Warung Sorjem: Legenda Nasi Rames yang Tetap Menarik di Tengah Perubahan
Warung nasi rames Sorjem, yang berada di sebelah timur Stasiun Purwokerto, selalu ramai pengunjung sejak pukul 06.00 WIB. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1955 dan konsisten menjaga resep turun-temurun dari sang ibu. Harga yang terjangkau mulai dari Rp6.000 membuat warung ini menjadi pilihan utama bagi warga Purwokerto untuk sarapan.
Darsini (62), pemilik warung, ditemani oleh anaknya Warni (42), bekerja dengan penuh semangat setiap harinya. Mereka menyajikan aneka hidangan lezat seperti mendoan, bakwan, dan tahu goreng yang selalu segar dan hangat. Meski banyak tempat makan kekinian bermunculan, warung ini tetap menjadi primadona sarapan warga Purwokerto.
Sejarah Warung yang Berusia Puluhan Tahun
Warung Sorjem memiliki cerita panjang yang dimulai dari pendirian oleh mendiang ibu Darsini, Bu Katem, pada tahun 1955. Darsini mengatakan bahwa aroma masakan yang lezat telah mengudara selama lebih dari 70 tahun. Ia bertekad untuk menjaga resep turun-temurun tersebut hingga saat ini.
Di tengah gempuran kafe dan restoran modern, Darsini bersyukur bahwa warung rames klasiknya tetap diminati oleh pelanggan setia dari berbagai kalangan usia. Lauk pauk yang disajikan sangat menggugah selera, termasuk kering tempe, oseng mi, oseng terong, pare, kacang, sayur kangkung, genjer, waluh, dan kulit melinjo.
Untuk menu utama, pelanggan dapat memilih antara ayam sayur, ayam goreng, ikan tongkol, atau aneka olahan telur. Gorengan seperti mendoan, bakwan, dage, pisang goreng, dan tape goreng juga tersedia.
Harga yang Ramah di Kantong
Salah satu alasan mengapa Warung Sorjem begitu dicintai adalah harga yang sangat terjangkau. Seporsi nasi rames yang mengenyangkan hanya dibanderol Rp6.000. Jika ingin tambahan protein seperti telur atau ikan tongkol, harga hanya Rp10 ribu, dan maksimal Rp13 ribu untuk lauk ayam. Gorengan renyah dijual dengan harga merakyat, hanya Rp1.500 per keping.
Darsini mengatakan bahwa jika pelanggan memesan nasi rames dengan telur plus gorengan dan teh, totalnya hanya Rp12 ribu. Tak heran jika warung ini sering menjadi penyelamat perut di pagi buta.
Pengalaman Pelanggan Setia
Oki (45), salah seorang pelanggan setia, mengaku selalu menyempatkan diri mampir sebelum berangkat bekerja. Menurutnya, selain harga yang tidak mahal, hidangan di warung ini selalu segar dan enak. Ia sering memesan nasi rames dengan telur dan gorengan. “Sayur-sayurannya juga banyak. Kalau di rumah jam 06.00 masih belum matang,” katanya sambil mengunyah mendoan hangat.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











