Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 11 halaman 146: Cinta yang pupus dalam naskah drama

Ringkasan Berita: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 146

Materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 yang terdapat di halaman 146 membahas tentang kegiatan 4 bab 5, yaitu mengubah cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus” menjadi naskah drama. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami unsur-unsur drama melalui praktik langsung. Dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI Edisi 1 Tahun 2021 terbitan KemendikbudRistek Tahun 2022, soal-soal ini memberikan panduan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis naskah drama.

Sebelum melihat kunci jawaban, siswa dianjurkan untuk mencoba mengerjakan soal secara mandiri agar pemahaman terhadap materi semakin maksimal.

Kegiatan 4: Berlatih Mengubah Cerita Pendek ke Naskah Drama

Dalam kelompok diskusi yang terdiri atas 4-5 siswa, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk mempersiapkan penulisan naskah drama berdasarkan cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus”. Jangan lupa gunakan kalimat yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

1. Identifikasi Tokoh-Tokoh dalam Setiap Babak

Kunci Jawaban:

  • Joko Sudiro: Seorang mahasiswa tampan dari Jawa dan beragama Islam. Ia merupakan anak pers mahasiswa yang Islami dan sedang jatuh cinta dengan gadis Tionghoa.
  • Mei Wang: Perempuan Tionghoa berparas putih dengan mata sipit dan beragama Kristen. Ia merupakan sosok pemalu dan tetangga depan rumah Joko Sudiro.
  • Tukang Bakmi: Pria paruh baya bersuku Sunda yang baik hati, jenaka, dan memahami rasa cinta anak muda.

2. Tata Panggung untuk Setiap Babak

Kunci Jawaban:

  • Babak 1
  • Latar tempat: Pinggir jalan di antara rumah-rumah penduduk.
  • Latar waktu: Malam hari
  • Perlengkapan: Gerobak bakmi serta properti yang melihatkan sebuah jalan.

  • Babak 2

  • Latar tempat: Panggung bisa dibagi dua bagian. Bagian pertama menggambarkan kamar Joko yang sedang buka jendela. Lalu bagian kedua, menggambarkan teras rumah Mei Wan saat akan beranjak ke gereja.
  • Latar waktu: Pagi hari
  • Perlengkapan: Segala isi dari sebuah kamar, bisa lemari, tempat tidur, meja ataupun kursi.

  • Babak 3

  • Latar tempat: Panggung menggambarkan teras sebuah rumah, lengkap dengan meja dan kursi untuk Joko dan Mei Wan ngobrol.
  • Latar waktu: Malam hari
  • Perlengkapan: Meja dan kursi serta wayang potehi.

  • Babak 4

  • Latar tempat: Di sebuah ruangan yang gelap.
  • Latar waktu: Malam hari
  • Perlengkapan: Meja dan kursi dan satu lampu menyorot ke meja dan kursi.

  • Babak 5

  • Latar tempat: Tempat pertunjukan wayang potehi
  • Latar waktu: Malam hari
  • Perlengkapan: Beberapa wayang potehi, alat musik yang dimainkan untuk mendukung pertunjukan.

3. Kostum dan Tata Wajah dalam Setiap Babak

Kunci Jawaban:

  • Babak 1
  • Kostum: Joko memakai peci, sarung dan baju koko. Mei Wan memakai rok dan kaos. Tukang bakmi mengenakan topi, kaos, celana panjang, dan sandal.
  • Tata Wajah: Joko menampilkan wajah yang senang, tetapi terlihat malu. Mei Wan wajahnya malu-malu dengan pipi kemerahan. Tukang Bakmi menampilkan wajah ceria dengan senyum terus menggoda keduanya.

  • Babak 2

  • Kostum: Mei Wan dan teman-temannya emmakai baju sopan dan rapi karena hendak ke gereja. Joko menggunakan kaos oblong, rambut acak-acakan, dan sarung.
  • Tata Wajah: Mei Wan terlihat malu-malu sambil terus digoda teman-temannya yang terlihat ceria. Joko tersenyum malu.

  • Babak 3

  • Kostum: Joko mengenakan celana panjang dan kaos. Mei Wan mengenakan rok dan kaos.
  • Tata Wajah: Keduanya terlihat senan dan malu-malu.

  • Babak 4

  • Kostum: Joko memakai kaos dan celana jeans yang sudah terlihat lusuh dan kotor. Penginterogasi memakai baju tentara dengan sepatu PDH.
  • Tata Wajah: Joko kesakitan, ada bercak darah dari bibir, wajah, dan pelipis kanannya juga terlihat babak belur. Penginterogasi berwajah sangar, galak, garang dan berambut cepak.

  • Babak 5

  • Kostum: Joko memakai kaos dan celana panjang. Mei Wan menggunakan pakaian khas Tionghoa.
  • Tata Wajah: Joko senang bercampur takut di awal adegan, tetapi berubah menjadi kaget dan sedih di akhir adegan. Mei Wan berwajah takut.

4. Musik dan Efek Suara dalam Setiap Babak

Kunci Jawaban:

  • Babak 1
  • Musik: Sayup-sayup terdengar suara mengaji yang biasa dilakukan setelah salat untuk menunjukkan tokoh Joko yang pulang dari masjid.
  • Efek suara: Suara tukang bakmi memukulkan sendok ke mangkok serta suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.

  • Babak 2

  • Musik: Suara alunan lagu ceria sayup.
  • Efek suara: Suara ayam berkokok dari jauh yang menandakan bahwa hari sudah pagi ketika Mei Wang hendak pergi ke gereja.

  • Babak 3

  • Musik: (Tidak ada, agar penonton fokus ke percakapan yang terjadi)
  • Efek suara: Suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.

  • Babak 4

  • Musik: Suara musik mencekam terdengar beradu keras dengan suara tokoh penginterogasi.
  • Efek suara: Suara gebrakan meja.

  • Babak 5

  • Musik: Suara alunan musik Tiongkok pengiring wayang potehi.
  • Efek suara: Suara kerumunan orang ceria di awal babak dan suara kerumunan orang histeris di akhir babak.

5. Tata Lampu dalam Setiap Babak

Kunci Jawaban:

  • Babak 1
  • Lampu diatur remang pada awal dan akhir dengan mengandalkan properti lampu jalan. Cahaya fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka berbicara secara bergantian. Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup.

  • Babak 2

  • Setting lampu diatur terang agar menandakan bahwa itu suasana pagi hari.

  • Babak 3

  • Setting lampu diatur remang menandakan malam hari. Cahaya lampu ada dua yang masing-masing fokus ke arah Mei Wang dan Joko.

  • Babak 4

  • Lampu hanya menyorot Joko yang sedang diinterogasi dengan sisi lainnya gelap.

  • Babak 5

  • Di awal babak pengaturan lampu diatur berfokus pada pagelaran wayang dan Joko. Cahaya fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka akhirnya saling menemukan satu sama lain.
  • Pada akhir babak, lampu berwarna merah menyorot ke arah semua pemain di panggung dan mati secara tiba-tiba untuk menambah dramatisasi alur cerita.
Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *