Prodi PG PAUD Undana Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Wilayah 3T NTT

Program PG-PAUD Undana Siapkan Lulusan untuk Wilayah 3T NTT

Program Studi (Prodi) PG-PAUD Universitas Nusa Cendana (Undana) terus berupaya menyiapkan lulusan yang siap mengabdi di wilayah 3T, yaitu Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Prodi ini memiliki fokus pada strategi pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada di daerah terpencil.

Tugas Utama Prodi PG-PAUD Undana

PG-PAUD Undana menjalankan empat tugas utama, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian, dan penunjang. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, sekolah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Berbagai kegiatan nyata telah dilakukan oleh prodi ini, seperti edukasi kesehatan anak, bantuan pengurusan akta lahir, pengembangan media belajar, serta penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Sartika Kale, S.Pd., M.Pd, Koordinator Prodi PG-PAUD Undana, menjelaskan bahwa dari empat program tersebut, prodi ini mengembangkan berbagai kegiatan yang berfokus pada pendidikan dan penelitian. “Kami bekerja sama dengan instansi atau lembaga lain dalam sosialisasi maupun edukasi tentang pendidikan seksual anak usia dini dan makanan sehat,” ujarnya.

Kegiatan Nyata dan Hasil yang Dicapai

Salah satu agenda yang dilakukan adalah membantu masyarakat dalam mengurus akta lahir anak. Kegiatan ini dijadikan sebagai project mahasiswa, dan hasilnya berupa artikel ilmiah, buku, serta alat peraga bagi anak usia dini. Penelitian yang dilakukan oleh prodi ini juga sudah dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus dan terakreditasi Shinta. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada output, tetapi juga diintegrasikan dalam mata kuliah.

“Penelitian kami dilakukan melalui skema kerja sama, salah satunya bersama Pemerintah Kabupaten Malaka dan sejumlah LSM,” tambah Sartika Kale. Dalam aspek pengabdian, prodi ini lebih fokus pada Kabupaten Kupang karena terdapat sejumlah PAUD binaan. Pembuatan perangkat belajar, inovasi media belajar, dan penilaian anak usia dini merupakan beberapa program yang dijalankan di kabupaten ini.

Strategi Pembelajaran Kontekstual

Fokus PG-PAUD Undana saat ini adalah kurikulum OBE (Outcome-Based Education), yang mendorong adanya ciri mata kuliah. Strategi ini menjadi pembeda dengan Prodi PG-PAUD di perguruan tinggi lainnya. “Kami ingin menunjukkan bahwa strategi guru dan penerapan metode pembelajaran itu penting ketika guru kami disiapkan untuk ada di daerah 3T. Itu jarang ada di PG-PAUD lain,” ujarnya.

Menurut Sartika Kale, metode pembelajaran kontekstual sangat penting karena daerah-daerah 3T memiliki kondisi yang berbeda dibanding daerah yang lebih maju. “Guru harus punya strategi yang berbeda, unik yang memanfaatkan konteks yang ada di daerah itu. Itu kami tekankan ke alumni, lulusan,” katanya.

Persiapan dan Tantangan

Untuk mempersiapkan lulusan, prodi ini terus melakukan penerapan dan pengembangan metode pembelajaran. Salah satu persiapan adalah mendorong dosen untuk memiliki bahan kompetensi guru di tiga daerah 3T. Meskipun pembangunan diarahkan ke wilayah 3T, realitasnya para lulusan yang kembali ke daerah asal masih menemukan bahwa daerah tersebut masih terisolir.

Dengan demikian, Prodi PG-PAUD Undana mempersiapkan guru-guru agar bisa membantu wilayah pelosok dengan pembelajaran kontekstual. “Jika tidak ada persiapan maka mereka akan punya ketergantungan atau merasa selalu sulit. Maka mereka harus dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang dihadapi di daerah,” ujarnya.

Struktur Prodi dan Tantangan Ke depan

Prodi PG-PAUD Undana memiliki 12 dosen, termasuk tiga orang yang sedang menempuh pendidikan doktoral. Selain itu, terdapat lebih dari 200 mahasiswa aktif yang terdaftar di prodi ini. Namun, tantangan yang selalu ada adalah animo mahasiswa yang terus menurun setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal ini, prodi ini berupaya mempersiapkan lulusan yang memiliki ciri tersendiri agar menjadi modal utama.

Sartika Kale menyebut bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui pentingnya PG-PAUD sebagai pendidikan dasar untuk menanamkan karakter anak yang akan masuk ke pendidikan dasar. “Prodi kami ini hadir untuk menegaskan bahwa PAUD, Taman Kanak-kanak itu penting. Jadi seharusnya kami didukung melalui keterlibatan orang-orang bergabung kesini,” katanya.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *