Evaluasi Program Desa Bersinar dan Pelatihan Seni Decoupage di Tulungagung
BNN Kabupaten Tulungagung kembali menggelar kegiatan evaluasi pelaksanaan fasilitasi intervensi sumber daya pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (17/11/2025) di Barn Meeting and Convention Hall, Tulungagung. Acara ini menjadi agenda strategis untuk menilai efektivitas implementasi Program Desa Bersinar sekaligus memperkuat peran masyarakat desa dalam menghadapi isu narkoba yang semakin kompleks.
Kegiatan dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai elemen strategis desa, seperti Perangkat Desa, BUMDes, PKK, Karang Taruna, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Forum Anak, hingga Tim Pendamping Keluarga. Acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Anti Narkotika, Doa, dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia, Sambutan Resmi Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, serta pengisian Kuesioner Indeks Kabupaten / Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025.
Fungsi IKOTAN dalam Penilaian Kesiapan Wilayah
Instrumen IKOTAN berfungsi untuk memetakan tingkat kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika, sekaligus menjadi indikator kebijakan yang penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan strategi pencegahan berbasis bukti (evidence-based prevention).
Dalam sambutannya, Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, Ibu Rose Iptriwulandhani, S.Psi., M.M. menegaskan bahwa narkoba saat ini bukan lagi sekadar persoalan kriminal, melainkan sebuah krisis multidimensi yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi, kohesi sosial, hingga stabilitas keamanan nasional. Beliau mengutip keberhasilan BNN RI dalam mengungkap penyelundupan 2 ton sabu sebagai bukti eskalasi ancaman narkotika yang bersifat transnasional dan terorganisasi.
Peran Desa sebagai Benteng Pertahanan
Beliau menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum saja. Pembangunan desa harus memuat unsur ketahanan terhadap narkoba, dengan desa menjadi benteng pertahanan pertama.
Selanjutnya, penyampaian materi dan sesi diskusi dipandu oleh Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bapak Suroso, S.Sos., M.M. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Sosial, Budaya dan Partisipasi Masyarakat DPMD Kabupaten Tulungagung, Ibu Dian Naufalia, S.E., M.E. dengan menyoroti peran strategis sumber daya pembangunan desa dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Integrasi Program Pencegahan Narkoba dalam Pembangunan Desa
Pendekatan ini menekankan integrasi program pencegahan narkoba ke dalam berbagai aspek pembangunan desa, mulai dari kebijakan, partisipasi masyarakat, hingga optimalisasi kelembagaan lokal seperti BUMDes, PKK, Karang Taruna, dan Forum Anak. DPMD menegaskan bahwa keberhasilan Program Desa Bersinar tidak semata ditentukan oleh intervensi BNN, tetapi oleh kualitas tata kelola desa dan kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap dinamika sosial yang berkembang.
Pelatihan Seni Decoupage sebagai Alternatif Pemberdayaan
Selain DPMD, kegiatan ini menghadirkan perspektif pemberdayaan alternatif melalui Pelatihan Seni Decoupage, yang difasilitasi oleh narasumber dari Rotary Club of Batu. Decoupage, berasal dari bahasa Prancis découper yang berarti menggunting / memotong, merupakan seni kerajinan yang mengaplikasikan potongan gambar pada media tertentu seperti kayu, kaca, logam, atau kerajinan rumah tangga lainnya, kemudian dilapisi lem dan vernis sehingga menghasilkan kerajinan dekoratif / karya seni rupa.
Manfaat Seni Decoupage dalam Pemberdayaan Masyarakat
Pendekatan seni ini memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah dipelajari oleh berbagai kelompok usia, biaya produksi rendah dengan memanfaatkan limbah / sampah yang tak memiliki nilai jual, bernilai estetis tinggi sehingga memiliki potensi ekonomi kreatif, serta memiliki fungsi pemberdayaan, sebagai aktivitas positif yang mengurangi kerentanan terhadap perilaku berisiko.
Pada kesempatan hari ini, Pelatihan Decoupage secara khusus memanfaatkan botol kaca bekas dan kayu sebagai media utama. Pemanfaatan benda – benda tersebut dipilih secara khusus untuk menjawab persoalan limbah rumah tangga yang sering diabaikan. Limbah botol yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar diolah menjadi produk dekoratif yang memiliki nilai jual.
Keterlibatan Peserta dalam Pelatihan
Dibantu oleh Ibu Nurul Faridah dari lembaga yang sama, beliau juga memaparkan bagaimana seni dan kreativitas dapat berperan penting dalam meningkatkan efektivitas monitoring serta evaluasi Program Desa Bersinar. Produk – produk kreatif dapat dijadikan media kampanye visual, alat edukasi, atau souvenir anti narkoba yang memperkuat pesan pencegahan pada masyarakat.
Antusiasme peserta tampak jelas selama sesi praktik. Mereka terlibat aktif dalam proses pembuatan karya, berdiskusi mengenai peluang usaha, hingga mengevaluasi potensi pemasaran produk – produk hasil decoupage. Hal ini mengindikasikan adanya modal sosial yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut dalam kerangka pemberdayaan masyarakat desa.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Secara keseluruhan, pelaksanaan evaluasi dan pelatihan kali ini memperlihatkan bahwa Desa Rejoagung tidak hanya memperkuat komitmennya sebagai Desa Bersinar, tetapi juga membuktikan bahwa penguatan ketahanan masyarakat dapat dicapai melalui integrasi antara kreativitas, kesadaran lingkungan, sinergitas serta kolaborasi berbagai pihak. Inovasi sederhana berbasis seni seperti Decoupage, ketika disinergikan dengan berbagai program lintas sektor dapat menjadi instrumen pendukung dalam menciptakan lingkungan desa yang adaptif, responsif dan berdaya dalam menghadapi ancaman narkoba.
Dengan demikian, Desa Rejoagung menunjukkan potensi untuk menjadi role model, baik dalam penguatan ketahanan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional. Dari ruang kreativitas ini, lahir harapan baru bahwa desa – desa di Tulungagung dapat menjadi percontohan nasional dalam membangun lingkungan yang sehat, tangguh, produktif, berdaya saing dan berkelanjutan bagi generasi selanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












