Gubernur Kaltim Rudy Masud Ingin Beli Mobil Dinas Rp8,5 M, Ini Komentar Warga Soal Kijang Miskin

Polemik Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim yang Memicu Protes Warga

Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp8,5 miliar kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Rencana ini memicu pro dan kontra, terutama dari warga yang merasa anggaran tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan dasar daerah.

Rudy Masud, Gubernur Kaltim, secara terbuka menyatakan penolakannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah seperti Kijang. Ia menganggap kendaraan tersebut tidak mencerminkan martabat Kaltim sebagai etalase Ibu Kota Nusantara (IKN). “Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” ujarnya saat menanggapi kritik terkait pengadaan tersebut.

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang sedang diproses merupakan jenis SUV hybrid mewah dengan spesifikasi teknis tinggi, yakni mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP yang didukung motor listrik 140 kW. Pengadaan ini memicu gelombang protes dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM).

Alasan Gubernur dan Tanggapan Publik

Menghadapi desakan tersebut, Rudy Masud meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berpikiran negatif. Ia berargumen bahwa pemilihan spesifikasi mobil tersebut masih berada dalam koridor hukum, khususnya merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah.

Selain itu, ia menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia menyusul keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, fasilitas yang mumpuni diperlukan untuk menyambut tamu-tamu internasional agar martabat daerah tetap terjaga.

Namun, alasan “martabat daerah” yang disampaikan gubernur berbanding terbalik dengan jeritan warga di akar rumput. Suryani, seorang pedagang di Samarinda, mengaku bingung dengan prioritas anggaran tersebut sementara infrastruktur dasar masih memprihatinkan. “Pas dengar harganya sampai segitu, bingung ya, jalan di sini aja masih ada yang berlubang, Kami tiap hari lewat. Kalau menurut saya sih, mending buat tambal jalan dulu,” keluh Suryani.

Martinus, warga Kabupaten Mahakam Ulu, menyoroti sulitnya akses transportasi di daerahnya saat musim hujan. Ia berharap anggaran miliaran rupiah itu bisa dialihkan untuk memperbaiki akses di kampung-kampung terpencil daripada sekadar membeli mobil mewah bagi pejabat.

Profil Rudy Masud

Rudy Mas’ud menjabat sebagai Gubernur Kaltim untuk periode 2025–2030. Pria kelahiran 7 Desember 1981 ini juga dikenal sebagai seorang pengusaha dan politikus Partai Golkar. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 2019–2024 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur.

Di Partai Golkar dirinya juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur untuk periode 2020-2025. Mengutip kaltimprov.go.id, Rudy Mas’ud juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2025–2029.

Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan

Riwayat pendidikan Rudy Masud meliputi:
* SDN 008 BALIKPAPAN (1987 – 1993)
* SMP N 4 SAMARINDA (1993 – 1996)
* SMA N 2 BALIKPAPAN (1996 – 1999)
* S1 EKONOMI, UNIV.MULAWARMAN SAMARINDA (1999 – 2006)
* S2, UNIV MULAWARMAN SAMARINDA (2017 – )

Riwayat pekerjaan:
* ANGGOTA DPR RI (2019 – 2024)
* BAROKAH BERSAUDARA PERKASA (2018 – Sekarang)
* PT EISSU PRIMA USAHA (2015 – 2015)
* PT CAKRA BUANAMAS UTAMA (2015 – 2018)
* PT BAROKAH BERSAUDARA PERKASA (2007 – 2013)

Harta Kekayaan

Berdasarkan laporan harta kekayaannya yang dilaporkan 22 Maret 2024 untuk periodik 2023, Rudy Masud memiliki total Harta Kekayaan mencapai Rp 320 Miliar. Namun Rudy Masud juga punya hutang sebesar Rp 137 Miliar. Sehingga Harta Kekayaan bersihnya adalah sebesar Rp 183 Miliar.

Berikut data hartanya:
A. TANAH DAN BANGUNAN
1. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/50 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 250.500.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 170 m2/170 m2 di KAB / KOTA KOTA SAMARINDA , HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 685 m2/590 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.200.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 720 m2/590 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 15.000.000.000
5. Tanah Seluas 100000 m2 di KAB / KOTA PENAJAM PASER UTARA, LAINNYA Rp. 2.050.000.000.

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
1. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
2. MOBIL, HONDA FREED Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp. 85.000.000
3. MOBIL, SUZUKI X-OVER Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA
Rp. 450.000.000

D. SURAT BERHARGA
Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS
Rp. 17.303.202.983

F. HARTA LAINNYA
Rp. 259.000.000.000

Sub Total Rp. 303.513.702.983

III. HUTANG Rp. 137.694.480.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 165.819.222.983.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *