Pentingnya Pembangunan Inklusif yang Menjaga Identitas Lokal
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa modernisasi kota harus tetap menjaga identitas dan karakter lokal. Meski berorientasi global, ia menilai penting untuk mempertahankan akar budaya serta keunikan masing-masing daerah.
Dalam dialog dengan Generasi Z di Cipayung, AHY menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya terbatas pada jalan dan jembatan, tetapi juga harus menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan ruang kreatif bagi anak muda. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini memiliki tingkat kritis yang tinggi dan berani menyampaikan aspirasi mereka.
“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita,” ujar AHY dalam acara “Ngobrol Santai Bareng Mas AHY” yang digelar di Cipayung, Kamis (5/3/2026).
Menurut AHY, pembangunan yang inklusif membutuhkan dukungan dari berbagai level pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Ia menilai bahwa aspirasi generasi muda harus menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan agar mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subyek yang berperan aktif dalam merancang program pembangunan.
- Pemimpin nasional seperti AHY menilai bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa.
- Mereka tidak hanya menjadi target pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang dapat memberikan masukan berharga.
- Dengan melibatkan generasi muda dalam pengambilan kebijakan, diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih representatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pembangunan Infrastruktur yang Lebih Komprehensif
Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, AHY menegaskan bahwa pembangunan juga harus menyentuh sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga ruang kreatif bagi generasi muda. Ia menilai bahwa kota modern tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga hadirnya ruang bagi anak muda untuk berkembang dan menyalurkan kreativitas.

“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” ujarnya.
AHY juga menambahkan bahwa aspirasi generasi muda harus menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan agar mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan dan mengakomodasi aspirasi, termasuk generasi muda.
Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Kota
Di kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Menurut Mujiyono, keberadaan ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi generasi muda.
“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” ujarnya.
Kegiatan “Ngobrol Santai Bareng Mas AHY” ini diinisiasi oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Andika Wisnuadji Putra Soebroto. Menurut Andika, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemimpin nasional dan generasi muda agar aspirasi anak muda dapat disampaikan secara langsung.
- Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara pemimpin dan generasi muda.
- Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari isu pembangunan infrastruktur hingga harapan terhadap masa depan Indonesia.
- Acara dihadiri oleh tokoh-tokoh Partai Demokrat seperti Sekretaris Jenderal Herman Khaeron dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan.
Sebelumnya, AHY juga melakukan pertemuan serupa dengan generasi muda di sejumlah daerah seperti Serang, Bogor, dan Singkawang. Dalam kesempatan itu, AHY mendengarkan aspirasi anak muda sekaligus menyampaikan program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












