Milly Alcock Memilih Jalani Peran sebagai Supergirl dengan Caranya Sendiri
Milly Alcock, pemeran Supergirl dalam film terbaru DC Studios yang akan dirilis pada 2026, telah merilis trailer terbarunya pada Selasa (31/3/2026). Dalam durasi 2 menit 56 detik tersebut, penonton bisa melihat bagaimana Supergirl menggunakan kekuatan supernya. Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama dari film yang diharapkan mampu menghadirkan versi baru dari karakter ikonik ini.
Alcock bukanlah aktris pertama yang memerankan Supergirl. Sebelumnya, ada beberapa nama seperti Melissa Benoist dan Sasha Calle yang telah membawakan karakter ini. Namun, berbeda dari kebanyakan aktris lainnya yang cenderung belajar dari pemeran sebelumnya, Alcock justru memilih untuk menjalani perannya sendiri tanpa meminta saran apapun.
1. Milly Alcock Memilih Jalani Perannya sebagai Supergirl dengan Caranya Sendiri
Milly Alcock siap menjalani karier berakting sebagai Supergirl bersama DC Studios tahun ini. Alih-alih berpatokan pada versi Supergirl yang diperankan oleh Melissa Benoist dalam serial Supergirl (2015–2021) atau Sasha Calle dalam film The Flash (2023), Alcock ingin memperkenalkan versi Supergirl yang benar-benar unik dan berbeda.
Dilansir dari Deadline, Alcock mengungkapkan alasan mengapa ia tidak mencari saran dari para aktris sebelumnya. “Mereka cuma orang-orang yang menjalani hidup mereka,” ujarnya seperti dilansir Vanity Fair. Ia menambahkan bahwa membintangi karakter yang sama dengan orang lain bukan berarti memiliki ikatan khusus seperti hubungan darah.
2. “Mereka Tidak Punya Kewajiban untuk Membantu Kita”

Meski Milly Alcock baru saja mendapatkan perhatian publik setelah bermain dalam serial House of the Dragon (2022–2024), ia tidak merasa rendah diri karena pengalamannya yang belum sebanyak aktris lain. Alcock menyadari bahwa satu-satunya orang yang bisa membantunya adalah dirinya sendiri.
Setelah membintangi serial Sirens (2025), Alcock mengaku tidak pernah mengganggu aktris peraih Oscar, Julianne Moore, dengan pertanyaan-pertanyaannya. “Kita harus menghormati bahwa mereka tidak punya kewajiban untuk membantu,” katanya seperti dilansir Deadline. Begitu pula ketika ia terlibat dalam waralaba House of the Dragon sebagai Rhaenyra Targaryen, Alcock mengaku menjadikan pengalamannya itu untuk menghadapi fandom DC Universe (DCU).
3. Supergirl Versi Milly Alcock Akan Sangat Berbeda dari Versi Live Action Sebelumnya

Panjangnya sejarah aktris yang pernah memerankan Supergirl menjadi salah satu alasan mengapa Alcock enggan minta saran. Melissa Benoist, Sasha Calle, dan dirinya sendiri hanya sebagian kecil dari panjangnya sejarah Supergirl. Pada 1984, Helen Slater menjadi Supergirl live action pertama lewat film. Kemudian, Laura Vandervoort memerankan karakter ikonik tersebut dalam serial Smallville.
Masih ada juga banyak pengisi suara Supergirl di proyek animasi, seperti Nicholle Tom, Summer Glau, Molly Quinn, dan Meg Donnelly. Banyaknya aktris yang pernah memerankan Supergirl membuat Alcock untuk meminta saran ke semuanya, seperti dilansir MovieWeb. Selain itu, Supergirl versi Alcock akan berbeda jauh dari yang sudah ada, karena banyak terinspirasi dari miniseri 12 edisi Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely.
Film Supergirl akan tayang di bioskop dan IMAX pada 26 Juni 2026. Warner Bros. Pictures dan DC Studios pun sudah merilis trailer terbaru film itu minggu lalu, menampilkan tampilan baru antihero Lobo yang diperankan oleh Jason Momoa.












