Konsolidasi Internal PKB Sulsel dengan Masuknya Mantan Kader Partai Lain
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, telah mengambil langkah penting dalam memperkuat struktur kepengurusan PKB Sulsel periode 2026–2031. Langkah ini dilakukan dengan merangkul sejumlah mantan kader dari berbagai partai politik, seperti NasDem, Hanura, PKS, dan Gerindra.
Pengukuhan ini menjadi bagian dari konsolidasi internal PKB Sulsel setelah Azhar Arsyad kembali dipercaya memimpin partai berlambang bola dunia itu di tingkat provinsi. Pelantikan akan dilakukan pada 1–3 Februari 2026 di Jakarta, dengan pembukaan oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Struktur kepengurusan DPW PKB Sulsel periode ini akan diperkuat sekitar 50 orang pengurus. Tujuh di antaranya merupakan wajah baru yang berasal dari latar belakang partai politik berbeda. Berikut adalah nama-nama yang masuk dalam struktur kepengurusan:
- Syamsu Rizal (Deng Ical)
- Paulus Tandiongan
- Tomy Satria Yulianto
- Wawan Mattaliu
- Tjing Ming Nelly
- Andi Jahidya Ilyas
- Misriani Ilyas
Syamsu Rizal atau Deng Ical saat ini merupakan Anggota DPR RI dari Dapil Sulsel I. Sebelumnya, ia menjabat Ketua Bappilu DPW PKB Sulsel dan kini diusulkan menduduki posisi Wakil Ketua PKB Sulsel.
Paulus Tandiongan juga diusulkan sebagai Wakil Ketua PKB Sulsel. Ia merupakan mantan anggota DPRD Sulsel periode 2009–2024 dari Partai Damai Sejahtera (PDS).
Tomy Satria Yulianto, yang merupakan Ketua DPD Partai NasDem Bulukumba, turut bergabung dan diusulkan sebagai Wakil Ketua PKB Sulsel. Wawan Mattaliu, eks politisi Partai Hanura, juga dipercaya mengisi posisi Wakil Ketua PKB Sulsel.
Tjing Ming Nelly, yang dikenal sebagai Ketua International Nature Loving Association (INLA) Sulsel, juga diusulkan sebagai Wakil Ketua. Dua nama lainnya, yakni Andi Jahidya Ilyas dan Misriani Ilyas, masing-masing merupakan mantan anggota DPRD Sulsel. Andi Jahidya berasal dari PKS, sedangkan Misriani sebelumnya merupakan kader Partai Gerindra. Keduanya diusulkan menjabat Wakil Sekretaris PKB Sulsel.
Menurut Muhammad Haekal, Sekretaris DPW PKB Sulsel, ketujuh wajah baru tersebut akan menempati posisi strategis dalam struktur DPW PKB Sulsel. “Untuk jabatan Wakil Sekretaris akan diisi Andi Jahidya Ilyas dan Misriani Ilyas,” jelasnya.
Haekal menjelaskan bahwa sesuai ketentuan internal partai, SK DPP PKB hanya mencakup jabatan inti, seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan wakil bendahara. Setelah itu, DPW PKB Sulsel diberi kewenangan membentuk struktur lanjutan, termasuk biro dan perangkat organisasi lainnya.
Sebelumnya, Azhar Arsyad kembali dipercaya menakhodai DPW PKB Sulsel periode 2026–2031 setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan DPP PKB di Jakarta. Seluruh ketua DPW yang lolos UKK telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) resmi DPP PKB dan dilantik secara serentak pada 1–3 Februari 2026 di Jakarta.
Momentum pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan SK dan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen kepemimpinan serta loyalitas terhadap garis perjuangan partai. Penyerahan SK dan Pakta Integritas oleh DPP akan dilaksanakan pada 1 Februari di Jakarta.
Azhar Arsyad menyebut, UKK kali ini mencerminkan keseriusan DPP PKB dalam menata organisasi dan menyiapkan kepemimpinan yang berkualitas. Tahapan seleksi lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya, mulai dari tes psikologi hingga berbagai penilaian lainnya. Bahkan, salah satu tokoh penting DPP PKB, Gus Abdul Halim, turut mengikuti tahapan tersebut.
Di Sulsel, hanya Azhar Arsyad yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu, akhirnya PKB memiliki calon tunggal untuk memimpin DPW Sulsel periode 2026–2031.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












