Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Barat
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana di Jorong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (1/12/2025). Ia tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam kunjungannya, Prabowo menggunakan mobil Alphard berwarna putih dan ditemani hiasan bendera merah putih. Ia mengenakan baju berwarna kream dan topi berwarna biru.
Teriakan antusias warga langsung menyambut kedatangan Presiden. Beberapa warga bahkan berebut ingin bersalaman dengan Prabowo. Ia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa duka atas korban jiwa yang terkena dampak bencana. “Saya turut berduka cita dan berdoa agar bapak-bapak dan ibu-ibu tetap tabah, tegar, dan percaya bahwa beban ini tidak kita pikul sendiri,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa kerusakan akibat bencana akan segera diperbaiki. Infrastruktur seperti listrik telah hampir seratus persen diperbaiki, dan air juga akan segera dibenahi agar masyarakat tidak kesulitan. Ia menekankan bahwa pemerintah RI adalah milik rakyat, sehingga segala kekayaan negara akan digunakan untuk membantu masyarakat. Bantuan untuk warga terdampak juga telah banyak tersalurkan.
“Alhamdulillah cuaca sudah membaik, alhamdulillah juga bantuan sudah banyak yang sampai,” kata Prabowo. Ia meninggalkan Nagari Kasang sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menuju Jakarta.
Korban Jiwa Banjir Bandang di Kabupaten Agam Mencapai 120 Orang
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga Minggu (30/11/2025) pukul 23:00 WIB, tercatat sudah ada 120 jasad ditemukan. Sementara jumlah korban hilang dilaporkan sebanyak 74 orang.
Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menyebutkan bahwa korban yang mengungsi mencapai 6.300 jiwa. Selain korban jiwa, kerusakan fasilitas umum juga cukup banyak. Data terbaru menunjukkan kerusakan rumah dengan skala berat mencapai 83 unit dan sedang sebanyak 50 unit. Rumah rusak ringan terhitung 704 unit. Sementara jembatan rusak 4 unit dan 88 fasilitas sekolah. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp59.820.413.000.
Roza Syafdefianti menambahkan, Pemkab Agam saat ini memerlukan beberapa peralatan dalam kondisi mendesak. Di antaranya alat berat untuk proses evakuasi, kendaraan operasional, hingga logistik. “Kebutuhan mendesaknya berupa alat berat, kendaraan operasional, sdm, APD, dan logistik,” sebutnya.
Korban Meninggal Dunia Akibat Galodo Padang Panjang Terus Bertambah
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang terus bertambah hingga Senin (1/12/2025) sore. Berdasarkan data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang, korban meninggal dunia mencapai 34 orang.
Data tersebut diupdate pada Senin (1/12/2025) hingga pukul 17:15 WIB. Kalaksa BPBD Padang Panjang, Nofi Yanti, membenarkan terkait 34 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Padang Panjang tersebut. “Total korban jiwa hingga Senin (1/12/2025) pukul 17:15 WIB, mencapai 34 orang,” ungkapnya.
Dari 34 orang meninggal dunia tersebut, sebanyak 19 orang berasal dari kartu keluarga Padang Panjang. Sementara itu, terdapat 15 orang meninggal dunia dengan kartu keluarga di luar Padang Panjang.
Gotong Royong Warga Pagadih Agam Buka Akses Jalan dengan Alat Seadanya
Masyarakat Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam beramai-ramai melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan baru pasca diterjang berbagai bencana alam. Gotong royong ini dilakukan oleh semua warga di setiap jorong di Nagari Pagadih sejak Sabtu hingga Senin (29/11-1/12/2025).
Salah satu masyarakat, Jefri, mengatakan semua masyarakat di setiap jorong di Nagari Pagadih beramai-ramai melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan baru. “Akses jalan tertutup akibat longsor dan ambles, sehingga terpaksa membuka jalan baru, setapak, agar bisa dilewati kendaraan roda dua,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025).
Kegiatan gotong royong untuk membuka akses jalan di Nagari Pagadih, sudah dilakukan semenjak Sabtu (29/11/2025) lalu. “Hari ini, kami juga masih gotong royong untuk membuka akses jalan baru, agar bisa menghubungkan antar jorong kembali,” ucapnya.
“Akses jalan yang dibuka berlokasi di Jorong Pagadih Ilia menuju Jorong Pagadih Mudiak agar bisa dilalui. Kami juga menunggu alat berat datang,” sambungnya. Kata Jefri, tidak hanya laki-laki, perempuan juga ikut berkontribusi pada gotong royong bersama tersebut. Namun, perempuan lebih dikhususkan untuk memasak makanan di lokasi gotong royong dilakukan.
“Untuk seluruh jorong berkontribusi, baik bapak-bapak, maupun ibu-ibu yang memasak untuk makan siang,” pungkasnya. Sampai Senin sore, masyarakat sudah berhasil membuka dua titik jalan di Nagari Pagadih. “Kurang lebih sekitar 150 meter jalan sudah berhasil dibuka dan bisa dilalui oleh kendaraan,” tuturnya. Ia juga mengungkapkan, alasan masyarakat bergotong royong tanpa menunggu bantuan dari luar, karena akses jalan lumpuh dan warga membutuhkan bantuan logistik. “Di sini akses jalan juga masih banyak longsor, sehingga banyak kendaraan yang tidak bisa masuk ke Pagadih,” tambahnya.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












