Mengapa Anjing Sembunyikan Makanan dan Mainannya?

Perilaku Anjing Menyembunyikan Makanan: Bukan Tanda Kecemasan, Tapi Jejak Evolusi

Pernah melihat anjing Anda menyelipkan camilan ke balik selimut, menyembunyikannya di antara bantal sofa, atau bahkan menguburnya di halaman rumah? Sekilas, perilaku ini tampak aneh—seolah anjing sedang bersiap menghadapi kiamat atau takut kelaparan di masa depan. Namun, anggapan itu keliru.

Menurut Mia Cobb, Research Fellow di Animal Welfare Science Centre, The University of Melbourne, perilaku menyembunyikan makanan atau mainan pada anjing bukanlah tanda kecemasan akan bencana. Sebaliknya, perilaku ini merupakan “jejak evolusi” yang masih tertanam kuat dalam diri anjing modern.

“Perilaku ini menunjukkan bagaimana masa lalu evolusioner anjing masih membentuk cara mereka bertindak hari ini,” jelas Cobb.

Menariknya, dari kebiasaan sederhana ini, manusia justru bisa belajar cara membantu anjing hidup lebih sejahtera.

Apa Itu “Caching” dan Mengapa Anjing Melakukannya?

Dalam ilmu perilaku hewan, kebiasaan menyimpan makanan di tempat tersembunyi disebut caching. Perilaku ini tidak hanya dilakukan anjing, tetapi juga banyak hewan lain, mulai dari tupai, burung gagak, hingga serigala.

Secara umum, caching terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. Larder Hoarding

    Ini adalah strategi menyimpan makanan di satu atau dua lokasi utama. Contohnya, tupai yang menimbun kacang di satu tempat untuk persediaan selama musim dingin.

  2. Scatter Hoarding

    Pada strategi ini, makanan disimpan di banyak lokasi kecil yang tersebar. Tujuannya untuk mengurangi risiko kehilangan seluruh persediaan jika direbut hewan lain. Pola ini umum ditemukan pada kanid liar seperti rubah dan serigala.

Perilaku anjing rumahan saat ini lebih dekat dengan scatter hoarding—sebuah naluri warisan dari nenek moyang mereka yang hidup berburu. Pada masa itu, ketersediaan makanan tidak menentu, sehingga menyimpan “kelebihan” makanan menjadi strategi penting untuk bertahan hidup.

Anjing modern diketahui mengandalkan indra penciuman dan memori spasial untuk mengingat lokasi tempat mereka menyembunyikan benda-benda berharga, seperti makanan, camilan, atau mainan favorit.

Apakah Anjing Menyembunyikan Makanan karena Takut Tidak Diberi Makan?

Jawabannya: tidak.

Ketika anjing membawa mainan ke sudut rumah yang sepi, menggeser selimut untuk menutupi camilan, atau mengubur tulang di halaman, mereka tidak sedang berpikir bahwa pemiliknya akan lupa memberi makan minggu depan.

Perilaku ini murni digerakkan oleh mekanisme bertahan hidup bawaan, bukan oleh kecemasan akan masa depan.

Namun, ada pengecualian tertentu. Anjing yang pernah mengalami kelangkaan makanan atau stres, misalnya anjing yang sebelumnya hidup terlantar di jalan, bisa menunjukkan perilaku caching lebih sering sebagai bentuk mekanisme koping.

Selain itu, perilaku ini juga cenderung lebih umum pada ras yang sejak awal dikembangbiakkan untuk berburu, seperti terrier dan hound.

Apakah Kebiasaan Ini Perlu Dikhawatirkan?

Dalam kebanyakan kasus, tidak.

Jika kebiasaan menyembunyikan barang terasa mengganggu di rumah, penting untuk melihat penyebab dasarnya. Bagi anjing, perilaku adalah cara berkomunikasi. Banyak perilaku yang dianggap bermasalah oleh manusia—seperti menggonggong, menggali, atau melompat—sebenarnya adalah perilaku alami anjing yang hanya “tidak cocok” dengan situasi tertentu.

Saat kita mengajak anjing hidup di dalam rumah, kita juga perlu menyediakan saluran yang sehat bagi naluri alaminya, antara lain:

  • Aktivitas fisik harian yang cukup
  • Interaksi sosial yang mereka nikmati
  • Stimulasi mental secara rutin

Cara Sehat Menyalurkan Naluri Menyimpan Makanan

Salah satu solusi yang disarankan para ahli adalah penggunaan snuffle mat atau mainan puzzle interaktif untuk makan lambat (slow feeder).

Alat-alat ini memungkinkan pemilik menyembunyikan makanan atau camilan di lipatan kain, kompartemen, atau permukaan bertekstur. Anjing kemudian perlu “memecahkan masalah” untuk mendapatkan makanannya.

Manfaatnya tidak main-main yakni membuat anjing lebih fokus dan terlibat, mengurangi kebosanan dan kecemasan, memuaskan naluri alami mencari dan menyimpan makanan, hingga mengurangi kebiasaan menggali halaman atau menyembunyikan barang di tempat yang tidak diinginkan.

Jika perilaku menyimpan disertai menggeram atau mempertahankan makanan dari manusia atau anjing lain—yang dikenal sebagai resource guarding—pemilik perlu mengambil langkah ekstra demi keamanan bersama.

Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menyediakan mainan atau kunyahan lebih banyak daripada jumlah anjing untuk mengurangi rasa kompetisi
  • Memberi makan anjing di area terpisah, misalnya dengan pintu atau pagar pengaman anak
  • Berkonsultasi dengan dokter hewan atau profesional perilaku hewan jika masalah berlanjut

Perilaku Alami yang Tak Perlu Diperdebatkan

Jika Anda masih merasa ragu atau khawatir dengan kebiasaan anjing menyembunyikan barang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan atau meminta rujukan ke ahli perilaku hewan yang kompeten.

Namun, untuk sebagian besar kasus, Anda bisa bernapas lega. Saat melihat anjing dengan penuh kesungguhan “menyimpan” harta karunnya, itu bukan protes atas rasa camilan atau tanda kepanikan akan kiamat. Itu adalah perilaku alami—sebuah cerminan masa lalu liar mereka yang masih hidup dalam keseharian anjing modern.

Dan justru dari situlah, kita bisa belajar untuk menjadi pemilik yang lebih memahami dan peduli.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *