Pengamanan Ketat, Polres Kubu Raya Simulasikan TFG untuk Lanceng Praben 2026

Kesiapan Polres Kubu Raya dalam Pengamanan Pemilihan Duta Lanceng Praben 2026

Kegiatan Pemilihan Duta Lanceng Praben Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026 semakin mendekati hari pelaksanaannya. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara, jajaran Polres Kubu Raya melakukan persiapan dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah pemantapan pengamanan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mapolres Kubu Raya, Jalan Mayor Alianyang, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang pada Jumat, 3 April 2026.

TFG dipimpin langsung oleh Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, SIK., MH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, S.I.P., M.M, para Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya, Ketua Panitia Penyelenggara Derahman, Anggota DPRD Kubu Raya Hj. Maimunah, serta sejumlah personel dan perwakilan organisasi masyarakat.

Tujuan TFG: Menyamakan Persepsi dan Memperkuat Persiapan

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa TFG dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh personel dalam menghadapi pengamanan kegiatan yang akan digelar di Hotel Qubu Resort pada 4 April 2026. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari TFG adalah agar seluruh personel memiliki kesamaan cara bertindak di lapangan serta memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga pengamanan dapat berjalan maksimal.

Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur perizinan dalam setiap kegiatan masyarakat. Ia mengingatkan agar panitia memperhatikan empat poin utama, yakni tujuan kegiatan, waktu dan lokasi, penanggung jawab, serta jumlah peserta. Menurutnya, pengendalian jumlah pengunjung menjadi hal krusial untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, berkaca dari pengalaman kegiatan sebelumnya yang sempat membludak.

“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang. Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian jumlah peserta secara terukur dan terencana,” tegasnya.

Langkah Antisipasi dari Panitia

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Derahman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk pembatasan jumlah pengunjung sekitar 5.000 orang melalui sistem gate parkir dan tiket. Ia menjelaskan bahwa jika jumlah kendaraan atau pengunjung sudah mencapai batas, maka akses masuk akan ditutup. Ini demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Derahman juga menyebutkan dukungan lintas instansi dalam pengamanan, di antaranya Satpol PP sebanyak 50 personel, Damkar 10 personel, Dinas Kesehatan dengan tiga dokter dan posko medis, serta Banum IKBM sebanyak 50 personel.

Apresiasi dari Anggota DPRD Kubu Raya

Hal senada disampaikan oleh Anggota DPRD Kubu Raya Hj. Maimunah yang mengapresiasi dukungan Polres Kubu Raya dalam pengamanan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghibur masyarakat dengan tetap mengedepankan keselamatan. “Kami bersama panitia berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan ini, baik secara moril maupun materiil,” ungkapnya.

Kesiapan dari Unsur Masyarakat

Di akhir kegiatan, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni menekankan kepada seluruh personel agar memahami SOP dan menjalankan tugas secara profesional. Ia juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan, setiap personel harus mampu mengendalikan situasi agar tetap kondusif. “Profesionalitas menjadi kunci utama. Anggap setiap skenario dalam TFG ini sebagai kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Dari unsur masyarakat, Ketua LSKM Ali juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam membantu pengamanan dengan menerjunkan 50 personel. “Kami siap mendukung dan menunggu arahan terkait penempatan anggota di lapangan,” katanya.

Kesimpulan

Melalui kegiatan TFG ini, diharapkan seluruh rangkaian Pemilihan Duta Lanceng Praben Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Kesiapan yang matang dari semua pihak menjadi kunci utama dalam menyelenggarakan acara yang bermakna bagi masyarakat.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *