Apakah Herpes Zoster Menular? Ini Fakta Penting!

Apakah Herpes Zoster Menular?

Herpes zoster, atau yang lebih dikenal dengan shingles, adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster. Virus ini sama dengan yang menyebabkan cacar air. Menurut informasi yang tersedia, virus ini dapat kembali aktif ketika daya tahan tubuh seseorang melemah, stres meningkat, atau usia semakin bertambah.

Banyak orang masih bingung apakah herpes zoster menular, bagaimana penularannya, dan siapa saja yang paling rentan terkena. Berikut penjelasan lengkap mengenai apakah herpes zoster menular hingga fakta sebenarnya.

Menurut Mayo Clinic, herpes zoster bisa menular, tetapi penularannya tidak membuat orang lain langsung terkena herpes zoster. Ini adalah salah satu fakta penting yang sering salah dipahami. Jika Mama terkena herpes zoster, Mama tidak akan menularkan herpes zoster kepada orang lain. Yang tertular adalah cacar air, bukan shingles, jika orang tersebut belum pernah menderita cacar air atau belum divaksin.

Menurut Harvard Health Publishing, hal ini terjadi karena virus varicella-zoster hanya dapat menyebabkan herpes zoster ketika virusnya telah “tidur” lama di dalam saraf seseorang sejak episode cacar air pertama. Jadi, orang yang baru pertama kali terpapar tidak mungkin langsung mengalami shingles.

Beberapa fakta dasar yang perlu Mama pahami:
* Herpes zoster tidak menular lewat udara seperti flu atau campak.
* Penularan terjadi hanya jika cairan dari lepuhan menyentuh kulit orang lain.
* Risiko menular hampir nol ketika ruam sudah kering dan berkeropeng.
* Herpes zoster lebih sering menyerang lansia karena sistem imun mulai menurun.

Jadi, jawabannya adalah “ya, herpes zoster bisa menular”, tapi bukan seperti yang sering dibahas orang awam, dan risikonya sebenarnya lebih kecil dibanding penyakit lain.

Cara Penularan Herpes Zoster

Menurut World Health Organization (WHO), penularan virus varicella-zoster dari pasien herpes zoster hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan. Virus tidak menyebar di udara, sehingga berada satu ruangan dengan penderita tidak otomatis membuat Mama tertular. Penularan bisa terjadi jika seseorang:
* Menyentuh cairan lepuhan yang pecah
* Menyentuh handuk, bantal, pakaian, atau sprei yang terkontaminasi cairan ruam
* Memiliki luka terbuka atau kulit sensitif yang bersentuhan langsung dengan area ruam pasien

Menurut Johns Hopkins Medicine, virus sangat mudah berpindah ketika lepuhan masih baru, basah, dan belum mengering. Karena itu dokter menyarankan penderita agar:
* Menutup ruam dengan kain atau perban bersih
* Tidak memecahkan lepuhan
* Rajin mencuci tangan
* Menghindari kontak erat dengan bayi, ibu hamil, dan orang dengan imun rendah

Sementara Mayo Clinic menegaskan bahwa batuk, bersin, dan berbicara tidak menularkan herpes zoster, sehingga interaksi jarak jauh sebenarnya aman. Namun, tetap harus berjaga jarak ya, Ma dan lebih baik mengisolasikan diri.

Bagaimana Bentuk Herpes Zoster dan Siapa yang Rentan Terkena?

Ruam shingles sering terlihat seperti “sabuk” atau garis panjang di pinggang, punggung, atau dada. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), herpes zoster biasanya muncul sebagai:
* Ruam kemerahan yang memanjang mengikuti jalur saraf
* Lepuhan kecil berisi cairan bening
* Sensasi panas, kesemutan, atau nyeri seperti terbakar
* Hanya muncul di satu sisi tubuh, tidak simetris

Menurut Mayo Clinic, ruam ini biasanya diawali rasa nyeri bertahan 2–3 hari sebelum bintil muncul, sehingga banyak pasien awalnya mengira sedang mengalami nyeri otot atau masalah saraf.

Kemudian, siapa yang rentan terkena? Menurut CDC:
* Lansia usia 50 tahun ke atas
* Orang dengan daya tahan tubuh rendah
* Pasien diabetes, kanker, HIV, atau yang sedang kemoterapi
* Orang yang mengalami stres berat dan kurang tidur
* Individu yang pernah terkena cacar air

Sementara Harvard Health menyebutkan bahwa stres kronis dapat memicu reaktivasi virus karena menaikkan hormon kortisol, yang menekan sistem imun Mama.

Jadi Mama, herpes zoster memang menular, tapi penularannya terjadi secara spesifik, tidak lewat udara, dan tingkat resikonya jauh lebih rendah dibanding penyakit lainnya. Dengan memahami bagaimana virus ini bekerja, apa bentuknya, dan siapa yang rentan, Mama bisa lebih tenang dan tahu langkah pencegahan yang tepat.

Informasi tentang apakah herpes zoster menular hingga fakta sebenarnya juga penting untuk melindungi bayi, ibu hamil, dan orang di sekitar yang memiliki imun rendah. Semoga bermanfaat, ya, Ma!

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *