Adik Denada Bongkar Ayah Ressa Rossano, Pilu Lihat Perjuangan Kakaknya

Penjelasan Enrico Tambunan Mengenai Ayah Biologis Ressa

Adik dari Denada, Enrico Tambunan, akhirnya angkat bicara mengenai isu yang menyeret nama Ressa Rizky Rossano, khususnya terkait sosok ayah biologisnya. Menurut Enrico, berdasarkan informasi yang ia ketahui, ayah biologis Ressa telah meninggalkan Denada sejak lama. Meski begitu, ia belum pernah menerima penjelasan langsung dari kakaknya mengenai identitas pria tersebut.

Enrico juga mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui fakta bahwa Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025. Informasi itu ia dapatkan dari Ratih, tante Denada yang selama ini berperan besar dalam merawat dan membesarkan Ressa. Sayangnya, Enrico mengaku kini sudah tidak lagi menjalin komunikasi dengan Ratih, sehingga sulit baginya untuk menggali informasi lebih jauh terkait persoalan tersebut.

“Saya berusaha berbicara kepada tante Ratih, dan ini sebelum berita ini jadi besar. Tapi saya tidak dibaca Whatsapp-nya, tidak diangkat teleponnya, jadi saya tidak bisa berkomunikasi lagi,” katanya dikutip dari Instagram @enricotambunan, Senin (2/2/2026).

Enrico juga mengaku sedih mendengar pernyataan Ratih di podcast yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa. “Saya sungguh sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast tante mengatakan tante tahu siapa bapaknya, tapi tante tidak mau omongin,” kata Enrico.

Sebagai adik, Enrico memang baru tahu kalau Ressa adalah anak kakaknya. “Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalau pun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga,” jelas Enrico.

Enrico sudah mencoba mencari tahu siapa ayah biologisnya, namun menurut dia Ratih enggan memberi tahu. “Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi,” tuturnya. Bahkan saat Enrico mencoba bicara pada Denada, sang kakak juga tidak pernah mau membuka masa lalunya itu.

“Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu terjadi apa dulu itu,” kata dia. Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu.

“Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa. “Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin,” katanya.

“Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya,” tambah dia. Kini Enrico pun mengaku kecewa pada tantenya karena malah menyudutkan kakaknya, dan tidak menyerang ayah kandung Ressa.

“Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab,” beber Enrico.

Menurut dia, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab itu. “Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi,” katanya. Ia pun mendesak sang tante untuk mengejar ayah biologis Ressa.

“Kalau tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi,” katanya. “Seharusnya kita mempertanyakan laki-laki ini di mana, kenapa dia tidak bertanggung jawab,” tandas Enrico.

Meski begitu, ia mengaku bisa menebak siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu. “Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi dekat sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis,” katanya. “Jadi kalau memang tante tahu, tante serang orang itu, jangan serang keponakan sendiri,” tegas Enrico lagi.

Denada Akui Ressa Anaknya

Sambil menahan haru, Denada menyampaikan permohonan maaf kepada Ressa karena tidak membesarkannya secara langsung sejak bayi. “Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya, dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi,” kata Denada dalam video tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kondisinya di masa lalu menjadi alasan di balik keputusan berat tersebut. “Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ujarnya. Denada juga mengungkapkan penyesalannya karena baru bisa memberanikan diri untuk memberitahu Ressa mengenai statusnya sebagai ibu kandung setelah sekian lama.

“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ucapnya. Di akhir pernyataannya, Denada berharap sang putra mau menerima dan memaafkannya. “Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” tuturnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *