Daerah  

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Panen Perdana Kacang Tanah Biga-3 di Tilihuwa

Bupati Gorontalo Luncurkan Panen Perdana Kacang Tanah Varietas Biga 3

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, melakukan panen perdana komoditas kacang tanah varietas Biga 3 di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin (6/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam uji coba varietas unggul yang merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan makanan nasional, Garuda Food.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyatakan bahwa hasil panen perdana menunjukkan kualitas yang baik. Seluruh hasil panen akan diserap langsung oleh pihak Garuda Food, sementara sebagian lainnya akan diproyeksikan sebagai bibit unggul untuk dikembangkan kembali oleh petani setempat.

“Kita fokus sementara di Tilihuwa karena branding-nya ingin kita angkat dulu. Nanti setelah ini berhasil dan kita lihat lahan yang cocok, akan kita sebarkan ke wilayah lain,” ujarnya saat meninjau lokasi panen.

Langkah Pemerintah Daerah dalam Mendukung Petani

Pemkab Gorontalo tengah menyiapkan sarana pendukung pascapanen bagi para petani. Saat ini, sebuah gudang penyimpanan sedang dalam proses pembangunan. Selain itu, Bupati Sofyan berkomitmen memfasilitasi kebutuhan alat mesin pertanian seperti mesin pemipil kacang guna memudahkan operasional petani.

Melalui program ini, ia berharap dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kepastian pasar. “Target kita adalah promosi produk lokal. Jadi meski lahannya di mana saja, begitu dipasarkan mereknya tetap Tilihuwa agar posisi tawar produk kita kuat di pasar nasional,” pungkasnya.



Garuda Food Tilihuwa

Potensi Ekonomi dan Tantangan yang Dihadapi Petani

Sementara itu, Lurah Tilihuwa, Jefri Djahidi, mengatakan ketersediaan lahan yang telah tergarap baru mencapai sekitar 100 hektare, menyesuaikan jumlah suplai bibit dari pihak Garuda Food. Meski demikian, antusiasme petani lokal sangat tinggi mengingat Tilihuwa memiliki rekam jejak historis sebagai sentra penghasil kacang sejak tahun 1970-an.

“Tilihuwa ini terkenal dengan petani kacangnya dari dulu, namun sempat vakum sejak 2014 karena masalah gagal panen akibat hama ulat,” ungkap Jefri.

Meskipun potensi ekonomi yang ditawarkan cukup besar, para petani saat ini masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam proses panen yang masih mengandalkan tenaga manual manusia. Setidaknya dibutuhkan sekitar 20 orang tenaga kerja untuk sekali siklus panen besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak kelurahan tengah mengusulkan bantuan teknologi berupa mesin rontok kacang kepada Bank Indonesia (BI) guna mengefisiensi waktu dan biaya operasional. Selain masalah mekanisasi, pengendalian hama ulat buah yang menyerang di dalam tanah masih menjadi tantangan utama yang memerlukan penanganan khusus dari segi ketersediaan obat-obatan pertanian.

Rencana Pengembangan Ke Depan

Ke depan, jika program kemitraan dengan varietas Biga 3 ini sukses, pemerintah berencana memperluas area tanam hingga ke desa-desa tetangga. Produk hasil kolaborasi ini nantinya akan dipasarkan dengan nama “Garuda Food Tilihuwa” sebagai identitas lokal yang menembus pasar nasional.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *