Daerah  

27 SPPG Gorontalo Ditutup Sementara hingga 2026, Ini Penyebab Utamanya

Penutupan SPPG di Gorontalo: Upaya Menjaga Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Sebanyak 27 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo kini dihentikan sementara operasionalnya. Langkah ini dilakukan karena ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk tidak adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan instalasi pembuangan limbah yang memadai.

Penghentian operasional ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas penyedia makan bergizi di lapangan. Dari total 86 unit yang aktif sebelumnya, kini 27 di antaranya resmi dihentikan sementara. Jumlah ini terdiri dari 2 unit yang ditutup saat Ramadan, 16 unit pada awal April, dan tambahan 9 unit baru yang surat penutupannya diserahkan hari ini.

Penyebab Utama Penutupan

Mayoritas SPPG yang ditutup belum memiliki SLHS dan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Selain itu, ditemukan adanya praktik mark-up harga oleh oknum pemasok bahan baku di beberapa wilayah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa sekolah.

Akibat penutupan ini, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di wilayah terdampak dipastikan terhenti total hingga pihak pengelola menyelesaikan perbaikan fisik dan melengkapi persyaratan administrasi.

Koordinator Regional SPPG Gorontalo, Zulkifly Talhumala, menegaskan bahwa pengetatan ini dilakukan demi menjaga kualitas program nasional tersebut. Ia mengatakan, “Rata-rata 18 unit yang ditutup sebelumnya sudah mulai melakukan perbaikan. Kini tinggal menunggu kesiapan dokumen untuk reaktivasi. Kami harus menjaga kualitas layanan karena ini tujuannya mulia, yakni menekan angka stunting.”

Daftar SPPG yang Ditutup Sementara

Berikut adalah daftar lengkap SPPG di wilayah Gorontalo yang dihentikan operasionalnya serta distribusi dana bantuannya hingga perbaikan selesai dilakukan:

  • SPPG Gorontalo Batudaa Payunga – Yayasan Cita Anak Hulondalo
  • SPPG Gorontalo Boliyohuto Sidodadi – Yayasan Anurakta Bala Jati
  • SPPG Gorontalo Pulubala Tridharma – Yayasan Anurakta Bala Jati
  • SPPG Gorontalo Telaga Biru Tuladenggi – Yayasan Prabu Center Kosong Delapan
  • SPPG Kota Gorontalo Sipatana Molosipat U – Yayasan Mulya Sehat Sejahtera
  • SPPG Kota Gorontalo Sipatana Tapa – Yayasan Winarni Rahmat Ririn
  • SPPG Kota Gorontalo Kota Tengah Lilowo – Yayasan Hulonthalo Pangan Bergizi
  • SPPG Pohuwato Duhiadaa Buntulia Jaya – Yayasan Rumah Nurul Ilmi
  • SPPG Pohuwato Marisa Marisa Utara – Yayasan Rumah Nurul Ilmi
  • SPPG Boalemo Paguyaman Molombulahe – Yayasan Unggulan Anak Negeri
  • SPPG Boalemo Tilamuta Piloliyanga – Yayasan Unggulan Anak Negeri
  • SPPG Boalemo Tilamuta Hungayonaa – Yayasan Unggulan Anak Negeri
  • SPPG Bone Bolango Bone Raya Tumbulilato – Yayasan Nawa Cita Lestari
  • SPPG Bone Bolango Bulango Timur Bulotalangi Timur – Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah
  • SPPG Gorontalo Tabongo Moahudu 2 – Yayasan Cita Anak Hulondalo
  • SPPG Boalemo Botumoito Tutulo – Yayasan Unggulan Anak Negeri

Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan juga telah merekomendasikan penghentian penyaluran dana bantuan kepada 16 SPPG tersebut sampai seluruh persyaratan teknis terpenuhi. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua fasilitas yang beroperasi sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan yang telah ditetapkan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *