Kepanikan Roy Suryo Cs Pasca Laporan Rismon SP3, Dokter Tifa Cari Senjata Baru: Tidak Bisa Diberi Tahu

Peneliti Rismon Sianipar Mengajak Roy Suryo Berdebat Langsung

Peneliti Rismon Sianipar kini mengajak mantan rekan kerjanya, Roy Suryo, untuk berdebat secara langsung terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Hal ini dilakukan setelah kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan Jokowi terhadap dirinya telah mendapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Menurut Roy Suryo, ia kini sudah bisa tidur nyenyak setelah berdamai dengan Jokowi. Rismon yang sebelumnya bersikeras menyebut ijazah Jokowi palsu kini berbalik arah. Ia yakin adanya temuan baru yang membuktikan bahwa ijazah Jokowi asli.

Rismon juga meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya. “Sejak bertemu dengan keluarga Pak Jokowi dan Mas Gibran ya sudah tidur nyenyak ya. Yang gak tidur nyenyak kan yang di sana,” kata dia sambil tertawa.

Menurut Rismon, perdamaian antara dirinya dengan Jokowi tidak berkaitan dengan uang. “Jadi semua ini jangan digiring bahwa ada faktor duit atau apapun. Kalau ada yang berpikir seperti itu, berarti dialah yang menginginkan duit itu. Mereka sajalah yang memikirkan duit itu,” ujar Rismon.

Ia menegaskan bahwa secara logika, seharusnya dirinya yang memberi uang ke Jokowi, bukan sebaliknya. “Orang meminta maaf seharusnya yang membayar ganti rugi itu pihak yang meminta maaf, logikanya jangan jongkok. Kita selesaikan isu liar itu,” tambahnya.

Dengan adanya SP3, Rismon akan membantu pihak kejaksaan untuk mengungkap siapa Roy Suryo yang sebenarnya. “Saya akan membantu pihak kejaksaan untuk menelanjangi siapa sebenarnya Roy Suryo itu, sebenarnya tanpa saya pun gampang,” katanya.

Pada buku Jokowi White Paper, Rismon menyebut bahwa 49 halaman yang ditulis oleh Roy Suryo tidak memiliki nilai ilmiah sama sekali. “Klaim bohong 99,99 persen palsu itu kan kebohongan yang terus diulang-ulang sehingga publik percaya kalau Roy Rusyo peneliti,” ujarnya.

Menurut Rismon, Roy Suryo sama sekali tidak pernah belajar soal penelitian tersebut. Sehingga, ia tidak pantas disebut sebagai peneliti, apalagi tulisan-tulisannya tidak berdasarkan penelitian ilmiah. “Pembohongan publik yang terus diulang-ulang, seolah dia dewa yang tidak pernah salah, pakar yang paling pakar se-Indonesia, dan itu dipercaya publik, menurut kalian benar gak seperti itu?” tanya Rismon.

Rismon kemudian menantang Roy Suryo untuk berdebat secara langsung, tanpa bantuan Dokter Tifa. “Roy Suryo saya tantang, gak usah bawa cheers leader-nya, dua orang aja. Di sebuah podcast atau tv, biar jangan ngelantur,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rismon juga mengungkap bahwa dirinya sudah diperiksa sebagai saksi mahkota terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa. “Dan saya sudah mengisi BAP saksi mahkota terhadap Roy Suryo dan Bu Tifa,” ucapnya.

Di akun Twitternya, Dokter Tifa menyindir Rismon. Ia menyebut bahwa Rismon Sianipar tidak bisa diatur. Begini isi cuitannya:

“Sejak awal kemunculannya dia membabi buta. Semua diserang dengan caci maki brutal yang membuat dia mendadak jadi Hero from nowhere. Dengan gelar yang kata para Termul gelar palsu, Dr.Eng dan M.Eng yang diakuinya diperoleh dari Yamaguchi.”

Terus terang. Pertama bertemu saya dan mas Roy terpikat dengan keberanian dan kegarangannya. Yang aneh sebetulnya karena tiap tampil dimanapun, soal Ijazah palsu hanya sebentar dia bahas, bahasan berikutnya adalah caci maki sumpah serapah kepada Tiga Jendral Polisi.

Jendral TITO KARNAVIAN Jendral MUHAMMAD NUH AL AZHAR Jendral KHRISNA MURTI Bayangkan dimanapun dia kami ajak, DPR, Ombudsman, Kompolnas, Komnas HAM Bahkan di TV-TV Sumpah serapah dan caci maki dia terhadap ketiga Jendral Polisi itu tak pernah lupa dia hamburkan dengan tudingan jari dan mata melotot.

Herannya setahun berlalu dia bebas-bebas saja. Mengumpat kesana kemari HEI… TITO KARNAVIAN! MUHAMMAD NUH AL AZHAR! KHRISNA MURTI! Baxxxxxxzzzzzttt!!! Pokoknya begitulah.

Pernah, sewaktu saya berinisiatif mengajaknya ke Kompolnas, itu adalah Komite Pengawas Kinerja POLRI Yang seharusnya kami bahas fokus Ijazah yang kata si Omon ini 11.000 triliun% palsu, Lha di tengah-tengah presentasi dia tunjuk-tunjuk CCTV dan teriak-teriak: HEI KAU TITO KARNAVIAN! MUHAMMAD NUH AL AZHAR KHRISNA MURTI! Waduuuh….

Sontak saya sembunyikan muka! Hushh hussh saya bilang..fokus dong ke Ijazah, kenapa sih selalu caci maki orang? Bisik saya. Mati aku.

Anak ini benar-benar ngga bisa diberi tahu. Dia yang merasa punya masalah dengan Jendral Tito Karnavian, Muhammad Nuh Al Azhar, dan Khrisna Murti, saya bisa kena getahnya nih, pikir saya.

Makanya Kalau benar dia, dengan kasus Ijazah, dia dapat SP3, saya pikir-pikir Apakah Jendral Tito Karnavian, Jendral Khrisna Murti, dan Jendral Muhammad Nuh Al Azhar ini kalah sakti ya sama Si Omon dari Balige ya?

Bayangkan! Caci maki tersangka kali tetap saja dibiarkan si Omon ini melenggang keluar dari POLDA bebas dari Tersangka.

Wes Tah. Mbuh lah. Buku yang dia jual ini dengan foto-foto Para Jendral yang dia caci maki, masih menghasilkan cuan lewat online bookstore.

Eits, di CV Pengarang masih menulis Dr Eng dan M.Eng dari Yamaguchi! Enak ya Mon.

Caci maki semua orang, lalu dapat SP3? Pak Tito, Pak Khrisna, Pak Nuh, gimana tuh kalah sama Si Omon,” tulisnya.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *