Pelatihan Kompetensi Vokasi di Malang dan Kota Batu
Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) kembali menggelar program Mobile Training Unit (MTU) sebagai pelatihan kompetensi vokasi bagi siswa SMK dan SMA Double Track. Tahun ini, pelaksanaan MTU difokuskan di satu wilayah, yakni Kota Malang dan Kota Batu.
Pelatihan berlangsung pada 2–7 Maret 2026, dengan total sasaran 150 siswa. Pelatihan ini dipusatkan di beberapa sekolah, antara lain SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang. Lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC).
Fokus di Satu Wilayah Agar Hasilnya Maksimal
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pemusatan pelaksanaan di satu wilayah bertujuan agar dampaknya lebih terasa bagi sekolah maupun masyarakat. Ia menyatakan bahwa sebelumnya, pelaksanaan MTU dilakukan di lima daerah dengan lima MTU, namun tahun ini fokus di satu wilayah tetapi beberapa sekolah.
“Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujarnya.
Diperluas ke SMA Double Track
Menurut Aries, selain menyasar SMK, program ini ke depan juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik standar. Beberapa sekolah masih kekurangan laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, dan video-fotografi.
Ia menegaskan bahwa pretest dan post test menjadi instrumen evaluasi untuk melihat perkembangan siswa selama enam hari pelatihan. “Jadi ada data evaluasi. Ada pendahuluan sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan,” tegasnya.
Aries juga berharap kompetensi tata boga dapat segera digulirkan dalam program MTU, mengingat tingginya kebutuhan pasar kuliner. Menurutnya, siswa akan lebih antusias jika mendapatkan interaksi langsung dalam pelatihan praktik tata boga.
Layanan Pelatihan Keliling
Sementara itu, Kepala UPT PTKK, Endang Wanarsih, menjelaskan bahwa MTU merupakan layanan pelatihan keliling yang membawa peralatan praktik langsung ke sekolah, sehingga siswa dapat merasakan pengalaman belajar berbasis praktik nyata.
“Kegiatan ini meningkatkan akses pembelajaran keterampilan bagi siswa. Dengan sarana yang dibawa MTU, siswa bisa belajar langsung menggunakan peralatan sesuai standar industri,” ujarnya.
Setiap kompetensi diikuti sekitar 30 siswa, sehingga total peserta mencapai 150 orang. Dalam satu kegiatan, satu kompetensi dapat diikuti siswa dari hingga empat sekolah. Narasumber berasal dari guru sekolah serta praktisi atau instruktur profesional.
“Pemusatan kegiatan di wilayah Malang dan Batu dipilih karena memiliki fasilitas pendukung yang relatif lengkap sehingga pelaksanaan pelatihan lebih optimal,” ujarnya.
Pelatihan Berlangsung Enam Hari
Instruktur praktisi Teknik Sepeda Motor (TSM), Widianto, menjelaskan bahwa materi yang diberikan masih pada level dasar, meliputi pengenalan mesin, sistem kelistrikan, rangka, serta penggunaan alat ukur yang lazim digunakan di bengkel.
“Targetnya siswa mampu melakukan servis ringan. Materinya selaras dengan yang ada di sekolah, tapi kita perdalam lagi sesuai standar terkini,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan kombinasi teori dan praktik. Peralatan yang digunakan merupakan kolaborasi antara fasilitas sekolah dan unit MTU.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












