Kedatangan Wapres Gibran di Pasar Badung, Denpasar
Pasar Badung, Denpasar, pada hari Sabtu pagi ini terlihat berbeda dari biasanya. Banyak personel pengamanan yang ditempatkan di sekitar pasar menyusul kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, tiba lebih awal di Pasar Badung untuk memastikan kesiapan menjelang kedatangan Wapres. Tak lama kemudian, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga tiba di lokasi tersebut.
Sekitar pukul 07.45 WITA, iring-iringan kendaraan tiba dan Wapres Gibran turun dari mobil Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid putih berplat B 1355 ZZR. Gubernur Bali dan Walikota Denpasar langsung menyambutnya dengan ramah.
Dengan pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), yang mengenakan kemeja berwarna krem dan celana hitam, Wapres Gibran melakukan blusukan ke dalam Pasar Badung. Ia langsung mengunjungi para pedagang sembako dan mendengarkan keluhan mereka.
Salah satu pedagang cabai mengeluhkan naiknya harga cabai kepada Wapres. “Apa Bu yang naik?” tanya Gibran. “Naik cabainya Rp 85 ribu sekarang,” jawab pedagang itu.
Wapres Gibran menanggapi keluhan tersebut dengan serius dan bertanya kepada Walikota Denpasar tentang subsidi yang diberikan pemerintah untuk menanggulangi kenaikan harga cabai. Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa saat ini subsidi diberikan untuk cabai karena harganya meningkat.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, memberikan penjelasan tambahan mengenai subsidi yang dimaksud.
Dari los sembako, Wapres Gibran beralih ke los daging ayam dan daging sapi. Di setiap lapak yang dikunjungi, ia mendengarkan keluhan atau harapan para pedagang mengenai harga sembako saat ini.
Banyak pedagang dan pengunjung pasar meminta Wapres Gibran untuk berswafoto. Dengan ramah, ia melayani permintaan warga untuk berfoto bersamanya.
“Senang ketemu bapak Wapres langsung. Terimakasih sudah datang ke pasar melihat rakyat di bawah. Semoga kedepannya lebih bagus,” ujar Made Suarti dengan sumringah.
Ia menyebutkan bahwa harga daging sapi per kilo saat ini stabil di angka Rp120 ribu, namun pembeli mengalami penurunan karena faktor musim hujan.
Tanpa memberikan keterangan apapun kepada awak media, Wapres Gibran bersama rombongan meninggalkan Pasar Badung sekira pukul 08.20 WITA, guna melanjutkan agenda selanjutnya bertemu dengan pelaku usaha sektor pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali.
Langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam Menjaga Inflasi
Walikota Denpasar, Jaya Negara, menyampaikan bahwa langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga inflasi dengan memberikan subsidi sebesar Rp 3 ribu per kilogram kepada pedagang cabai diapresiasi oleh Wapres. Namun, Wapres meminta agar subsidi ini dapat mencakup lebih banyak komoditas.
“Beliau cuma meminta subsidi yang diberikan itu biar merata. Kalau merata Unit Sukajaya tidak mampu. Tapi sekarang kita perhatikan ada dua hal disana nanti kita keliling gantian nanti diberikan. Sekarang kan setiap 10 pedagang kita berikan ini demi menjaga inflasi di Kota Denpasar dimana inflasi kita tembus 3,6 per tahun,” ujar Walikota Jaya Negara.
Nilai inflasi tersebut menurut Walikota Jaya Negara masih tinggi di atas rata-rata inflasi nasional karena rata-rata nasional berada di angka 3,5.
Penjelasan Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menyampaikan pesan dari Wapres Gibran mengenai subsidi dan pemeliharaan pasar. Ia mengatakan bahwa Wapres hanya menekankan masalah subsidi dan pemeliharaan pasar.
“Beliau (Wapres Gibran) berpesan hanya masalah subsidi saja yang beliau tekankan. Sama masalah pemeliharaan pasar,” ujarnya.
Mengenai subsidi, ia menjelaskan bahwa subsidi dilakukan setiap minggu dengan memilih komoditi yang harganya naik. Anggaran sebesar Rp 500 juta disiapkan selama satu tahun untuk program subsidi komoditi yang mengalami kenaikan harga signifikan.
Harga Komoditi di Pasar Badung
Dari informasi yang dihimpun di Pasar Badung, harga cabai rawit dari Rp70 ribu naik menjadi Rp85 ribu per kilogram setelah diberikan subsidi menjadi Rp82 ribu. Selain itu, harga bawang merah dari Rp28 ribu naik menjadi Rp30 ribu per kilogram, ayam per kilogram dari Rp38 ribu naik menjadi Rp43 ribu. Minyak goreng untuk MinyaKita berada di harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, daging sapi stabil per kilo Rp110 ribu hingga Rp120 ribu, dan beras stabil di angka Rp15 ribu hingga Rp16 ribu.












