Iran siapkan rudal balistik terkuat untuk balas serangan AS-Israel

Persiapan Rudal Balistik Iran untuk Membalas Serangan AS dan Israel

Iran kini tengah mempersiapkan sejumlah rudal balistik terkuat mereka sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan tersebut telah memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang menurut Presiden AS Donald Trump akan mengakhiri ancaman keamanan bagi negara tersebut.

Menurut laporan militer Israel, Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara pendudukan tersebut. Sementara itu, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka siap melancarkan serangan ofensif terkuat terhadap pangkalan militer AS dan Israel, yang menurut pihak Iran telah membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Jenis-Jenis Rudal Balistik Iran dan Jangkauannya

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menyatakan bahwa Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar di kawasan Timur Tengah. Jangkauan rudal-rudal ini mencapai sekitar 2.000 kilometer, yang menurut pejabat Iran cukup untuk melindungi negara karena mampu mencapai Israel.

Banyak lokasi peluncuran rudal Iran berada di dalam dan sekitar ibu kota, Teheran. Setidaknya ada lima “kota rudal” bawah tanah yang diketahui berada di berbagai provinsi, termasuk Kermanshah dan Semnan, serta di dekat wilayah Teluk Persia.

Daftar rudal balistik Iran yang dapat mencapai Israel antara lain:

  • Rudal Sejjil dengan jangkauan 2.000 kilometer
  • Rudal Emad dengan jangkauan 1.700 kilometer
  • Rudal Qadr dengan jangkauan 2.000 kilometer
  • Rudal Shahab-3 dengan jangkauan 1.300 kilometer
  • Rudal Khorramshahr dengan jangkauan 2.000 kilometer
  • Rudal Hoveizeh dengan jangkauan 1.350 kilometer

Pada April 2025, Kantor Berita Mahasiswa Iran (Iranis Students’ News Agency) yang semi-resmi menerbitkan sebuah grafik yang menunjukkan sembilan rudal Iran yang menurut mereka mampu mencapai Israel. Beberapa dari rudal tersebut adalah:

  • Rudal Sejjil, yang menurut badan tersebut mampu terbang dengan kecepatan melebihi 17.000 kilometer per jam dan memiliki jangkauan 2.500 kilometer
  • Rudal Khaibar, yang memiliki jangkauan 2.000 kilometer
  • Rudal Haj Qassem, yang memiliki jangkauan 1.400 kilometer

Arms Control Association, sebuah organisasi penelitian yang berbasis di Washington, menyebutkan bahwa persenjataan balistik Iran mencakup:

  • Rudal Shahab-1, yang diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 300 kilometer,
  • Rudal Zulfiqar, dengan jangkauan 700 kilometer
  • Rudal Shahab-3, dengan jangkauan antara 800 dan 1.000 kilometer,
  • Rudal Emad-1, yang sedang dalam pengembangan dan memiliki jangkauan 2.000 kilometer
  • Model rudal Sejjil, yang sedang dalam pengembangan dan diperkirakan memiliki jangkauan antara 1.500 dan 2.500 kilometer.

Depot Rudal Bawah Tanah

Iran menyatakan bahwa rudal balistiknya merupakan kekuatan pencegah dan pembalasan yang penting terhadap Amerika Serikat, Israel, dan target regional potensial lainnya. Laporan tahun 2023 oleh Behnam Ben Taleblu, seorang peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies yang berbasis di AS, menyatakan bahwa Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah yang dilengkapi dengan sistem transportasi dan peluncuran, serta pusat produksi dan penyimpanan rudal.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pada Juni 2020, Iran meluncurkan rudal balistik dari bawah tanah untuk pertama kalinya. Iran juga mempelajari cara memodifikasi dan memproduksi versi yang lebih baik dari rudal-rudal asing dengan membongkarnya dan mempelajari komponen-komponennya. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperpanjang struktur rudal dan menggunakan material yang lebih ringan, yang membantu meningkatkan jangkauan rudal.

Pada Juni 2023, Iran memperkenalkan apa yang oleh para pejabat digambarkan sebagai rudal balistik hipersonik pertama yang diproduksi di dalam negeri. Rudal hipersonik dapat terbang dengan kecepatan setidaknya 5 kali kecepatan suara dan pada lintasan yang bervariasi, sehingga sulit untuk dicegat.

Asosiasi Pengendalian Senjata mengatakan program rudal Iran sangat bergantung pada desain Korea Utara dan Rusia serta mendapat manfaat dari bantuan China. Iran juga memiliki rudal jelajah seperti KH-55 yang diluncurkan dari udara, yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan memiliki jangkauan sekitar 3.000 kilometer.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *