Penjelasan Pemkab Lombok Timur Mengenai Kelangkaan LPG 3 kg
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menegaskan bahwa kelangkaan tabung LPG 3 kilogram yang terjadi di beberapa wilayah tidak disebabkan oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Sebaliknya, penyebab utamanya adalah adanya kecenderungan masyarakat untuk membeli secara berlebihan atau panic buying.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik, menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan penambahan kuota LPG 3 kg dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa kuota normal yang tersedia sebesar 35.100 galon akan ditingkatkan dengan tambahan sebanyak 24.440 galon dari Pemerintah Pusat dan Pertamina.
“Kami sudah mendapatkan informasi bahwa penambahan kuota akan dilakukan mulai sore hari ini,” ujar Ofik, sapaan akrab Sekda tersebut.
Faktor Panic Buying dan Pengendalian Harga
Ofik mengakui bahwa ada faktor panic buying yang menjadi penyebab kelangkaan LPG 3 kg setelah perayaan Lebaran 1447 Hijriah. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu bukanlah akibat dari konflik di Timur Tengah seperti yang sempat diberitakan oleh masyarakat.
“Banyak masyarakat yang khawatir dan membeli lebih banyak dari kebutuhan mereka. Tapi itu hanya bersifat sementara dan tidak berkaitan dengan konflik di luar negeri,” jelas Ofik.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan harga LPG 3 kg agar tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Distribusi LPG 3 kg akan dilakukan langsung ke pangkalan resmi yang berizin, bukan ke pengecer, agar tidak terjadi penyalahgunaan harga.
“Jika kita mendistribusikan langsung ke pengecer, bisa saja harga meningkat. Oleh karena itu, kami fokus pada pangkalan resmi yang dapat diawasi,” tambah Ofik.
Prioritas Distribusi dan Pengawasan
Dalam upaya mengatasi kelangkaan, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan empat kecamatan yang dinilai paling membutuhkan, yaitu Kecamatan Pringgasela, Lenek, Amal, dan Wanasabah. Penyaluran tambahan kuota akan dilakukan secara bertahap.
“Besok, kami akan ratakan distribusi di semua pangkalan. Tapi saat ini, kami fokus pada kecamatan-kecamatan prioritas terlebih dahulu,” jelas Ofik.
Pemerintah juga akan membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan perizinan dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan terhadap harga LPG 3 kg. Jika ditemukan pangkalan yang menjual di atas HET, maka izin usaha mereka akan dievaluasi.
Imbauan kepada Masyarakat
Ofik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menegaskan bahwa stok LPG 3 kg telah aman dengan adanya penambahan kuota dan pengawasan yang ketat.
“Jangan sampai masyarakat membeli terlalu banyak. Kami akan terus memastikan pasokan stabil,” tutup Ofik.
Daftar Kecamatan yang Dapat Diprioritaskan
- Kecamatan Pringgasela
- Kecamatan Lenek
- Kecamatan Amal
- Kecamatan Wanasabah
Keuntungan Distribusi Langsung ke Pangkalan Resmi
- Mencegah kenaikan harga yang tidak wajar
- Memudahkan pengawasan oleh pemerintah
- Menjamin kestabilan pasokan












