Universitas Ciputra Surabaya Bawa Mode Lokal ke Pasar Global

Pelatihan Desain dan Strategi Marketing Fashion untuk Pelaku Industri Kreatif

Universitas Ciputra Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif lokal melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu inisiatif terbaru adalah pelatihan desain dan strategi marketing fashion bagi pelaku industri kreatif, bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber Surabaya (IFC Surabaya). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku fashion dalam memahami tren global dan menerapkannya ke dalam desain serta pemasaran produk.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh tiga dosen dari program studi Fashion Design and Business, yaitu Dr. Weda Githapradana, Rahayu Budhi Handayani, dan Dr. Olivia Gondoputranto. Mereka memiliki keahlian di bidang desain fashion dan bisnis kreatif, sehingga mampu memberikan panduan yang tepat kepada peserta. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang dihadapi pelaku fashion lokal, khususnya dalam mengakses informasi tren global serta mengintegrasikannya ke dalam desain dan strategi pemasaran yang relevan.

Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri fashion. Namun, pelaku industri yang tergabung dalam IFC Surabaya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses terhadap sumber trend forecasting global, kemampuan analisis tren makro yang belum optimal, serta strategi pemasaran digital yang belum terintegrasi secara maksimal. Untuk itu, kegiatan ini hadir sebagai solusi melalui pendekapan pelatihan aplikatif dan pendampingan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi program hingga pendampingan dan evaluasi. Pada tahap pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasar fashion trend forecasting, khususnya tren Recode 2026/2027. Materi mencakup pemahaman mengenai tren makro dan mikro, analisis trend drivers, serta metode penerjemahan tren ke dalam konsep desain yang kontekstual. Peserta juga dibimbing untuk melakukan pemetaan ulang target pasar berdasarkan pendekatan yang lebih strategis dan berbasis data.

Pada tahap kedua, fokus kegiatan beralih pada penguatan strategi pemasaran fashion berbasis digital. Peserta diperkenalkan pada konsep emotional design yang menekankan pentingnya keterikatan emosional antara produk dan konsumen. Selain itu, materi juga mencakup strategi creative marketing melalui media sosial, termasuk bagaimana menyusun narasi produk yang kuat, menentukan platform yang tepat, serta membangun identitas brand yang konsisten.

Tahap pendampingan selanjutnya adalah pengembangan produk, di mana peserta mengimplementasikan hasil pelatihan ke dalam proses desain hingga produksi busana. Dalam tahap ini, tim dosen memberikan bimbingan intensif mulai dari penyusunan konsep desain, pemilihan material, hingga proses produksi. Pendampingan juga menekankan pada penerapan prinsip desain yang memperhatikan aspek estetika, fungsionalitas, serta kenyamanan pengguna.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas mitra, baik dari sisi desain maupun strategi pemasaran. Hal ini tercermin dari prototipe produk yang dihasilkan, yang menunjukkan komposisi visual yang lebih seimbang, eksplorasi desain yang lebih terarah, serta pemilihan material yang sesuai dengan kondisi iklim tropis. Produk yang dihasilkan juga mengarah pada gaya contemporary modest wear dengan pendekatan minimalis yang relevan dengan tren global.

Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menyusun strategi pemasaran digital, khususnya dalam membangun narasi brand yang lebih kuat dan terstruktur. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pasar serta memperkuat posisi produk di industri fashion lokal maupun nasional.

Meskipun demikian, kegiatan ini masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti terbatasnya jumlah prototipe yang dihasilkan serta belum optimalnya pelaksanaan uji coba pasar secara luas. Oleh karena itu, program lanjutan direncanakan untuk memperkuat aspek uji pasar dan pengumpulan data empiris sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mitra, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri kreatif. Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem fashion yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di Surabaya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pelaku industri fashion lokal dapat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global dengan tetap mempertahankan identitas lokal yang kuat.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *