Lamongan dan Gresik Perkuat SDM dengan Kolaborasi Unair

Kolaborasi Strategis antara Lamongan dan Gresik dengan UNAIR

Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR). Hal ini dilakukan melalui forum Employer Meeting bertajuk Sustainability with Collaborative Leadership yang mempertemukan kepala daerah alumni UNAIR dengan pihak kampus.

Potensi Sumber Daya Alam di Lamongan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa daerahnya memiliki praktik baik dalam mengelola potensi sumber daya alam melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami dari Kabupaten Lamongan memberikan praktik baik bagaimana mengkolaborasikan sektor-sektor sumber daya alam untuk menjadi sektor unggulan bagi daerah Lamongan khususnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi Lamongan. Produksi padi mencapai 1.335.099 ton, jagung 536.245 ton, serta ditopang sektor peternakan seperti ayam, sapi, dan kambing. Sementara itu, sektor maritim juga kuat dengan perikanan tangkap mencapai 82.848,79 ton dan budidaya 46.941,85 ton.

“Dengan mengelola pertanian dan perikanan, insyaallah ini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di Lamongan,” tambahnya.

Perkuat Hilirisasi Potensi melalui Kolaborasi

Pria yang akrab disapa Pak Yes ini menilai, kolaborasi dengan UNAIR sangat penting untuk memperkuat hilirisasi potensi tersebut, terutama melalui riset, inovasi, dan pengembangan SDM. Ia mencontohkan keterlibatan sekitar 500 mahasiswa KKN UNAIR yang diterjunkan langsung ke berbagai potensi daerah sebagai bagian dari pembelajaran dan inspirasi.

“Secara bersama-sama akan berkolaborasi untuk menuju kesuksesan dan keberhasilan,” tegas Bupati yang juga alumni Program Magister Studi Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR ini.

Pentingnya SDM Kompeten di Gresik

Senada dengan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM di tengah derasnya arus investasi industri di Gresik. Ia menyebut daerahnya menjadi tujuan perusahaan multinasional sehingga membutuhkan tenaga kerja yang kompeten.

“Era sekarang bergeser dari SDA menjadi SDM. Kemampuan dan keterampilan menjadi kunci kesuksesan daerah,” ujar Gus Yani di tempat yang sama.

Lanjutkan Pendidikan untuk Menghadapi Persaingan Kerja

Gus Yani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, khususnya Pascasarjana UNAIR, untuk menjawab tantangan global. Ia juga mendorong masyarakat Gresik untuk terus melanjutkan pendidikan agar tidak tertinggal dalam persaingan kerja.

“Jangan sampai masyarakat kita putus sekolah. Belajar menjadi poin penting untuk menghadapi dunia kerja saat ini,” kata Gus Yani yang juga merupakan alumnus S2 Manajemen Bencana di UNAIR ini.

Ia menambahkan, banyak aparatur sipil negara (ASN) di Gresik yang juga menempuh pendidikan pascasarjana di UNAIR sebagai bagian dari peningkatan kapasitas. Bahkan, sejumlah alumni Pascasarjana UNAIR telah menduduki posisi strategis, termasuk menjadi pimpinan perguruan tinggi di Gresik.

Hadirkan Alumni yang Kini Jadi Pemangku Kebijakan

Di sisi lain, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Achmad Chusnu Romdhoni, menjelaskan forum yang berlangsung pada Kamis (9/4/2026) ini merupakan bagian dari employer meeting yang menghadirkan alumni yang kini menjadi pemangku kebijakan. “Alumni ini kami harapkan bisa memberikan dampak nyata, dan kolaborasi dengan institusi pascasarjana akan memberikan dampak lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi para kepala daerah tidak hanya berupa ide, tetapi juga membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan melalui program KKN maupun kerja sama industri. Bahkan, Lamongan direncanakan menjadi tuan rumah agenda alumni gathering berikutnya.

Melalui sinergi ini, Lamongan dengan kekuatan agro-maritimnya dan Gresik dengan basis industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan berbasis SDM unggul, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi daerah di tengah persaingan global.

“Sekolah Pascasarjana berupaya menjadi penghubung kekuatan alumni, connecting the dots, agar kolaborasi ini benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *