Seperti Tahu Kunci Rahasia, Barito Putera Selalu Menang 1-0 atas PSIS

PSIS Semarang Kembali Kalah di Kandang

PSIS Semarang kembali mengalami kekalahan dalam laga kandang mereka setelah kalah 1-0 dari Barito Putera dalam pertandingan lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-23 yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (5/4/2026) sore. Gol tunggal Barito Putera dicetak oleh Bayu Pradana pada menit ke-24.

Hasil ini memperkuat posisi Barito Putera di papan atas klasemen Grup Timur. Dengan kemenangan ini, mereka berhasil menjaga persaingan ketat dengan dua pesaing utama mereka, yaitu PSS Sleman dan Persipura Jayapura, yang juga meraih kemenangan di pekan ke-23.

Kekalahan ini sangat disayangkan bagi PSIS Semarang karena tim Mahesa Jenar gagal memperoleh poin di kandang sendiri. Saat ini, PSIS masih berada di posisi delapan klasemen dengan 19 poin dari 23 pertandingan. Mereka hanya unggul dua angka dari Persiba Balikpapan yang berada di posisi sembilan atau zona play off degradasi.

“Pastinya kecewa dengan hasil ini. Kami bermain di home tapi kalah, tentu semua kecewa. Ini tanggung jawab penuh saya, dan tentu akan kami perbaiki lagi di laga berikutnya,” ujar Andri Ramawi, pelatih PSIS, usai laga.

PSIS Semarang memiliki satu laga kandang tersisa musim ini, yaitu saat menghadapi Kendal Tornado FC. Sementara itu, dalam dua laga terdekat, PSIS akan melakoni laga away melawan Persiku Kudus dan Persipura Jayapura.

“Tentu di sisa laga musim ini adalah final bagi kami. Tentunya kami tidak mau mengakhiri musim dengan berada di zona playoff. Target kami adalah menghindari posisi itu,” tambah Andri.

Performa Barito Putera yang Mengesankan

Pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra, mengapresiasi performa PSIS Semarang. Musim ini, Barito Putera mencatatkan catatan menarik yakni selalu menang 1-0 setiap kali menghadapi PSIS dalam tiga pertemuan musim ini.

“PSIS tim yang punya catatan sejarah panjang di sepakbola nasional. Musim ini, mereka juga sudah banyak berbenah terutama di putaran ketiga,” kata Stefano.

“Mereka sekarang banyak perubahan dari manajemen, dari pemain, dari pelatih, dan saya pikir melawan mereka hari ini cukup sulit. Situasi mereka juga saat ini belum aman, tapi mudah-mudahan nanti ke depan bisa lebih bagus buat Semarang,” tutupnya.

Jalannya Pertandingan

Dalam jalannya laga, kedua tim tampil terbuka sejak menit awal. Barito Putera yang diperkuat eks pemain PSIS, Basajum Latuconsina, beberapa kali menekan pertahanan PSIS. Mereka juga melakukan improvisasi dengan memasang Renan Alves yang biasanya bermain sebagai bek tengah, kali ini dimainkan di lini depan sebagai striker.

Tim asuhan Stefano Cugurra ini akhirnya unggul lewat gol Bayu Pradana di menit 24. Adapun PSIS kembali mengandalkan Beto Goncalves di lini depan. Hanya saja dalam laga ini, pemain yang mencatatkan hatrick di laga sebelumnya itu belum mampu berbuat banyak.

Lini belakang Barito Putera yang dipimpin eks kapten PSIS, Haudi Abdillah, cukup solid menghalau ancaman demi ancaman yang dilakukan tim Mahesa Jenar. Hingga akhir babak pertama, tim tamu Barito Putera masih unggul 1-0.

Di babak kedua, Barito Putera yang dalam posisi unggul lebih dulu mengancam di awal-awal babak kedua. Menit 46, Renan Alves nyaris menggandakan keunggulan Barito lewat tandukannya. Di awal-awal babak kedua ini, Barito Putera memang tampil lebih dominan dengan beberapa peluang berbahaya yang diciptakan.

Termasuk gol Wildan Ramdhani di menit 53 yang dianulir. Sementara PSIS yang dalam babak kedua ini merotasi sejumlah pemain dengan memasukkan Ocvian Chanigio, Rafinha, Wawan Febrianto, dan Fahmi Al Ayyubi juga beberapa kerap mengancam pertahanan Barito Putera.

Meski demikian, lini depan tampak kesulitan menembus pertahanan kokoh yang dibangun asuhan Stefano Cugurra. Disisi lain, sejumlah pelanggaran keras tak terhindarkan dalam babak kedua ini.

Menit 88, peluang emas didapatkan PSIS setelah Otavio Dutra melakukan tembakan dari jarak jauh yang berbuah tendangan sudut. Wasit memberikan tambahan waktu delapan menit di babak kedua ini.

PSIS sempat mendapatkan peluang lewat sepakan Wawan Febrianto memanfaatkan bola rebound, namun sayang masih melambung di atas mistar gawang. Hingga akhir laga, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tim tamu.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *