Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, secara resmi mengukir sejarah dengan melewati rekor kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, yang sebelumnya memiliki 15 cleansheet dalam satu musim sejak era Liga 1. Rekor ini diraih oleh Teja setelah mencatatkan cleansheet ke-16 pada pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu (5/4/2026).

Kemenangan 2-0 yang diraih Persib Bandung atas Semen Padang tidak hanya memperkuat posisi mereka di puncak klasemen, tetapi juga menjadi momen penting bagi Teja Paku Alam. Kemenangan ini menjadi salah satu faktor utama dalam pencapaian rekor yang ia torehkan.

Catatan ini menambah daftar prestasi Teja, yang kini mencatatkan 16 cleansheet selama musim 2025-2026. Hal ini terjadi di provinsi kelahirannya, Sumatra Barat. Teja lahir di Painan, sebuah kota berjarak sekitar 75 km dari Padang, dan rekor tersebut dicatatkan di stadion yang sama dengan tempat ia lahir.
Teja kini memiliki peluang untuk menyamai dan bahkan melewati rekor Yoo Jae-hoon, yang pernah mencatatkan 17 cleansheet dalam satu musim bersama Persipura pada kompetisi Indonesian Super League 2013.

Dengan delapan pertandingan tersisa di musim ini, Teja masih memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor tersebut. Dalam wawancara, ia mengatakan bahwa pencapaian ini bukan hanya berkat usaha sendiri, tetapi juga kerja sama seluruh pemain Persib.
“Alhamdulillah, tapi ini bukan berkat Teja sendiri mungkin dari teman-teman juga kerja komunikasi bagus di lapangan,” ujarnya.
“Sebenarnya sih kekompakan kita dalam pertandingan, yang bikin Teja bisa dapat cleansheet terus.”
“Kalau clean sheet dapat lagi alhamdulillah, berarti bonus buat saya.”
“Yang terpenting kita bisa menjaga peringkat kita, bisa ada di posisi satu,” tambahnya.
Sementara itu, kemenangan Persib atas Semen Padang berkat dua gol yang dicetak oleh Ramon Tanque. Hasil ini membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen hingga pekan ke-26, unggul 4 poin atas Borneo FC di peringkat kedua dan 9 poin atas Persija di posisi ketiga.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengapresiasi kemenangan ini, meski ia mengakui bahwa performa tim belum sepenuhnya sesuai ekspektasinya setelah jeda kompetisi yang cukup lama.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Di 20 sampai 30 menit pertama mereka masuk ke pertandingan dengan lebih baik. Setelah itu perlahan kami mulai bisa mengontrol,” katanya pasca-laga.
“Di babak kedua, sebagian besar kami mengontrol permainan. Saya tidak melihat banyak peluang bagi mereka.”
“Kami mencetak satu gol lagi dan memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol.”
“Entah kenapa, setiap pertandingan pertama setelah break, kami belum berada di level terbaik.”
“Jadi saya harap untuk laga berikutnya kami akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.












