Peristiwa Kebakaran Hebat di Desa Puntang, Kabupaten Indramayu
Kebakaran hebat kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebuah bangunan rumah yang telah lama ditinggalkan oleh pemiliknya, berada di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, dilalap api pada Minggu sore, 5 April 2026. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar, karena kobaran api yang cepat membesar disertai asap hitam pekat.
Kebakaran yang Menimbulkan Tanda Tanya
Kejadian tersebut menyisakan banyak pertanyaan, khususnya terkait penyebab munculnya api di bangunan yang sudah puluhan tahun tidak dihuni. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap terlihat menempati rumah kosong tersebut. Warga setempat mengaku tidak asing dengan keberadaan sosok tersebut, yang sering keluar masuk bangunan tanpa penghuni itu.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Indramayu, Jajat Wibisono, menjelaskan bahwa rumah yang terbakar memang sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Berdasarkan keterangan warga, bangunan itu bahkan tidak dihuni selama puluhan tahun dan hanya sesekali digunakan oleh pihak-pihak tak dikenal sebagai tempat singgah sementara.
“Rumah ini memang sudah lama kosong, bahkan puluhan tahun tidak ditempati pemiliknya. Namun, dari informasi warga, lokasi ini sering dijadikan tempat tinggal oleh ODGJ,” ujar Jajat dalam keterangannya.
Investigasi Awal dan Penyebab Kebakaran
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian tidak menemukan indikasi penyebab kebakaran lain seperti korsleting listrik atau faktor teknis lainnya. Kondisi jaringan listrik di sekitar bangunan dipastikan dalam keadaan aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Dugaan kuat pun mengarah pada aktivitas pembakaran yang kemungkinan dilakukan oleh ODGJ tersebut. Informasi ini juga diperkuat oleh keterangan aparat desa setempat yang menyebut adanya kebiasaan membakar sesuatu di dalam rumah oleh sosok yang sering menempatinya.
“Dari keterangan pak lurah, memang mengarah ke aktivitas pembakaran oleh ODGJ yang sering berada di sana. Tidak ada tanda-tanda korsleting listrik, jadi dugaan sementara memang ke arah itu,” jelasnya.
Proses Pemadaman dan Bantuan dari Berbagai Pihak
Laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 16.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga unit armada Damkar langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Petugas tiba sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung bergerak cepat memadamkan api yang sudah terlanjur membesar. Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, termasuk personel TNI, Polri, serta bantuan dari warga setempat yang turut berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Meski sempat menghadapi kesulitan akibat besarnya api dan tebalnya asap, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Kerugian dan Pelajaran yang Didapat
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sosok ODGJ yang diduga sering menempati rumah tersebut tidak ditemukan di lokasi saat kebakaran terjadi, sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Akibat peristiwa ini, bangunan rumah tersebut hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Yang tersisa hanyalah puing-puing dan sisa material bangunan yang tidak lagi dapat digunakan. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan bangunan kosong yang berpotensi menimbulkan risiko, terutama jika digunakan oleh pihak-pihak tanpa pengawasan. Selain itu, penanganan terhadap ODGJ di lingkungan masyarakat juga menjadi perhatian penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












