Jika Perang Dunia III Pecah, Mengapa Indonesia Dianggap Aman?



Indonesia masuk ke dalam jajaran negara paling aman jika Perang Dunia 3 meletus. Kekhawatiran akan terjadinya konflik global ini muncul setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan udara yang dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap upaya Iran mengembangkan senjata nuklir tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, sejumlah jenderal bintang empat, menteri, hingga mantan presiden serta tokoh penting lainnya menjadi korban. Insiden tersebut memperburuk situasi politik dan keamanan di negeri Iran.

Iran sendiri memutuskan untuk melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Misalnya, Markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain. Serangan juga dilakukan di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Irak. Pertanyaannya, mengapa Indonesia menjadi salah satu negara yang aman jika Perang Dunia 3 meletus?

Alasan Indonesia Jadi Negara Paling Aman Jika Perang Dunia 3 Meletus

Menurut analisis para ahli, berikut beberapa alasan mengapa Indonesia dianggap sebagai salah satu negara paling aman jika Perang Dunia 3 pecah:

  1. Prinsip Bebas Aktif Indonesia

    Indonesia menganut kebijakan luar negeri “bebas dan aktif”. Sejarah mencatat, konsep tersebut dicetuskan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno. Bebas artinya, Indonesia berhak menentukan sikap tanpa terikat pada blok manapun. Sedangkan aktif memiliki arti bahwa Indonesia akan berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, tak memungkiri bahwa kebijakan bebas dan aktif membuat Indonesia masuk ke dalam jajaran negara paling aman jika Perang Dunia 3 terjadi. “Saya yakin itu salah satu alasannya, karena konstitusi Indonesia ini bebas aktif jadi Indonesia tidak pernah ngeblok,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

  1. Pendiri Gerakan Non Blok

    Indonesia juga merupakan pendiri Gerakan Non Blok pada 1961. Gerakan Non Blok adalah organisasi internasional yang terdiri dari 120 negara di dunia yang menganggap diri mereka tidak beraliansi dengan kekuatan besar mana pun. Pada 1961, Indonesia diwakili oleh Presiden saat itu, Ir Soekarno. Gerakan ini dibentuk di tengah situasi Perang Dunia II yang menyebabkan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

  2. Tidak Memiliki Persenjataan Nuklir

    Selain menerapkan prinsip bebas aktif dan tergabung dalam Gerakan Non Blok, Trubus menilai Indonesia aman dari sasaran Perang Dunia 3 karena tidak memiliki senjata nuklir. Hal yang sama juga dialami oleh negara-negara di sekitar Indonesia. “Kalau prediksi Indonesia aman dari Perang Dunia 3 itu karena di sekitar Indonesia enggak ada yang mempunyai senjata nuklir,” kata dia.

Meski kondisi tersebut melemahkan Indonesia, tapi di sisi lain juga menguntungkan karena tidak terjadi perlombaan senjata, khususnya di sekitar ASEAN. “Kita tidak ada perlombaan senjata. Itu sebenarnya alasannya,” ucap Trubus.

  1. Kondisi Geografis Indonesia

    Alasan berikutnya adalah karena kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau. “Indonesia relatif aman dari Perang Dunia 3 karena terdiri dari pulau-pulau yang strategis,” kata Trubus. Kondisi ini membuat invasi membutuhkan biaya yang lebih besar. Di sisi lain, sejarah mencatat bahwa Indonesia belum pernah terlibat dalam Perang Dunia, baik pertama maupun kedua. Pada Perang Dunia II, Jepang memang berhasil menginvasi Indonesia. Namun hanya pada kota-kota besarnya saja.

10 Negara Paling Aman dari Perang Dunia 3

Dikutip dari The Economic Times, selain Indonesia, berikut ini 10 negara yang aman dari Perang Dunia 3:

Islandia

Selandia Baru

Swiss

Indonesia

Australia

Argentina

Bhutan

Chili

Fiji

Afrika Selatan

Masing-masing negara memiliki alasan tersendiri mengapa menjadi tempat yang aman ketika Perang Dunia 3 pecah. Namun, secara garis besar, 10 negara di atas aman dari Perang Dunia 3 karena faktor netralitas politik, letak geografis yang terisolasi, serta minimnya keterlibatan dalam konflik global.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *