RAI Mantra: Tidak Ada Diskriminasi Wisatawan Lokal dan Asing di Bali, Klarifikasi Bali Tetap Ramai

Penurunan Wisatawan di Bali: Fakta dan Tanggapan dari Berbagai Pihak

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra memberikan tanggapan terkait isu diskriminasi pelayanan tamu di Bali. Menurutnya, layanan pariwisata Bali lebih bintang lima untuk turis asing dibandingkan wisatawan domestik. Namun, ia menegaskan bahwa isu ini sebenarnya hanya sebuah framing atau cara pandang yang tidak sepenuhnya akurat.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Bali tetap ramai meski mengalami penurunan sekitar 2 persen. Dalam periode Januari hingga 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mencapai 6,8 juta orang, belum mencapai target sebanyak 7 juta orang. Meski demikian, ia menekankan bahwa Bali tetap ramai dengan penurunan yang relatif kecil.

Putri juga menyebut bahwa wisatawan nusantara (wisnu) mengalami penurunan, kemungkinan disebabkan oleh pengaruh cuaca dan faktor lainnya. Namun, ia menilai pergerakan wisata di berbagai daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta meningkat signifikan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Kemenpar telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Kesiapan Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. SE tersebut dilengkapi dengan berbagai modul pendukung seperti modul kebencanaan, penerapan CHSE, panduan implementasi, serta petunjuk teknis manajemen risiko di destinasi pariwisata.

Selain itu, Kemenpar melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan destinasi wisata di berbagai daerah. Menpar Putri juga mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama berwisata dengan memperhatikan informasi dan imbauan terkait kondisi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG.

Libur Nataru menjadi momentum besar dalam pergerakan wisatawan. Kemenpar memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,45 juta orang, sedangkan pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan menembus lebih dari 100 juta perjalanan.

Kemenpar juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pergerakan wisatawan selama Nataru. Di antaranya adalah stimulus diskon tiket pesawat domestik sebesar 13–14 persen serta penyelenggaraan BINA Indonesia Great Sale 2025 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Program ini melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80.000 gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi dengan penawaran diskon sebesar 20–80 persen.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa narasi negatif mengenai sepinya pariwisata Bali tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menyebutkan bahwa data kedatangan wisatawan hingga akhir tahun justru menunjukkan tren positif. Memasuki masa puncak liburan akhir tahun, rata-rata 20.000 wisman tiba setiap hari di Bali. Koster optimistis jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada 2025 akan menembus 7 juta orang.

Peningkatan arus lalu lintas penyeberangan dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Klungkung mulai terjadi sejak Kamis (25/12). Jumlah penumpang mencapai 5.409 orang dengan jumlah pergerakan kapal sebanyak 89 kali. Warsita, Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Pelabuhan Sanur, menyebut bahwa peningkatan ini diprediksi akan berlangsung hingga seminggu setelah tahun baru.

Sementara itu, Ketua PHRI Bali, Cok Ace, mengatakan bahwa angka turis mancanegara masih mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2024. Namun, penyebaran wisatawan ke daerah-daerah lain di Bali disebabkan oleh media sosial. Untuk wisatawan domestik, penurunan terjadi karena adanya bencana alam di Bali yang diekspos berulang-ulang.

Cok Ace juga meminta masyarakat penggiat media sosial agar tidak kembali mengunggah ulang video atau foto bencana banjir menimpa Bali beberapa waktu lalu. Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan fenomena ini, termasuk tentang kenyamanan dan keamanan wisatawan selama di Bali.

Lebih lanjut, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan bahwa isu diskriminasi pelayanan tidak banyak terjadi. Ia menilai bahwa banyak juga orang lokal Bali yang tidak mendapatkan pelayanan dengan baik, dan tidak semua orang asing mendapatkan pelayanan baik. Framing tersebut berhasil membuat kita di Bali seolah-olah anti lokal, padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *