Penutupan Bali Nusra Education Fair 2026 yang Meriah
Perhelatan Bali Nusra Education Fair 2026 resmi ditutup dengan penuh semarak di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (27/2/2026). Acara ini berlangsung selama empat hari dan sukses menarik perhatian pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Antusiasme Peserta yang Tinggi
Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan meriah. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari delapan kampus dan sekolah-sekolah di Kota Kupang yang ikut serta dalam Lomba Cerdas-Cermat dan Lomba Pidato Bahasa Inggris.
Menurut Dion, pelaksanaan tahun ini lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya digelar Lomba Pidato Bahasa Inggris, maka tahun ini panitia menghadirkan dua kompetisi sekaligus, yakni Lomba Cerdas-Cermat dan English Speech Competition.
Persiapan yang Singkat Tapi Partisipasi Luar Biasa
Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Dion mengakui bahwa partisipasi peserta luar biasa, sehingga membuat acara kali ini lebih semarak.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan. Namun secara umum, kegiatan berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di NTT.
Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Peserta
Dion menegaskan bahwa Education Fair tidak hanya berlangsung di Kota Kupang. Pada 3–4 Maret 2026 mendatang, kegiatan serupa akan digelar di Maumere, Flores, selama dua hari.
“Kita ingin tahun depan peserta dari kampus dan sekolah lebih banyak lagi. Juga peserta lomba lebih banyak lagi, baik Lomba Cerdas-Cermat, Lomba Pidato, atau mungkin lomba baru,” ujar Dion.
Hadiah yang Lebih Besar dan Inspirasi dari Peserta
GM Business Pos Kupang, Margaretha Iin Wahyuningrum, mengungkapkan bahwa hadiah yang disiapkan lebih besar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi NTT.
English Speech Competition tahun ini bahkan menghadirkan 31 peserta hanya dalam satu hari pelaksanaan. Iin menuturkan, terdapat kisah inspiratif dari seorang peserta yang tahun lalu belum berhasil meraih juara, namun kembali hadir tahun ini dan berhasil menjadi pemenang.
“Inspirasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain. Misalnya tahun lalu belum juara, ayo kita coba lagi, pasti bisa,” kata Iin.
Sejarah Baru dalam English Speech Competition
Tahun ini juga tercipta sejarah baru dalam English Speech Competition. Untuk pertama kalinya, muncul pemenang pria sejak kompetisi tersebut digelar di NTT.
“Sejak pertama kali English Speech Competition di NTT, belum ada pemenang pria. Biasanya para adik-adik wanita yang menang. Jadi tahun ini ada satu pemenang pria pertama. Ini luar biasa,” ungkap Iin dengan bangga.
Suasana Kompetisi yang Penuh Haru dan Kebersamaan
Suasana kompetisi pun dipenuhi momen haru dan kebersamaan. Saat ada peserta yang sempat gugup dan kesulitan menyampaikan pidato, dukungan penonton menggema memenuhi ruangan.
“Penonton memberikan aplaus, memberikan semangat. Ini adalah semangat NTT yang membanggakan. Kita bisa berbicara bersama-sama dengan doa dan senyum,” tutup Iin.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












