Pengangkatan Uskup Larantuka yang Penuh Makna
Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, Gereja Katedral Reinha Rosari di Larantuka menjadi saksi atas perayaan pentahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Perayaan ini dilangsungkan dalam rangkaian Ekaristi dan dipimpin oleh Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr. Acara ini dihadiri oleh ribuan undangan yang hadir untuk menyaksikan momen penting ini.
Uskup Emeritus Mgr. Frans Kopong Kung berperan sebagai uskup penabis, didampingi oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden dan Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Para tokoh agama ini hadir untuk memberikan dukungan dan doa bagi Mgr. Hans dalam perjalanan barunya sebagai pemimpin keuskupan.
Homili yang Menyentuh Hati
Dalam homilinya, Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden mengangkat isu-isu sosial yang serius yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menyoroti realitas yang menghimpit rakyat kecil, khususnya para petani dan nelayan yang terjebak dalam sistem ekonomi yang tidak adil. Dalam khotbahnya, ia menggunakan frasa “No Bale Nagi” yang memiliki makna mendalam. Frasa ini bukan hanya tentang pulang kampung atau nostalgia, tetapi lebih dari itu: sebuah panggilan untuk melangkah dalam kasih Tuhan dan mewartakan Kristus.
Mgr. Kleden menjelaskan bahwa kepulangan Mgr. Hans ke Larantuka adalah bagian dari misi yang diberikan oleh Tuhan. Ia menekankan bahwa pengalaman dan pengaruh yang telah diberikan oleh para gembala sebelumnya sangat berharga. Namun, kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan dengan penuh harapan dan semangat baru.
Mengingat Masa Lalu dan Harapan Masa Depan
Mgr. Kleden juga mengenang masa lalu ketika Mgr. Frans Kopong Kung mulai memimpin keuskupan pada tahun 2004. Ia menyampaikan bahwa momen ini membawa kenangan yang indah, termasuk saat Mgr. Hans masih muda dan menjadi komentator liturgi pada waktu itu. Kini, Mgr. Hans tampil meyakinkan sebagai pemimpin baru.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan di Larantuka bukanlah tugas mudah. Wilayah ini memiliki tantangan geografis yang tinggi, termasuk rawan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Selain itu, umat yang tinggal di pulau-pulau terpisah juga membutuhkan pemimpin yang tangguh dan penuh kasih.
Moto yang Memiliki Makna Mendalam
Dalam tahbisannya, Mgr. Hans Monteiro memilih moto tiga kali dalam bahasa Latin: Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan). Moto ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan kesatuan di antara semua umat. Mgr. Kleden menjelaskan bahwa makna “Satu” mencakup seluruh dimensi manusia: tubuh, roh, dan pengharapan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesatuan ini harus disertai kesadaran akan ketimpangan sosial yang ada. Ada jurang yang lebar antara mereka yang hidup dalam kelimpahan dan mereka yang merana dalam kemiskinan ekstrem. Ia menyerukan keberanian untuk menghadapi masalah ini dan mewartakan kabar pembebasan.
Kritik terhadap Pinjol dan Eksploitasi
Kritik terhadap praktik pinjaman online (pinjol) dan eksploitasi sumber daya alam juga disampaikan dalam homili ini. Mgr. Kleden menegaskan bahwa seorang rohaniwan wajib berbicara tentang ketimpangan ekonomi dan kemiskinan yang menyayat. Ia menyerukan keberanian untuk melawan praktik perdagangan orang, pembabatan hutan, pencemaran air, dan eksploitasi kekayaan alam yang merusak ekosistem dan kesatuan masyarakat.
Kesimpulan
Perayaan pentahbisan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Mgr. Hans, tetapi juga menjadi titik awal bagi perjalanan baru di Keuskupan Larantuka. Dengan moto yang penuh makna dan pesan-pesan yang tajam, Mgr. Kleden menunjukkan bahwa gereja harus menjadi tempat yang tidak hanya mengedepankan iman, tetapi juga keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












