Menjelang Ramadan 2026, Alun-alun Merdeka Jadi Pilihan Ngebuburit Favorit

Alun-alun Merdeka Malang Jadi Pilihan Utama untuk Ngabuburit Saat Ramadan 2026

Alun-alun Merdeka Malang kembali menjadi pusat perhatian warga menjelang Ramadan 2026. Tidak hanya sebagai tempat beribadah, area ini juga menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit, yaitu kegiatan menunggu waktu berbuka puasa sambil bersantai dan berkumpul dengan keluarga.

Setelah proses revitalisasi yang selesai pada akhir 2025 lalu, Alun-alun Merdeka kini tampil lebih rapi, bersih, dan nyaman. Warga bisa menikmati ruang terbuka hijau yang luas di tengah kota sambil menunggu waktu berbuka. Ira Kusumawati, warga Kelurahan Purwantoro yang juga pegiat ekonomi kreatif, mengatakan bahwa alun-alun ini kini jauh lebih representatif dibanding sebelumnya.

“Sekarang alun-alun jauh lebih nyaman. Teduh, penataannya rapi, dan suasana lebih bersih. Enak banget kalau buat ngabuburit, terutama sambil bawa keluarga,” ujarnya.

Revitalisasi Alun-alun Merdeka tidak hanya memperbaiki tampilan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas publik. Ira menyebutkan bahwa kini banyak keluarga yang duduk di area rumput, anak-anak bermain gelembung atau air mancur, serta para kreator yang sering foto produk atau konten di sekitar alun-alun.

Pada saat menjelang berbuka puasa, suasana di alun-alun biasanya semakin ramai. Cahaya matahari yang meredup dan rindangnya pepohonan membuat suasana menjadi lebih hangat dan nyaman. Warga memanfaatkan waktu untuk bercengkerama, membaca, atau menikmati jajanan kaki lima yang berada di area luar alun-alun.

“Ngabuburit di sini itu vibes-nya dapat. Banyak pilihan jajanan di sekeliling alun-alun tapi tetap tidak mengganggu area dalam karena pedagangnya sudah ditata. Jadi lebih rapi,” tambah Ira.

Dengan kondisi yang semakin tertata, Alun-alun Merdeka Malang kembali menjadi ikon ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional. Warga bisa menikmati ruang terbuka hijau berkualitas di tengah kota sambil menunggu waktu berbuka.

Ira berharap alun-alun ini dapat terus dijaga kebersihannya dan keamanannya agar tetap menjadi ruang publik yang inklusif.

Masjid Agung Jami Malang Siapkan Berbagai Agenda Ibadah

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, Yayasan Masjid Agung Jami Malang mulai menyiapkan berbagai agenda ibadah dan layanan untuk jamaah. Sekretaris Yayasan, Mahmudi Muhith, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan menyesuaikan keputusan resmi awal Ramadan dari Kementerian Agama.

“Kami menunggu penetapan awal Ramadan dari Kemenag. Setelah itu seluruh kegiatan langsung berjalan,” ujarnya.

Mahmudi menuturkan, Masjid Agung Jami menyiapkan sejumlah program yang diprediksi akan dipadati jamaah, seperti salat tarawih dan witir, termasuk qiyamul lail pada 10 malam terakhir. Kuliah subuh dan kajian jelang berbuka digelar setiap pukul 16.00 di ruang studio. Narasumber berasal dari pengasuh pondok pesantren, ustaz muda, dosen hingga habaib muda.

Tadarus Al Qur’an setiap usai tarawih. Qiyamul lail mulai pukul 23.00 hingga 02.00 untuk menyongsong Lailatul Qadar.

“Kegiatan malam, termasuk witir dan qiyamul lail, kami perkirakan akan ramai seperti saat salat Jumat,” kata Mahmudi.

Setiap hari, masjid menyediakan 100 porsi makanan untuk berbuka. Namun kontribusi jamaah membuat jumlahnya melonjak hingga 700 kotak nasi. “Jamaah banyak yang menyumbang. Ada yang dibagikan sendiri, ada yang diserahkan ke takmir,” jelasnya.

Pada 10 hari terakhir Ramadan, tradisi makan bersama atau talaman juga akan digelar. Untuk menghindari penumpukan, jamaah diimbau datang sekitar pukul 17.00. “Setelah azan kami beri kurma dulu, lalu salat. Setelah salat baru kami bagikan makanan,” kata Mahmudi.

Selain ibadah umum, Masjid Agung Jami juga menyediakan layanan manasik haji mulai 3–20 Ramadan, terbuka bagi calon jemaah maupun masyarakat yang ingin belajar praktik ibadah haji. Pesantren Ramadan bekerja sama dengan sekolah, seperti SMKN 7, SMAN 6, dan SMA Nala. “Para siswa dibawa ke masjid untuk mengikuti kajian-kajian Ramadan,” tambahnya.

Persiapan Teknis dan Kekhawatiran Soal PKL

Menjelang Ramadan, pengurus masjid telah melakukan bersih-bersih dan pengecekan instalasi air serta listrik. Mahmudi juga mengapresiasi kondisi Alun-Alun Merdeka yang kini lebih tertib usai revitalisasi. Namun ia menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang masih sering menutupi area masjid.

“Kami sudah mengimbau, tapi mereka kembali lagi. Kami tidak melarang karena sama-sama mencari rezeki, tapi mohon tertib. Jangan sampai mengganggu keluar-masuk masjid, apalagi nanti Ramadan makin ramai,” ucapnya.

Menurutnya, penertiban perlu diperkuat oleh petugas berwenang. Mahmudi menutup dengan pesan bagi umat Muslim agar memaksimalkan ibadah di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan Ramadan. Semoga ini menjadi berkah. Manusia kadang hitung-hitungannya tak pas, tapi Allah pasti lebih tahu,” pungkasnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *