Nenek di Siak Tewas, Diduga Dibunuh Cucu untuk Uang Rp15 Juta

Laporan Kecelakaan Berdarah di Kampung Suka Mulya

Kampung Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, menjadi tempat kejadian kasus tragis yang menggemparkan warga sekitar. Seorang nenek ditemukan tewas dalam kondisi memilukan di rumahnya, dengan luka parah di bagian leher. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam.

Kejadian Awal dan Penemuan Jasad

Lampu rumah nenek tersebut masih menyala sejak pagi hari. Namun hingga menjelang malam, tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam rumah sederhana itu. Pintu rumah tetap tertutup rapat, membuat beberapa tetangga mulai merasa curiga. Biasanya, perempuan lansia itu terlihat beraktivitas di halaman rumahnya sejak pagi.

Anak kandung korban beberapa kali datang memeriksa rumah tersebut karena merasa ada sesuatu yang tidak normal. Ia mencoba menghubungi ibunya namun tidak mendapatkan respons. Akhirnya, ia memutuskan untuk masuk melalui jendela untuk memastikan kondisi ibunya.

Pemandangan di dalam rumah langsung membuatnya terpukul. Di ruang keluarga, tepat di depan televisi, sang ibu ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka di bagian leher.

Pelaku dan Motif Pembunuhan

Menurut informasi yang diperoleh, pelaku diduga adalah cucu korban sendiri. Iqbal Alfarizi, nama pelaku, sempat kabur setelah melakukan aksinya. Namun akhirnya berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Siak.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk perhiasan emas dan uang tunai senilai sekitar Rp15 juta yang diduga dibawa kabur oleh pelaku. Dugaan awal menyebut bahwa motif pembunuhan berkaitan dengan masalah ekonomi.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk memastikan motif sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Reaksi Warga dan Informasi Tambahan

Ketua Rukun Kampung Suka Mulya, Sampurna, mengatakan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang baik oleh warga sekitar. “Korban itu orangnya sangat baik,” ujarnya.

Warga baru menyadari sesuatu terjadi setelah sehari penuh korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Menurut Sampurna, penemuan terjadi setelah maghrib menjelang Isya, karena satu hari tidak terlihat aktivitas di rumah.

Sementara itu, Kepala Dusun Suka Mulya, Atmam, menceritakan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri. Sejak pagi hingga menjelang malam, sang anak beberapa kali datang ke rumah korban karena curiga dengan kondisi rumah yang tetap terkunci dari dalam.

Di dekat tubuh korban juga ditemukan senjata tajam jenis parang sepanjang sekitar 25 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut.

Tindakan Polisi dan Proses Penyidikan

Kasi Humas Polres Siak, Dedek Prayogo, membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. Ia menambahkan bahwa pelaku kini telah diamankan bersama sejumlah barang bukti dan masih menjalani proses penyidikan.

Selain itu, Atmam mengungkapkan bahwa sekitar sebulan lalu korban sempat kehilangan uang hingga Rp40 juta yang diduga dilakukan oleh orang yang sama.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *