Trump Klaim Khamenei Tewas, Menteri Luar Negeri Iran Bantah, Rumah Pemimpin Tertinggi Hancur Total

Isu Kematian Pemimpin Tertinggi Iran: Bantahan dari Pihak Terkait

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan udara yang menargetkan kediamannya. Namun, pernyataan ini segera dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menegaskan bahwa Ayatollah Ali Khamenei masih dalam keadaan hidup dan berada di posisinya masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara bersama NBC News untuk membantah kabar yang menyebut Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Meski rumah Ali Khamenei hancur total, ia memastikan bahwa pemimpin tertinggi Iran tetap hidup. “Ayatollah Ali Khamenei masih hidup sejauh yang saya tahu,” ujar Araghchi.

Dalam wawancara tersebut, Araghchi juga mengakui bahwa dua komandan militer memang gugur dalam serangan tersebut. Namun, ia memastikan pejabat senior lainnya selamat, termasuk kepala lembaga peradilan dan ketua parlemen. “Semua pejabat tinggi masih hidup. Jadi semua orang saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami menangani situasi ini, semuanya baik-baik saja,” tegasnya.

Selain itu, Araghchi melontarkan kritik keras terhadap Washington dan Tel Aviv. Ia menilai serangan tersebut dilancarkan di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir, sebuah momentum yang seharusnya diisi dengan jalur diplomasi, bukan eskalasi militer.

Bantahan serupa datang dari media pro-pemerintah Iran. Meski tidak memberikan rincian konkret mengenai kondisi kesehatan maupun lokasi Khamenei, mereka kompak membantah kabar kematian sang pemimpin. Penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengutip sumber dekat kantor Khamenei yang menyatakan bahwa ia “memimpin situasi dengan tegas”. Sementara itu, kantor berita semi-resmi seperti Tasnim News Agency dan Mehr News Agency menggambarkan pemimpin berusia 87 tahun tersebut tetap “teguh dan kuat memimpin di lapangan.”

Di sisi lain, sejumlah media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei telah tewas dengan mengutip pejabat setempat. Bahkan disebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah diperlihatkan bukti berupa foto jenazah yang diklaim ditemukan dari reruntuhan bangunan. Saluran berita i24NEWS menyatakan terdapat rekaman yang jelas dan tak terbantahkan yang menunjukkan jenazah Khamenei, dan kemungkinan akan dipublikasikan di kemudian hari. Tak hanya itu, kantor berita Reuters dan Axios juga mengutip pejabat Israel yang mengonfirmasi, berdasarkan laporan intelijen, bahwa Khamenei telah tewas.

Dengan klaim yang saling bertolak belakang dari kedua pihak, situasi ini semakin mempertegas tingginya tensi geopolitik di kawasan, di mana informasi, pernyataan resmi, dan laporan intelijen menjadi bagian dari dinamika konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pernyataan Netanyahu dan Trump

Sementara itu, dalam pernyataan terbarunya, Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran hari ini ‘akan membawa pada perdamaian sejati’ sembari mengisyaratkan, Khamenei kemungkinan telah tewas. “Rencana untuk menghancurkan Israel sudah tidak ada dan ada banyak tanda, tiran Khamenei pun sudah tidak ada lagi,” ujar Netanyahu, dikutip dari nbcnews.com.

Netanyahu menjadi pejabat pertama yang menyampaikan komentar semacam ini terkait status Khamenei sejak serangan dimulai. Namun, pernyataannya tidak secara tegas menyatakan, Khamenei telah meninggal dunia. Ia juga tidak menyampaikan bukti untuk mendukung klaim tersebut. Netanyahu juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump ‘atas kepemimpinan bersejarahnya.’

Di sisi lain, Trump dalam wawancara dengan NBC News ikut menanggapi laporan tersebut dengan mengatakan, “Kami merasa itu adalah cerita yang benar.” Ia menambahkan, ‘sebagian besar’ pimpinan senior Iran ‘sudah tidak ada.’ “Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah tidak ada,” kata Trump tanpa menyebutkan angka pasti. Ketika ditanya siapa yang akan menggantikan Ali Khamenei, Trump menjawab, “Saya tidak tahu, tetapi pada suatu saat, mereka akan menelepon saya untuk menanyakan siapa yang saya inginkan.”

Kediaman Ali Khamenei di Teheran Hancur Total

Sebelumnya diberitakan, kediaman Ali Khamenei di Teheran, Iran hancur total akibat serangan Angkatan Udara Israel, menurut citra satelit dari Airbus Defence and Space yang diperoleh New York Times. Citra satelit berfokus tepat pada kompleks Beit-e Rahbari, kediaman resmi, kantor administrasi, dan kompleks pertemuan utama Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun. Bukti visual menegaskan bahwa koordinat grid spesifik ini ditetapkan sebagai target prioritas “Tier 1” selama serangan pembuka ofensif gabungan.

Citra tersebut mengungkapkan kerusakan dahsyat yang menampilkan struktur yang terdiri dari kediaman langsung Khamenei dan perimeter keamanan di sekitarnya telah rata dengan tanah. Para analis yang meninjau foto-foto tersebut menunjukkan bahwa pola kawah dan ledakan konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker yang menembus jauh ke dalam, yang dirancang menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat di bawah bangunan permukaan.

Pemblokiran Media

Jaringan televisi pemerintah Iran dan kantor berita semi-resmi seperti Fars dan Tasnim saat ini memberlakukan pemblokiran media yang ketat terkait status Ayatollah Ali Khamenei. Program siaran sebagian besar telah beralih ke penayangan rekaman arsip keagamaan, musik patriotik, dan tayangan ulang peluncuran rudal balasan. Belum ada ‘bukti keberadaan’ yang diberikan kepada publik Iran atau komunitas internasional.

Jika Ayatollah Ali Khamenei memang tewas dalam serangan, hal itu akan memicu krisis suksesi di Iran. Khamenei memegang otoritas konstitusional tertinggi atas militer, pemerintah, dan peradilan. Kematiannya kemungkinan akan membuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merebut kendali absolut dan tanpa pengawasan atas negara tersebut.

Target Serangan

Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) menargetkan Ali Khamenei. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, Kan. Selain Ali Khamenei, serangan Israel dan AS juga disebut menargetkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

“Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian termasuk di antara target serangan,” lapor Kan, mengutip sumber Israel, Sabtu. Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman. Sebuah sumber Iran yang dekat dengan pemerintah mengatakan beberapa komandan senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran dan pejabat politik telah tewas. Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi.

Media pemerintah melaporkan pada Sabtu pagi bahwa Pezeshkian “aman dan sehat,” setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. “Presiden Masoud Pezeshkian aman dan sehat dan tidak mengalami masalah,” lapor kantor berita IRNA, bersama dengan kantor berita Mehr dan ISNA.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *