Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol
Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) kembali menggelar acara Buka Puasa Kebangsaan bersama berbagai komunitas masyarakat. Acara ini dihadiri oleh 50 pengemudi ojek online (ojol), 50 alumni, dan 25 anak yatim di Kedai Kopi Philosqopique, Kota Tangerang Selatan. Acara ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai Pancasila.
Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga Taher menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari bagaimana AWKI peduli kepada sesama, berbagi, dan hari ini acara diselenggarakan berkat partisipasi semua member-member AWKI. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah agenda kedua yang digelar AWKI dan secara khusus dalam Ramadan dinamakan Bukber Kebangsaan.
Dalam kesempatan itu, Robertus menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa. “Ya, jadi tadi kami sampaikan bahwa Pancasila itu harus selalu ada. Bagaimana Pancasila itu tetap melekat khususnya kepada kita semua,” ujarnya. Dia juga mengingatkan agar nilai ideologi bangsa ditanamkan kepada anak-anak para pengemudi ojol.
“Dan bagi pengemudi ojol, anak-anaknya harus ditanamkan nilai-nilai. Karena mereka berjuang buat keluarganya. Alangkah sia-sianya kalau kemudian anaknya tidak lagi memegang ideologinya adalah Pancasila. Itu yang tadi kami sampaikan,” tambahnya.
Selain pembinaan ideologi, AWKI juga menyiapkan agenda kebangsaan lain seperti festival film pendek untuk pelajar SMA serta program “1.000 Ojek Online Cinta Indonesia”.
“Dalam waktu dekat kami juga akan menyelenggarakan 1.000 Ojek Online Cinta Indonesia,” katanya.
Ancaman Proxy War dan Dampak Perang Global
Dewan Pembina AWKI Laksamana Muda TNI (Purn) Suratno menambahkan bahwa pembinaan ojol penting di tengah ancaman perang modern yang tidak selalu berbentuk konfrontasi langsung. “Jadi di sana yang terjadi itu perang tidak langsung semata-mata langsung perang. Pasti akan dilemahkan dulu. Artinya intelijen itu akan menggalang dulu,” ujarnya.
Dia mengingatkan agar masyarakat, termasuk ojol, tidak mudah terprovokasi. “Nah kami bina ini ojek online oleh Ketua Umum AWKI itu supaya jangan mau nanti jadi proksi (proxy war), diprovokasi mereka hanya karena uang tidak seberapa atau ada makan siang atau apa, langsung nurut,” tambahnya.
Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Komjen Polisi Yudhiawan menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang dinilai berpotensi berdampak ke Indonesia. “Tentu saja negara Indonesia, negara cinta damai. Kita mengutuk segala jenis peperangan,” ujarnya.
Menurut dia, perang pasti membawa dampak ekonomi, karena peperangan itu akibatnya pasti nyawa, harta dan benda. “Jadi makanya Indonesia harus ada peran aktif. Apalagi kita negara yang bebas aktif,” katanya.
Dia juga menyinggung kemungkinan dampak pada ibadah haji dan umrah. “Mungkin keberangkatan umroh-haji bisa tertunda gitu, dan itu akan membawa dampak atau akibat pemerintah sendiri,” ujarnya.
Dampak Konflik Timur Tengah pada Energi Global
Sementara itu, Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn) Ridho Hermawan menambahkan bahwa konflik di Timur Tengah turut berdampak pada sektor energi global, khususnya Selat Hormuz. “Karena hampir 20 persen perputaran LNG dan minyak punya adanya di Hormuz,” ujarnya.
Dia mengingatkan dampaknya terhadap energi dan harga dalam negeri. “Nah dengan adanya situ berarti itu juga akan berpengaruh terhadap kita. Terutama masalah di sektor energi,” tambahnya.
Kolaborasi Nyata Dunia Usaha dan Masyarakat
Ketua Panitia Bukber Kebangsaan AWKI Tri Wiyadi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata dunia usaha dan masyarakat. “AWKI memang benar-benar berkarya nyata di dunia usaha, berkolaborasi terhadap semua insan melakukan usaha. Dan nyatanya memberikan hal yang baik untuk ojol berupa pengetahuan kebangsaan yang luar biasa,” ujarnya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












