BPOM: Banyak Obat China di Marketplace Berisiko dan Tidak Jelas Izinnya

Fenomena Obat Asal Tiongkok yang Beredar di Pasaran

Peredaran obat-obatan asal Tiongkok yang dijual bebas melalui marketplace dan media sosial kembali menjadi perhatian masyarakat. Meskipun fenomena ini bukan hal baru, kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena banyak produk yang dipasarkan disertai klaim berlebihan, bahkan mengaku mampu menyembuhkan berbagai penyakit serius tanpa kejelasan izin edar.

Persoalan utama bukan terletak pada negara asal produk, melainkan pada kepatuhan terhadap regulasi, legalitas, serta cara promosi yang kerap menyesatkan masyarakat. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI menegaskan bahwa pihaknya masih menemukan banyak obat dan suplemen yang dijual secara daring dengan klaim berlebihan, namun tidak disertai informasi izin edar yang jelas. Bahkan, sejumlah produk disebut-sebut mampu mengobati penyakit tertentu tanpa dasar ilmiah maupun persetujuan resmi dari otoritas terkait.

Beberapa produk memang tercantum dalam basis data BPOM, tetapi legalitasnya belum dapat dipastikan sepenuhnya karena tidak adanya informasi nomor izin edar yang dapat diverifikasi. Bahkan, tidak sedikit produk yang sama sekali tidak tercatat dalam database resmi BPOM. Hal ini membuat masyarakat lebih waspada terhadap penggunaan produk-produk tersebut.

Klaim Berlebihan dan Pola Promosi yang Menyesatkan

Selain persoalan legalitas, BPOM juga menyoroti pola promosi yang dinilai menyesatkan. Banyak produk dipasarkan dengan klaim berlebihan atau overklaim, seolah-olah mampu menyembuhkan berbagai penyakit tanpa dukungan bukti ilmiah yang memadai. Produk-produk tersebut dipromosikan dengan klaim yang tidak sesuai ketentuan dan cenderung berlebihan.

BPOM mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan janji kesembuhan instan yang ditawarkan melalui media sosial maupun marketplace. Masyarakat diminta untuk selalu mengutamakan pengobatan medis yang resmi serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Peran Media Sosial dalam Penyebaran Obat Asal Tiongkok

Dari pantauan beberapa media sosial, promosi obat-obatan Tiongkok sering dilakukan. Misalnya, postingan netizen yang menyertakan daftar produk dengan narasi ampuh dan laris manis untuk mengatasi beragam penyakit, termasuk penyakit kronis. Beberapa contoh produk antara lain:

  • Chang Seuw Tian: Diklaim sebagai obat kanker, miom, dan kista.
  • Angkung Dragon Merah: Disebut sebagai obat stroke dan kejang.
  • Die Da Yao Jing: Diklaim mempercepat pemulihan luka.
  • Lo Han Kuo: Dipromosikan untuk radang, batuk, dan sakit tenggorokan.
  • Salep Pi Kang Suang: Diklaim ampuh untuk jerawat dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Nin Jiom Pei Pa Koa: Obat batuk yang disebut aman untuk ibu dan anak.
  • Fufang Ejiao Jiang: Diklaim untuk DBD, tipes, dan menaikkan trombosit.
  • Medicated Oil: Minyak untuk masuk angin, nyeri sendi, dan otot.

Obat Tiongkok kerap dinilai sebagian orang sebagai pengobatan yang paling ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit. Anggapan tersebut muncul karena khasiatnya dipercaya lebih manjur dibandingkan obat-obatan lainnya.

Penjualan Online dan Harga Produk

Pantauan Tribun di beberapa e-commerce menunjukkan bahwa produk obat-obatan asal Tiongkok banyak dipasarkan. Salah satunya adalah obat dengan merk Chang Sheuw Tian Ran Ling yang diklaim bisa mengobati kanker, kista, dan miom. Obat dengan bungkus berkelir hijau tersebut di marketplace dibanderol dengan harga Rp 302.250 untuk 30 kapsul.

Ada juga obat Tiongkok berbentuk sirup dengan merk Fufang Ejiao Jiang. Obat dengan kemasan berwarna kuning dan orange tersebut dibanderol dengan harga Rp 23.000 untuk ukuran botol 20ml. Obat tersebut dianggap memiliki khasiat menyembuhkan penyakit demam berdarah dan tifoid.

Salah satu obat Tiongkok dengan harga cukup mahal adalah merk Angkung Dragon. Obat tersebut memiliki khasiat menyembuhkan penyakit stroke. Obat tersebut dibanderol dengan harga Rp 520.000 hingga Rp 3.600.000 yang termahal dengan paket lengkapnya.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *