Kekerasan di Tepi Barat dan Upaya Pemulihan Perdamaian
Gedung Putih menilai bahwa meningkatnya kekerasan di Tepi Barat berpotensi mengganggu upaya perdamaian yang sedang berlangsung. Mereka meminta pemerintah Israel untuk segera mengubah kebijakan yang berlaku di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Eropa.
Permintaan dari Gedung Putih
Selama pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para penasihat utamanya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mereka menyampaikan permintaan agar Israel mengubah arah kebijakan di Tepi Barat. Hal ini dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap situasi yang semakin memburuk.
Menurut sumber yang memiliki akses informasi langsung, Gedung Putih khawatir bahwa tindakan provokatif oleh pihak Israel dapat merusak perjanjian perdamaian Gaza. Selain itu, mereka juga ingin mencegah perluasan Kesepakatan Abraham sebelum akhir masa jabatan Trump.
“Trump dan timnya menyatakan keprihatinan tentang situasi di Tepi Barat dan meminta Netanyahu untuk menghindari langkah-langkah provokatif dan menenangkan keadaan,” ujar sumber tersebut. Mereka juga menyebutkan masalah seperti kekerasan pemukim terhadap warga sipil Palestina, ketidakstabilan keuangan Otoritas Palestina, serta perluasan pemukiman Israel sebagai isu penting.
Serangan Terhadap Warga Palestina
Pada hari Selasa (23/12/2025), para pemukim Israel menyerang sebuah rumah warga Palestina di selatan Tepi Barat. Mereka masuk ke dalam rumah dan membunuh domba, serta melukai beberapa ekor lainnya. Kejadian ini adalah bagian dari serangkaian serangan oleh pemukim terhadap warga Palestina dalam beberapa bulan terakhir.
Polisi Israel mengatakan mereka menangkap lima pemukim atas dugaan memasuki wilayah tanpa izin, merusak properti, dan menggunakan semprotan merica. Video CCTV yang dibagikan oleh Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman menunjukkan lima pemukim bertopeng dengan pakaian gelap mendekati rumah dan tampak masuk. Suara pecahan kaca dan suara binatang terdengar, serta video menunjukkan domba-domba yang terluka dan rusaknya properti.
Serangan-serangan ini terus berlanjut, terutama selama musim panen zaitun. Dalam bulan Oktober 2025, rata-rata delapan serangan terjadi setiap hari. PBB mencatat setidaknya 136 serangan hingga 24 November 2025.
Pembangunan Rumah di Tepi Barat
Israel telah memberikan lampu hijau untuk pembangunan 764 rumah lagi di tiga permukiman Yahudi di Tepi Barat. Keputusan ini menimbulkan kritik dari kelompok pengawas dan organisasi hak asasi manusia. Mereka menilai bahwa tindakan ini bisa menjadi langkah menuju aneksasi de facto wilayah Palestina.
Pemerintah Israel, yang dipimpin oleh Netanyahu, dianggap mempercepat perluasan permukiman di Tepi Barat. Menurut kelompok antipemukiman Peace Now, keputusan ini merupakan bentuk ketidakadilan ganda. Mereka menyatakan bahwa langkah ini akan memperkuat rezim apartheid yang tidak sah dan akan menimbulkan kerugian besar jika Israel harus mengevakuasi permukiman tersebut.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyebut keputusan ini sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pemukiman dan memastikan keberlanjutan kehidupan, keamanan, dan pertumbuhan. Sejak Smotrich menjabat, total unit perumahan yang disetujui di Tepi Barat mencapai 51.370 unit.
Sebagian besar komunitas internasional menganggap permukiman-permukiman di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional. Dewan Keamanan PBB juga telah mengeluarkan banyak resolusi yang menentang perluasan permukiman tersebut.
Pada Agustus 2025, otoritas Israel menyetujui pembangunan proyek pemukiman kontroversial yang secara efektif akan membagi Tepi Barat menjadi dua. Wilayah ini, termasuk Yerusalem Timur dan Gaza, diklaim oleh Palestina sebagai wilayah negara masa depan mereka.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












