Daerah  

Doakan, air jernih 400 meter di Soppeng jadi kado HUT 765

Tegangnya Harapan Warga Soppeng Menanti Air Bersih

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dan Wakil Bupati Selle KS Dalle, dalam tiga hari terakhir menghadapi ketegangan yang luar biasa. Mereka menunggu hasil pengeboran air bersih yang dilakukan di kawasan rumah jabatan bupati di titik tertinggi Watansoppeng. Proyek ini menjadi pertaruhan kebutuhan dasar warga sekaligus janji kampanye mereka.

Dengan teknologi pengeboran hingga kedalaman 400–500 meter, keduanya optimistis bahwa air bersih akan segera ditemukan dan menjadi kado HUT Soppeng. Pengeboran dilakukan menggunakan mesin khusus dari China, yang beroperasi di kontur dataran tertinggi di Watansoppeng, 210 mdpl. Mesin ini dirancang untuk eksplorasi air tanah, dengan teknologi crawler (roda rantai) untuk mobilitas, dan tenaga diesel untuk efisiensi tinggi, dengan kemampuan bor diameter 100-500mm.

Teknologi dan Harapan

Teknologi dan pengetahuan membuat mereka yakin sampai 90 persen, tapi tidak boleh lepas doa dan takdir Allah. Semoga ikhtiar dan investasi jangka panjang ini, lestari berbuah berkah. Selain itu, semburan pertama air bersih dari kedalaman 400 meter bawah tanah ini, menjadi persembahan kado di HUT ke-765 Soppeng, yang puncaknya Rabu (8/4/2026) lusa.

“Ini murni inisiatif Pak Bupati, dia sengaja memilih kawasan rumah jabatan, karena itu titik tertinggi di kota Soppeng,” ujar Sekjen Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada). Sejak Jumat (3/4/2026) pagi, mesin water drilling machine di belakang rumah jabatan bupati, Jl Pengayoman, Lalabata, Watansoppeng, masih menderu. Akhir pekan lalu, bupati dan wabup menekan tombol aktivasi mesin yang didatangkan khusus kontraktor asal Bandung, Jawa Barat itu.

Hingga awal pekan ini, masih mengebor titik rintisan air bersih. “Satu titik bor bisa sampai lima hari,” kata Selle, kepada Tribun, akhir pekan lalu. Durasi pengeboran memakan waktu hingga lima hari, karena kontur geologi tanah Watansoppeng itu tanah bebatuan jenis Alfisol.

Potensi Air Bersih yang Menjanjikan

“Dari penampang visual air bawah tanah terlihat ada semacam danau air jernih, di kedalaman 450 hingga 500 meter,” ujar insinyur teknik UMI ini. Kelak, saat air ini sudah mengalir ke rumah-rumah warga, pelanggan PDAM bisa langsung mengkonsuminya.

“Ini protek SPAM pertama di Indonesia timur, dengan mengebor dari kedalaman setengah kilometer,” ujar Selle. Jika mata mesin bor dan pemasangan pipa sekitar 8-10 mm tak ada kendala, semburan air jernih akan muncrat Selasa (7/4/2026), atau sehari sebelum kedatangan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ke Watansoppeng.

Pasangan politisi Golkar – Demokrat ini sadar betul, air akan jadi penyejuk kegelisahan sekitar 47 persen warganya. Watansoppeng, ibu kota kabupaten berpenduduk 244 ribu jiwa ini, tiga dekade terakhir dilanda sumber krisis air bersih. Krisis air bersih mendera sekitar 52 ribu warga di 7 kelurahan urban dan tiga kecamatan sekitar.

Program SPAM dengan Skema BOT

Satu titik bor air di belakang rujab bupati, selanjutnya akan ditambah 49 titik di 8 kecamatan di Soppeng. Ini adalah program Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) selama 30 tahun dengan investor dari Jawa Barat.

“Ini dikerjakan swasta, dan sama sekali tak membebani keuangan daerah,” kata Bupati di rapat koordinasi bersama jajaran direksi PDAM dan investor di Ruang Rapat Pimpinan, Rabu (18/2/2026), sebelum Ramadan lalu. Selama 3 dekade, air bersih untuk kawasan kota jadi beban terbuka empat kepala daerah di Soppeng.

Hampir saban hari, pelanggan mengeluh beban biaya bulanan mengalir namun debit, durasi aliran dan kualitas air terus menurun. Sekitar 9.200 Pelanggan PDAM Soppeng, juga tak maksimal menikmati air bersih. Di Lalabata saja, kecamatan ibu kota kabupaten, ada sekitar 49 ribu warga. Ini hampir 34 persen total penduduk kabupaten tanpa garis pantai ini.

Masalah yang Menghambat

Dua sumber aliran air utama di Soppeng, mata air Citta dan Ompo, menanggung tiga beban besar. “Air Pertanian, wisata permandian alam dan air bersih warga, terus meningkat,” kata Selle. Ompo, sekitar 2.1 km dari pusat kota, jadi sumber air baku PDAM, sekitar awal dekade 1990-an.

“Waktu Pung Abbas Sabbi (1990-1995) sudah dimulai, tapi dimaksimalkan di periode Pung Andi Harta Sanjaya (2000-2005, setelah itu Air PDAM kota Soppeng terus kekurangan air baku,” ujar Selle. Debit air bersih dari 50 titik mata air di ketinggian inilah nantinya akan ditampung di bak penampungan, sebelum didistribusi ke rumah-rumah pelanggan, dan bak public tersier.

Masalah lain, jelasnya, jaringan instalasi air bersih, seperti pipa sudah kadaluarsa. Beban ini memicu tingginya tingkat kebocoran air PDAM. Perusahaan utilitas utama publik ini, juga hampir 2 dekade tak berkontribusi ke keuangan daerah.

Upaya untuk Memperbaiki Kondisi

Kegelisahan ini, coba ditangani sejak awal pemerintahan Suwardi-Selle. Februari 2025 lalu, atau hanya dua pekan setelah dilantik serentak bersama 651 kepala daerah di Jakarta, bupati dan wabup langsung tancap gas dan fokus ke penyediaan sumber air baku.

Fokus pertama di kecamatan Lalabata. Ini kecamatan utama dengan kapadatan 179,24 jiwa per km/2. Konsentrasi terbesar konsumen air PDAM ada di Kelurahan Lalabata Rilau merupakan wilayah dengan penduduk terbanyak di kecamatan ini, yaitu sekitar 9.899 jiwa. Konsumen air terbanyak ada Kelurahan (Bila, Botto, Lalabata Rilau, Lapajung, Lemba, Ompo, Salokaraja) dan 3 Desa (Maccile, Mattabulu, Umpungeng).


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *