Renungan Harian Katolik: Keselamatan yang Dilihat oleh Simeon
Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,
Dalam perayaan Natal, kita diingatkan akan pentingnya kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan. Seperti Simeon, seorang pria yang telah menantikan kedatangan Juruselamat selama bertahun-tahun, kita juga diajak untuk menjalani hidup dengan harapan dan keyakinan yang teguh. Ketika akhirnya pengharapan itu terwujud, ia merasa sangat bersukacita dan hidupnya pun berubah.
Dalam Injil Lukas, kita membaca kisah tentang Simeon yang mengenal Allah dengan baik dan hidupnya sepenuhnya diabdikan untuk menyembah dan memuji-Nya. Kepatuhan Simeon terhadap perintah-perintah Allah adalah tanda bahwa ia benar-benar mengenal Tuhan. Seperti yang disampaikan Rasul Yohanes, “Inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1Yoh. 2:3). Simeon adalah contoh nyata dari seseorang yang hidup benar dan saleh karena ia selalu taat pada kehendak Tuhan.
Ketika Yesus datang, dibawa oleh orangtuanya, Yosef dan Maria, Simeon menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Ia berkata, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel” (Luk. 2:29-32).
Pengharapan Simeon akhirnya terpenuhi ketika ia melihat Yesus, Sang Anak yang lahir di Betlehem. Ia merasa begitu bahagia karena telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. Itu sudah cukup baginya, dan ia ingin mati karena telah melihat keselamatan dalam diri Yesus bayi mungil itu.
Ada beberapa pesan yang bisa kita petik dari peristiwa ini:
-
Datang ke Bait Allah: Simeon dan Hana datang ke Bait Allah untuk melihat bayi Yesus dan berbicara tentang Dia. Lewat mereka, kita dapat mengetahui dan mengenal Yesus. Orangtua kita, bapa dan mama kita, adalah orang-orang yang beriman teguh kepada Tuhan. Lewat hidup beriman mereka, kita dapat mengenal Tuhan secara baik.
-
Orangtua tua telah memperkenalkan dan menanamkan dasar iman yang mendalam kepada kita. Mereka mengajarkan kita tentang siapa Yesus. Kita harus menghargai pengorbanan mereka dalam membentuk iman kita.
-
Berdoa dan Berpuasa: Simeon dan Hana ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Karena doa yang mendalam, mereka diberi anugerah melihat bayi Yesus. Orangtua mengajak kita untuk mengunjungi Rumah Tuhan, gereja, untuk berdoa dan merayakan Ekaristi.
-
Di dalam rumah Tuhan, kita bertemu dengan Tuhan dan berdialog dengan-Nya tentang seluruh hidup dan keberadaan kita. Di sana, kita percaya bahwa Tuhan ada dan menyertai kita. Orang yang matang doanya, merasakan tuntunan Tuhan dalam hidupnya.
-
Mengucap Syukur kepada Tuhan: Simeon dan Hana mengucapkan syukur kepada Tuhan. Mereka mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Mereka mengajarkan kita untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai prioritas hidup.
-
Tuhan akan mengganjar orang-orang yang berbuat demikian. Mereka yang mengabdikan diri kepada Tuhan tidak akan dikecewakan. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang kita alami, masihkah kita meragukan bahwa Yesus adalah sumber pengharapan, sumber damai, dan sumber sukacita bagi hidup kita?
Kita orang beriman, kita percaya Yesus Sang bayi yang baru lahir. Saya mengajak Anda untuk tinggal semakin dalam bersama Yesus dan berjalan semakin jauh bersama Dia yang selalu memberikan kita kekuatan dan pengharapan. Simeon hanya sempat menggendong Yesus, tetapi kini Yesus tinggal menetap di dalam hati Anda dan saya.
Kita “membawa-Nya” ke mana pun kita pergi. Bukankah itu sesuatu yang jauh lebih luar biasa?
Doa
Ya Allah Bapa Mahabaik, syukur kepada-Mu atas rahmat keselamatan yang boleh kami terima melalui pengenalan dengan Yesus Juruselamat. Semoga sukacita kami selalu kami nyatakan dalam hidup untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus…Amin.
Sahabatku yang terkasih, Salam Damai Natal. NATALKU, NATALMU, NATAL KITA BERSAMA. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












