Pengumuman Pemenang Kasanga Festival 2026 di Denpasar, Bali
Kasanga Festival 2026 telah berakhir di Denpasar, Bali. Acara ini menjadi ajang kompetisi yang menampilkan ogoh-ogoh dari berbagai banjar dan kampung di wilayah tersebut. Setelah melalui proses penilaian yang intensif, juri akhirnya menetapkan pemenang dalam festival ini.
Ogoh-ogoh yang memenangkan juara pertama adalah Wit Kawit, karya dari ST Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Desa Sidakarya. Sementara itu, ogoh-ogoh Banyu Pinaruh karya ST Cantika, Banjar Sedana Mertha Ubung, yang sempat mendapatkan nilai tertinggi saat penilaian on the spot ke banjar-banjar, tidak berhasil masuk enam besar.
Wit Kawit, yang merupakan ogoh-ogoh yang menggambarkan tokoh Gowaksa, hanya meraih juara favorit pilihan masyarakat. Namun, dalam penilaian oleh dewan juri, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pemilihan pemenang.
Pertimbangan Juri dalam Memilih Juara
Salah satu anggota juri, I Gede Anom Ranuara, menjelaskan bahwa alasan ogoh-ogoh Banyu Pinaruh tidak masuk enam besar bukan karena roboh saat pawai, tetapi karena adanya kesalahan dalam representasi visual. Ogoh-ogoh yang menggambarkan Dewi Saraswati digambarkan dengan posisi nengkleng atau satu kakinya terangkat ketika berdiri, hal ini dinilai kurang estetis dan logis.
Menurut Guru Anom, posisi kaki Dewi Saraswati seharusnya tidak nengkleng. Hal ini dikaitkan dengan logika bahwa penari wanita yang menggunakan butuh (pakaian tradisional) tidak akan memiliki posisi seperti itu. Oleh karena itu, ia menyampaikan masukan kepada arsitek ogoh-ogoh agar lebih memperhatikan anatomi dan proporsi.
“Jika kaki Dewi Saraswati disimpuhkan, maka gerakan pergelangan kaki dan lututnya akan lebih sempurna. Bukan harus nengkleng dengan kelihatan yang di tengahnya itu, itu jorok sekali,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa meskipun masyarakat umum tidak melihat detail ini, sebagai juri, mereka memiliki pertimbangan etika dan estetika dalam penilaian.
Penilaian untuk Pawai Ogoh-Ogoh
Penilaian untuk pawai ogoh-ogoh memiliki bobot 35 persen. Selain itu, ada penilaian terkait masukan-masukan dewan juri ketika penilaian on the spot apakah sudah diperbaiki. Karena sistemnya karnaval, penampilan ogoh-ogoh dinilai sebagaimana karnaval biasanya, bukan hanya fragmen tari yang ditampilkan pada titik-titik tertentu.
Selain itu, presentase ogoh-ogoh yang ditarikan dengan fragmennya juga menjadi pertimbangan. Artinya, ogoh-ogoh yang bisa ditarikan secara utuh memiliki peluang lebih besar dibandingkan yang hanya menampilkan fragmen.
Bagi ogoh-ogoh yang menggunakan mesin, juga dinilai apakah mesinnya bekerja efektif saat pawai.
Daftar Pemenang Kasanga Festival 2026
Berikut adalah daftar pemenang Kasanga Festival 2026:
- Juara I: Wit Kawit, karya ST Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar.
- Juara II: ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan.
- Juara III: ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman.
- Harapan I: ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur.
- Harapan II: ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri.
- Harapan III: ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertelangu.
Sementara itu, juara favorit diraih oleh ST Cantika, Banjar Sedana Mertha Ubung.
Kisah di Balik Ogoh-Ogoh Wit Kawit
Ogoh-ogoh Wit Kawit mengangkat kisah Gowaksa yang diambil dari Lontar Ketaka Parwa tentang lahirnya para kera, Abdi Rama, dan Kekawin Nitisastra. Gowaksa digambarkan sebagai makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung, yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena dianggap memiliki rupa dan wajah yang tidak lazim.
Namun, keberadaan Gowaksa memiliki makna positif bagi Sang Rama, karena Gowaksa merupakan salah satu palawaga yang berperan dalam membantu Sang Rama menaklukkan Alengka. Dalam narasi mitologis, Gowaksa diceritakan terlahir sebagai akibat dari kutukan Dewa Siwa, yang menyebabkan para dewa harus memiliki keturunan berwujud kera sebagai konsekuensi dari kelahiran Hanoman.
Hadiah yang Diberikan
Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara, mengungkapkan bahwa setiap ogoh-ogoh di 16 besar menerima uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta, sementara enam terbaik memperoleh hadiah tambahan.
- Juara I: Rp 50 juta
- Juara II: Rp 40 juta
- Juara III: Rp 30 juta
- Harapan I: Rp 20 juta
- Harapan II: Rp 15 juta
- Harapan III: Rp 10 juta
- Juara Favorit: Rp 10 juta
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












