Bisnis  

Jakpro tingkatkan integrasi JIS dengan Stasiun KRL Commuter Line

Integrasi Transportasi Massal di Kawasan JIS

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperkuat integrasi transportasi massal dengan membangun Stasiun Commuter Line (KRL) di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Proyek ini dilakukan melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan, serta PT Kereta Api Indonesia, dengan dukungan dari PT Jakarta Propertindo sebagai pengelola kawasan.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyampaikan bahwa kehadiran stasiun KRL di kawasan JIS akan menjadi terobosan penting dalam mendukung operasional stadion secara menyeluruh.

“Stasiun KRL ini akan terletak di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujarnya.

Pembangunan stasiun ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara. Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik, sehingga JIS tidak hanya berfungsi sebagai stadion, tetapi juga sebagai pusat kegiatan multifungsi.

Target Operasional dan Dampak yang Diharapkan

Stasiun KRL JIS ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik internasional.

Dengan kapasitas angkut yang besar, KRL dinilai mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan JIS. “KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapasitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” lanjut Iwan.

Selain itu, keberadaan stasiun ini diharapkan mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga dapat secara signifikan mengurangi kemacetan di Jalan RE Martadinata dan sekitarnya saat berlangsungnya acara besar.

Secara keseluruhan, penguatan akses transportasi publik ini turut mendukung pemenuhan standar internasional JIS, termasuk persyaratan FIFA, sekaligus meningkatkan peluang stadion ini menjadi tuan rumah berbagai ajang global.

Infrastruktur Pendukung dan Konsep Green Building

Saat ini, kawasan JIS telah terhubung dengan berbagai moda transportasi publik, termasuk Transjakarta, KRL Commuter Line, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sepanjang 466 meter yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol. Infrastruktur ini juga sejalan dengan konsep green building yang diusung JIS sebagai stadion modern berkelanjutan.

[GAMBAR-0]

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta

Pada Selasa, 7 April 2026 lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pembangunan Stasiun JIS akan rampung pada Mei 2026 dan siap beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

“Dengan demikian, ketika perayaan ulang tahun Jakarta berlangsung pada Juni dan kegiatan dipusatkan di JIS maupun Ancol, masyarakat dari berbagai wilayah akan semakin mudah untuk hadir,” ujar Gubernur Pramono.

Ia juga menegaskan bahwa JIS merupakan simbol masa depan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan berkelanjutan. Lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan kawasan wisata Ancol dan pusat aktivitas ekonomi Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikan JIS sebagai aset penting yang harus didukung oleh sistem transportasi terintegrasi.

[GAMBAR-1]

“Saya meyakini masa depan Jakarta ada di kawasan ini. Karena itu, konektivitas terus diperkuat, termasuk melalui pembangunan JPO yang menghubungkan JIS dengan Ancol,” tambah Pramono.

Masa Depan Jakarta yang Terintegrasi

Dengan terintegrasinya Stasiun KRL JIS sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik dan pengembangan kawasan TOD, diharapkan mobilitas masyarakat menuju stadion akan semakin mudah, sekaligus menghidupkan kawasan ini sebagai ruang publik yang inklusif dan dinamis.

“JIS adalah kebanggaan Jakarta—stadion bertaraf internasional yang tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang bersama bagi berbagai aktivitas masyarakat,” tandasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *