Sejarah Baru dalam Layanan Kesehatan Jantung di Sulawesi Tengah
RSUD Undata Palu berhasil melakukan operasi bedah jantung terbuka perdana, yang menjadi titik penting dalam pengembangan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Operasi ini menandai kemampuan daerah untuk menangani penyakit jantung serius tanpa harus merujuk ke luar daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengambil langkah signifikan dengan memastikan seluruh warga yang memiliki KTP Sulawesi Tengah mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini mencakup biaya tindakan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terkendala oleh biaya atau akses layanan kesehatan.
Program Berani Sehat dan Komitmen Pemprov
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menyampaikan bahwa Program Berani Sehat terus didorong untuk memastikan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Ia menegaskan bahwa semua warga dengan KTP Sulawesi Tengah akan dilayani, dan jika ada biaya yang tidak ditanggung BPJS, itu menjadi tanggung jawab provinsi.
“Tidak boleh ada lagi masyarakat kita yang sakit tetapi tidak bisa berobat karena alasan biaya,” ujarnya dalam sambutannya pada Press Conference Bedah Jantung Terbuka Perdana di RSUD Undata Palu, Jumat (1/8/2026).
Dalam pelaksanaan operasi perdana, dua pasien berhasil menjalani operasi bypass jantung terbuka tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Seluruh proses dilakukan di RSUD Undata Palu dengan dukungan penuh dari tenaga medis serta peralatan canggih yang disiapkan secara khusus oleh Pemerintah Provinsi.
“Saya tidak setengah-setengah. Semua alat yang dibutuhkan saat persiapan operasi perdana telah kami penuhi. Saya bersama Bapak Gubernur sangat konsen dengan program Berani Sehat. Selanjutnya semua tindakan untuk pasien Sulawesi Tengah harus ditangani di rumah sakit yang ada di daerah kita,” tambahnya.
Pengembangan Layanan Spesialistik
Reny A Lamadjido juga menegaskan komitmen Pemprov untuk terus memperkuat layanan spesialistik di daerah. Jika terdapat kebutuhan pendidikan dokter spesialis maupun subspesialis, Pemerintah Provinsi siap menanggung biaya pendidikan, dengan catatan dokter tersebut wajib mengabdi di Sulawesi Tengah.
“Kalau kita sekolahkan, mereka tidak boleh pindah keluar. Kalau pindah, SIP-nya (Surat Izin Praktik) tidak akan dikeluarkan oleh kementerian,” ujarnya.
Tanggapan Menteri Kesehatan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyambut baik pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ia berharap agar kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dapat segera menata layanan penyakit katastropik di daerah masing-masing.
“Provinsi Sulawesi Tengah adalah Daerah yang ke-27 yang melakukan pelayanan operasi perdana bedah jantung, yang mana minimal bisa melakukan tiga operasi bypass per bulan,” ujar Menkes.
Kerja Sama Jejaring Layanan Jantung
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama jejaring pengampuan layanan jantung dan pembuluh darah antara Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Direktur RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, serta Direktur RSUD Undata Palu yang langsung disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI.
Dengan langkah ini, Sulawesi Tengah secara resmi membuka babak baru pelayanan kesehatan jantung yang mandiri, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan maksimal untuk seluruh masyarakat.












