Pemulangan WNI dari Iran Dijalankan Secara Bertahap
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengumumkan bahwa gelombang pertama Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran sudah tiba di Azerbaijan. Sebanyak 32 WNI berhasil menyeberang melalui jalur darat dari Iran ke ibu kota Baku, Azerbaijan.
Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah menyampaikan bahwa para WNI tersebut sedang menunggu penerbangan komersial menuju Tanah Air. “Evakuasi dilakukan secara bertahap, dan di batch pertama ini diikuti oleh 32 WNI,” ujar Heni dalam pesan pendek kepada IDN Times pada Sabtu (7/3/2026). Ia juga menjelaskan bahwa para evakuee sudah berada di Baku dan sedang menunggu penerbangan ke Indonesia.
Keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap WNI di Iran diambil oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada Selasa (3/3). Saat itu, ia menyebutkan bahwa proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat karena jalur udara masih ditutup. Proses evakuasi sendiri dimulai pada Jumat kemarin dan memakan waktu sekitar 10 jam perjalanan menuju Azerbaijan.
Para WNI akhirnya bersedia dievakuasi setelah situasi di Timur Tengah memanas sejak Sabtu (28/2), ketika militer Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Tehran.
WNI Dievakuasi dengan Pesawat Komersial
Heni menjelaskan bahwa puluhan WNI dari gelombang pertama akan dipulangkan dari Azerbaijan menggunakan pesawat komersial. “Dari Azerbaijan masih ada pesawat komersial,” kata Heni. Ia memperkirakan bahwa gelombang pertama WNI yang dievakuasi dari Iran akan tiba di Indonesia pada Minggu hingga Senin esok.
Data WNI yang Tinggal di Iran
Sebelumnya, Heni menyampaikan bahwa sejauh ini terdapat 329 WNI yang terdata bermukim di Iran. Mayoritas dari mereka tinggal di Kota Qom dan berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa. Namun, angka ini akan terus diperbarui. “Terkait dengan WNI di Iran, seperti yang sudah sering disampaikan, ada 329 orang yang sebagian besar berada di Kota Qom. Sebagian besar merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar di sana,” ujar Heni dalam keterangan pers di kantor Kemlu, Jumat (6/3).
Ia menegaskan bahwa data tersebut terus diperbarui karena pemerintah juga memantau WNI yang tidak hanya menetap, tetapi juga yang sedang berkunjung ke Iran untuk berbagai keperluan. Heni juga menjelaskan bahwa WNI di Iran dievakuasi lebih dulu karena statusnya yang sudah memasuki siaga I. Pertimbangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat pun turut menjadi masukan terkait kebijakan evakuasi WNI.
“KBRI Teheran akan terus memberikan outreach kepada para WNI yang masih berada di wilayah Iran, baik WNI yang menetap maupun yang kebetulan sedang berada di sana saat ini,” tutur dia.

Jumlah WNI di Wilayah Timur Tengah
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemlu, sejauh ini terdapat 519.042 WNI yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di Iran berstatus pelajar. “Di Iran mayoritas pelajar, tetapi di negara-negara Timur Tengah lainnya mungkin akan terlihat lebih banyak pekerja migran Indonesia,” ujar Heni.
Sejak awal meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan, Kemlu telah berkomunikasi intensif dengan seluruh perwakilan RI di Timur Tengah untuk memastikan langkah perlindungan WNI dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kemlu juga membentuk tim respons krisis serta meningkatkan koordinasi harian antara kantor pusat dan perwakilan RI di negara terdampak guna memantau kondisi keamanan, keberadaan, serta situasi WNI di lapangan.
“Kami juga terus memantau operasional bandara internasional di wilayah terdampak serta penerbangan yang tersedia setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan WNI yang stranded akibat gangguan penerbangan,” kata Heni.

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












