Di Atas Karst, Pengalaman Kuliner Baru di Pantai Drini Gunungkidul

Destinasi Kuliner Unik di Gunungkidul

Gunungkidul kembali menawarkan daya tarik baru bagi para pengunjung yang mencari pengalaman unik. Salah satunya adalah On The Rock, sebuah destinasi kuliner dengan konsep yang sangat menarik. Restoran ini resmi melakukan soft launching pada Jumat (19/12/2025) lalu.

On The Rock berada di atas gugusan batu karst yang megah, memberikan pemandangan langsung ke birunya Samudra Hindia. Tempat ini menjadi alternatif terbaik untuk menikmati keindahan Pantai Drini dari ketinggian. Pengunjung bisa menikmati hidangan sambil melihat pemandangan yang mempesona.

Menyatu dengan Alam

Menurut perwakilan manajemen On The Rock, Sunarko, restoran ini dirancang untuk menyatu dengan alam. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga merasakan harmoni antara estetika arsitektur modern dan keasrian tebing karst.

“Kami menawarkan konsep di mana batuan karst dipadukan langsung dengan indahnya pemandangan Pantai Drini. Ini menjadi pengalaman yang unik bagi pengunjung yang ingin mencari suasana berbeda di Gunungkidul,” ujar Sunarko.

On The Rock memiliki kapasitas hingga 400 kursi, cocok untuk acara keluarga maupun rombongan besar. Untuk masuk ke dalam restoran, pengelola menerapkan sistem tiket masuk yang terjangkau. Harga tiket dibagi menjadi dua kategori, yaitu HTM regular seharga Rp50.000/orang dan HTM Bundling seharga Rp70.000, yang sudah termasuk bonus ice cream.

Dampak Sosial yang Nyata

Selain bisnis dan wisata, On The Rock juga memiliki misi sosial. Sunarko menegaskan bahwa operasional restoran ini sangat mengandalkan potensi sumber daya manusia dari warga lokal. Sekitar 90 persen pegawai berasal dari masyarakat sekitar. Tujuannya adalah memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga di lingkungan Pantai Drini.

Meskipun saat ini baru tahap soft launching, pengembangan terus dilakukan. Pihak manajemen menargetkan restoran ini akan beroperasi secara penuh (full opening) sebelum momen Lebaran tahun depan.

Spot Instagramable yang Menarik

On The Rock juga sangat memanjakan pengunjung yang suka mengabadikan momen. Restoran ini didesain dengan banyak sekali spot Instagramable di setiap sudutnya. Pengunjung bisa bebas berfoto ria dengan latar belakang perpaduan kontras antara tebing karst yang kokoh dan gradasi air laut yang mempesona.

“Kami ingin membuat pengunjung tidak bosan. Sehingga, menghadirkan banyak spot Instagramable hingga live music. Di samping itu, bangunan di sini juga dikonsep outdoor, semi outdoor, hingga indoor,” tutur Sunarko.

Keindahan yang ditawarkan On The Rock langsung menuai pujian dari para pengunjung yang datang. Salah satu pengunjung asal Semarang, Arum (27), mengaku terkesan dengan pemandangan yang disuguhkan.

“Jujur kaget karena pemandangannya sebagus itu. Biasanya kalau ke pantai ya cuma di bawah, tapi dari sini kita bisa lihat garis pantai Drini dari atas tebing karst. Banyak spot fotonya dan musiknya bikin betah lama-lama. Suasananya berasa lagi di beach club Bali, tapi dengan kearifan lokal Gunungkidul,” ujarnya.

Arum juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas live music memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pengalaman berkunjungnya. Menurutnya, mendengarkan musik sembari menatap laut lepas dengan keindahan batu karst memberikan sensasi relaksasi yang jarang ditemukan di tempat lain.

“Sangat nyaman sekali untuk healing. Dan, untuk harga tiket masuk yang dibayarkan sangat sepadan dengan fasilitas dan pengalaman visual yang didapatkan selama berada di sini,” kata dia.

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi keramahan para pegawai terhadap para pengunjungnya. Arum merasa interaksi dengan pegawai memberikan sentuhan hangat yang membuat suasana makan menjadi lebih berkesan.

Bagi Arum, On The Rock bukan sekadar tempat makan, melainkan destinasi wisata lengkap yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

“Sangat rekomendasi bagi yang mau mencari kuliner enak dengan pemandangan keren,” pungkasnya.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *