Perkenalan dengan Penghargaan yang Bersejarah
Jakarta, pada hari Selasa (11/11/2025), Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia, Lilik Oetama, menerima penghargaan medali Pro Ecclesia et Pontifice dari Paus Leo XIV. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Nunsius Apostolik Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Mgr Piero Pioppo, di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan karena kontribusi Lilik dalam membantu persiapan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun sebelumnya. Diketahui bahwa Paus Fransiskus melakukan kunjungan kenegaraan dan pastoral ke Indonesia pada bulan September 2024. Medali Pro Ecclesia et Pontifice diberikan kepada individu yang dinilai memberikan pelayanan luar biasa kepada Gereja Katolik dan Paus.
Lilik mengaku sangat terkesan menerima penghargaan tersebut, karena diberikan oleh Paus Leo XIV. “Saya sangat berkesan karena penghargaan ini diberikan oleh Paus Leo XIV,” ujarnya seusai menerima medali tersebut.
Deskripsi Medali yang Diberikan
Medali Pro Ecclesia et Pontifice memiliki bentuk salib yang terbuat dari emas. Di sisi depan medali terukir gambar Santo Petrus dan Santo Paulus. Di lengan kiri salib terdapat tulisan “Pro Ecclesia” (untuk Gereja), sedangkan di lengan kanan terdapat tulisan “Et Pontifice” (dan Paus). Medali emas ini kemudian disematkan pada sebuah pita berwarna Vatikan, yaitu kuning dan putih.
Para Hadirin Saat Penyematan Medali
Penyematan medali tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, dan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Hadir pula mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016-2019) dan Mantan Menteri Perhubungan (2014-2016) Ignasius Jonan serta Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (2014-2019) Susi Pudjiastuti. Juga hadir sejumlah duta besar, uskup, rohaniwan Katolik, serta para pemuka agama lainnya.
Pesan Perpisahan dari Nunsius Apostolik
Sebelum penyematan medali kepada sejumlah rohaniwan dan tokoh, Nunsius Apostolik Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Mgr Piero Pioppo, menyampaikan pesan-pesan perpisahannya. Ia menyatakan akan mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Vatikan untuk Spanyol dan Kerajaan Andorra.
Mgr Pioppo menyampaikan terima kasih yang mendalam terhadap negara Indonesia, kepada gereja-gereja yang ada di Indonesia, kepada para diplomat, kepada keluarga dan para individu. “Syukur kepada Allah, terima kasih banyak, dan Tuhan memberkati,” ujarnya dalam bahasa Indonesia.
Sejarah Medali Pro Ecclesia et Pontifice
Sebagai informasi, Medali Pro Ecclesia et Pontifice pertama kali diberikan oleh Paus Leo XIII pada 17 Juli 1888 untuk memperingati yubileum emas imamatnya. Selanjutnya, pada Oktober 1898 tanda kehormatan ini dijadikan sebagai penghargaan permanen. Penerima medali umumnya dinilai telah berjasa untuk Gereja Katolik dan Paus.
Penerima medali Pro Ecclesia et Pontifice pertama dari Indonesia adalah Barnabas Sarikromo pada tahun 1928. Penghargaan itu diberikan oleh Paus Pius XI saat Sarikromo menjadi katekis pertama di Jawa mendampingi Romo Frans Van Lith SJ.












