praja Pratama, menyebut bahwa kreator konten berusia 25 tahun itu ingin berpisah dengan Insan.

Darma menegaskan bahwa Mawa akan menggugat cerai Insan setelah laporan dugaan perzinaan selesai. “Mawa udah tegas bahwa dia akan pisah, akan melakukan gugatan perceraian,” ujarnya. Namun, ia juga menyampaikan bahwa proses hukum ini membutuhkan waktu dan tenaga. “Karena pastinya akan menguras waktu dan tenaga,” paparnya.

Selain itu, Darma juga kembali menegaskan bahwa Wardatina Mawa menolak untuk hidup bersama Insan dan Inara. “Sudah (mantap bercerai) apalagi untuk di poligami gitu,” katanya.

Kondisi Psikis Mawa yang Mulai Membaik

Di samping situasi hukum yang sedang berlangsung, kondisi psikis Wardatina Mawa terlihat lebih baik daripada sebelumnya. Darma menyampaikan bahwa Mawa kini lebih aktif dalam berbagai kesibukan positif. “Alhamdulillah kondisi psikisnya mungkin sekarang lebih baik ya. Ditambah dengan dia mengisi berbagai kesibukan yang positif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Mawa lebih banyak melakukan kegiatan agar bisa lebih cepat move on dari masa-masa sulit ini. “Dia lebih banyak lagi ya melakukan kegiatan-kegiatan supaya dia juga lebih cepat move on-nya gitu,” tambahnya.

Alasan Insanul Fahmi Memilih Poligami

Sementara itu, Insanul Fahmi akhirnya buka suara mengenai alasan yang membuatnya terpikir untuk poligami dan menikahi siri Inara Rusli. Menurutnya, sikap Wardatina Mawa yang dinilai tidak nyaman membuatnya terpaksa mengambil keputusan ini.

Insan mengungkapkan bahwa pernikahannya dengan Mawa sudah berjalan selama tujuh tahun dan sering kali mengalami konflik. “Aku nikah 7 tahun, dari awal udah ada konflik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa niat awal untuk poligami hanya sebagai ancaman agar Mawa bisa berubah menjadi lebih halus dalam berucap. Namun, cara tersebut tidak berhasil. Konflik terus terjadi, sehingga Insan memutuskan untuk melakukan poligami.

Insan juga membongkar lima sikap Mawa yang membuatnya tidak nyaman di rumah. Pertama, cara berbicaranya yang dinilai keras. “Setiap tahun, setiap hari itu yang aku terima. Cara ngomongnya keras, aku pulang kerja capek dia keras. Kadang-kadang nggak lihat momentum,” tuturnya.

Kedua, Mawa disebut memiliki sikap posesif yang berlebihan. “Pernah minta pecat karyawan cewek padahal nggak ada alasan objektif. Mungkin terlalu posesif juga, itu yang buat tidak nyaman.”

Ketiga, Mawa sering pergi keluar rumah tanpa izin suami. Keempat, ia lebih sering mendengarkan teman-teman daripada suaminya. “Kemudian dia juga sering keluar rumah tanpa izin, lebih sering dengerin teman-temannya, banyak aib yang bisa dibuka tapi aku lebih pilih membatasi itu.”

Kelima, Mawa tidak pernah mengindahkan ajakan untuk berhubungan suami-istri. “Dan paling sulit, emang dia kalau (diajak) berhubungan sering nolak.”

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *