Budaya  

Seimbangkan Profesi dan Spiritual, PERADI SAI Denpasar Tutup Program Kerja 2025 dengan Tirta Yatra

Penutup Tahun 2025 yang Berkesan

DPC PERADI SAI Denpasar menutup rangkaian program kerja tahun 2025 dengan cara yang berbeda dan bermakna. Tidak memilih vakum kegiatan di akhir tahun seperti banyak organisasi advokat lainnya, DPC PERADI SAI Denpasar justru melaksanakan dua agenda penting sekaligus, yakni program edukasi “Lawyer Goes To School” dan kegiatan kerohanian “Tirta Yatra”. Langkah ini menegaskan komitmen DPC PERADI SAI Denpasar dalam menjaga keseimbangan antara pengabdian profesi hukum kepada masyarakat dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi para anggotanya.

Program Edukasi “Lawyer Goes To School”

Program edukasi “Lawyer Goes To School” dilaksanakan pada 9 Desember 2025 di Taman Rama Intercultural School, sebuah sekolah internasional di Bali. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 12 yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia perguruan tinggi. Berbeda dari kegiatan serupa, edukasi hukum yang diberikan disampaikan dalam Bahasa Inggris, menyesuaikan dengan latar belakang internasional para siswa.

Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan profesi advokat, tahapan yang harus dipersiapkan sejak dini, serta gambaran luas mengenai pilihan bidang studi hukum, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program ini dikoordinir oleh Komite Kerja Sama Antar Instansi dan Institusi DPC PERADI SAI Denpasar, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran hukum generasi muda sekaligus membuka wawasan mereka terhadap dunia profesi hukum secara global.

Kegiatan Kerohanian “Tirta Yatra”

Sebagai puncak kegiatan penutup tahun 2025, DPC PERADI SAI Denpasar menggelar Tirta Yatra pada 20 Desember 2025. Kegiatan spiritual ini dilaksanakan di dua pura suci di kawasan Bali Utara, yakni Pura Melanting dan Pura Kerta Kawat, Kabupaten Buleleng. Tirta Yatra merupakan perjalanan spiritual umat Hindu untuk bersembahyang, menyucikan diri secara lahir dan batin, serta memperkuat sraddha (iman) dan bhakti (pengabdian) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pemilihan Tirta Yatra sebagai agenda penutup tahun bukan tanpa alasan. Selain sebagai sarana refleksi dan penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur atas kelancaran, keberkahan, dan kesuksesan yang telah diraih pengurus serta anggota DPC PERADI SAI Denpasar sepanjang tahun 2025 dalam menjalankan tugas profesi sebagai advokat.

Ketua DPC PERADI SAI Denpasar, I Wayan Purwita, SH., MH., CLA, yang turut hadir dalam Tirta Yatra, menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan periode yang sangat sibuk dan penuh tantangan. Selain menjalankan program rutin seperti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), dan Penyumpahan Advokat, DPC PERADI SAI Denpasar juga sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-IX DPC Denpasar. Tak hanya itu, organisasi ini juga berperan penting dalam menyukseskan Musyawarah Nasional PERADI SAI yang digelar di Hotel Anvaya Kuta.

Munas tersebut menandai terjadinya suksesi kepemimpinan nasional yang berlangsung damai, harmonis, dan penuh keakraban, dari Dr. Juniver Girsang, SH., MH kepada Harry Ponto, SH., LLM sebagai Ketua Dewan Nasional PERADI SAI masa bakti 2025–2030.

Makna Pura Kerta Kawat

Pemilihan Pura Kerta Kawat sebagai salah satu tujuan Tirta Yatra memiliki makna khusus. Hal ini dijelaskan oleh I Nengah Jimat, SH., C.Med., Sekretaris DPC PERADI SAI Denpasar, bersama Putu Pande Maya Arsanty, SH., MH., selaku Bendahara DPC. Pura Kerta Kawat dipercaya sebagai simbol pengadilan dan tempat bersthananya Ide Bagus Bajre (Dewa Hakim Agung), putra Dang Hyang Nirartha. Secara spiritual, pura ini diyakini memiliki energi yang kuat untuk membantu urusan hukum, keadilan, dan keseimbangan batin.

Nilai tersebut selaras dengan visi DPC PERADI SAI Denpasar, yakni mewujudkan organisasi advokat yang “JAYA dan MULIA”, tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga berlandaskan moral dan spiritual yang kuat.

Kesimpulan

Melalui rangkaian kegiatan di akhir tahun 2025 ini, DPC PERADI SAI Denpasar menunjukkan bahwa organisasi advokat modern tidak hanya dituntut profesional dalam praktik hukum, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pendidikan generasi muda serta penguatan nilai-nilai keimanan. Penutupan tahun dengan Tirta Yatra menjadi simbol harmonisasi antara tugas duniawi dan spiritual, sekaligus refleksi bahwa keadilan sejati lahir dari keseimbangan akal, etika, dan ketulusan hati.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *